Tingkatkan Karier dengan Bekerja Lebih Pintar

Tingkatkan Karier dengan Bekerja Lebih Pintar

Dalam bekerja, seorang pekerja keras pasti dianggap baik dan dihargai. Tengok saja di Jepang, kerja keras dianggap sebagai norma. Orang yang tertidur di meja kerja dianggap sebagai cermin dedikasi. Bahkan, orang Jepang mengenal karoshi, yaitu kasus kematian akibat bekerja terlalu keras.

Namun, pada era digital, bekerja keras dalam arti “membanting tulang” atau menguras fisik tak selamanya baik. Bukan berarti tuntutan pekerjaan berkurang, melainkan karena justru semakin banyak, dibutuhkan adalah kecerdasan dalam mengelola sumber daya yang terbatas.

Kabar baiknya, di luar pekerjaan yang nyata-nyata menguras fisik, seperti pekerja kasar, bermunculan jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih mengutamakan “kerja otak”. Pekerjaan-pekerjaan yang barangkali belum dikenal satu hingga dua dekade silam ini lebih mengutamakan ide atau kreativitas.

Bicara soal kreativitas atau kerja otak, secara fisik barangkali tidak terlalu melelahkan. Namun, secara mental, bisa jadi sangat berat. Pekerja kreatif barangkali akan lebih banyak rapat, berdiskusi, atau membaca dan menganalisis berbagai informasi.

Meski acap tidak berhubungan dengan produk yang riil, pekerjaan kreatif juga dituntut untuk mengikuti logika produksi seperti proses manufaktur. Jadi, ada proses, sistem, dan alokasi waktu.

Manajemen waktu

Manajemen waktu menjadi penting. Seorang pekerja kreatif dituntut untuk dapat mengendalikan diri sedisiplin mungkin. Beruntung dewasa ini teknologi memungkinkan berbagai proses dapat dilakukan menggunakan peranti teknologi informasi yang canggih seperti ponsel pintar. Dengan peranti tersebut, seorang pekerja kreatif dapat mencari informasi, membaca dan menganalisis data, hingga menulis laporan dan mengirimkannya kepada mitra kerja.

Agar lebih efisien, usahakan untuk selalu mengatur jadwal harian dan membuat daftar hal yang hendak diselesaikan (to do list). Jangan lupa juga mengatur alarm untuk mengingatkan tenggat dan hal-hal yang masih menanti diselesaikan.

Untuk itu, dewasa ini populer berbagai aplikasi pendukung produktivitas. Sejumlah aplikasi populer di antaranya Todoist, Trello, dan Slack. Sementara itu, bekerja berbasis awan yang memungkinkan akses berkas kerja dari mana saja serta berkolaborasi dengan rekan kerja tanpa harus bertemu secara fisik, bahkan boleh saja terpisah jarak yang amat jauh, membuat pekerjaan dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

Manfaatkan semua fitur teknologi yang memungkinkan untuk bekerja pintar dan tingkatkan produktivitas sehingga karier pun melesat. Namun, jangan lupa untuk menjaga keseimbangan hidup dengan tetap menyediakan waktu untuk beristirahat, berolahraga, serta bercengkerama dengan keluarga atau teman dekat.

Foto: Shutterstock.com

KATEGORI ARTIKEL