Waspadai Dinding Rumah Beresiko Kuman

Waspadai Dinding Rumah Beresiko Kuman

youngster.id - Berdasarkan hasil survey kepada 200 orangtua, 70% mengatakan anak mereka banyak menghabiskan 8–20 jam setiap harinya di dalam ruangan. Anak–anak juga banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan yang kontak langsung dengan dinding. Untuk itu butuh lingkungan dalam ruang yang sehat, namunt ernyata dinding adalah area yang banyak kuman.

Untuk mengedukasi dan mengkampanyekan Rumah Sehat, Nippon Paint menggelar talkshow “Waspada Kuman Penyakit di Area Rumah”. “Dalam rangka mewujudkan Rumah Sehat untuk Keluarga Indonesia yang Sehat, kami bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Klik Dokter dan Indonesia Montessori.Com (IMC). Kami berharap dapat bekerja sama dengan lebih banyak lagi asosiasi atau organisasi untuk mendukung kampanye rumah sehat ini demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk keluarga Indonesia,” ungkap Mark Liew Assistant General Manager Nippon Paint Indonesia di ajang Indonesia Maternity Baby & Kids Expo (IMBEX) belum lama ini di Jakarta.

Narasumber kamapney ini adalah dr. Caessar Pronocitro. Dia mengatakan rumah merupakan lingkungan utama untuk anak sehingga keamanannya harus dipastikan secara menyeluruh. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa dinding sebagai area terbesar dalam rumah menjadi salah satu medium penularan bakteri dan juga pencetus alergi yang perlu lebih diwaspadai.

“Selain mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, rumah sehat juga dapat membantu mengurangi frekuensi sakit, meningkatkan ketertarikan makan, serta menjadi sarana eksplorasi dan stimulasi anak” kata dr Caessar.

Melihat kebutuhan tersebut Nippon Paint menghadirkan Nippon Spot-less Plus dengan Silver-Ion yang efektif membasmi bakteri pada dinding, sehingga balita yang belajar berdiri atau berjalan dapat dengan aman menyentuh permukaan dinding rumah. Dilengkapi pula Stain-Guard agar noda pada dinding akibat aktivitas anak dapat mudah dibersihkan. Nippon Spot-less Plus tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compund), zat yang berbahaya bagi kesehatan.

FAHRUL ANWAR

KATEGORI ARTIKEL