Menilik Perjuangan Valentino Rossi di Lintasan Balap yang Bisa Diterapkan dalam Hidup

Menilik Perjuangan Valentino Rossi di Lintasan Balap yang Bisa Diterapkan dalam Hidup

Sebagai pebalap senior, sosok Valentino Rossi dianggap telah memiliki ‘panggungnya’ sendiri di arena MotoGP. Di usianya yang semakin menua, rumor tentang dirinya bakal mengakhiri karir sebagap penungang kuda besi profesional, banyak berseliweran. Dilansir dari bola.com, ia ternyata mendapat dukungan untuk tetap membalap hingga usia 46 tahun. Sesuai dengan nomor kebesarannya yang dipakai selama ini.

Meski suatu saat telah pensiun, figur dirinya tetap dinobatkan sebagai legenda MotoGP yang tak tergantikan. Sama seperti ambisinya meraih juara, perjuangan Valentino Rossi merintis karir sebagai pebalap profesional juga sempat mengalami pasang surut. Seperti beberapa hal di bawah ini, kerja keras dan sikap ‘The Doctor’ yang pantang menyerah pada keadaan, layak diteladani dalam hidup.

Pebalap sukses yang memulai karir dari bawah

Rossi yang mengawali karir MotoGP di tahun 2001 [sumber gambar]
Sebagai pebalap senior, Rossi telah banyak makan asam garam pengalaman di ajang kejuaraan MotoGP. Tentu saja, karir yang dirintisnya tersebut tak datang secara instan. Seperti yang ditulis oleh laman jawapos.com, pria kelahiran 16 Februari 1979 di Urbino, Italia itu, mulai karir profesional sebagai pebalap pada 1996 silam di kelas 125cc. Performanya yang semakin bagus dari waktu ke waktu, membuat Rossi naik kelas ke ajang 500cc (MotoGP) pada tahun 2000. Di sana, ia terus mempersembahkan juara bagi tim Honda selama lima kali berturut turut meski sempat gagal di musim 2006 dan 2007.

Tetap berambisi menjadi juara meski kering prestasi sejak 2009

Tetap berprestasi meski kering prestasi [sumber gambar]
Sejak tahun 2009, karir The Doctor mulai terasa seret. Dilansir dari bola.com, Jorge Lorenzo yang merupakan rekan setimnya di Yamaha, bahkan menyindir dirinya yang memang ‘kering’ prestasi usai angkat tropi di musim 2008. Meski demikian, tak rasa minder dalam diri Rossi. Pebalap yang kini berusia 39 tahun itu, tetap enjoy menjalani karirnya sebagai penunggang kuda besi kebanggan Yamaha. Hal ini terlihat saat dirinya memperpanjang kontrak hingga tahun 2020.

Tak pelit berbagi ilmu pada pebalap muda lainnya

Tim Sky Racing Team VR46 milik Valentino Rossi [sumber gambar]
Tak hanya ahli memainak tuas gas motor, Rossi juga dikenal piawai dan tidak pelit berbagi ilmu kepada juniornya. Laman bola.com menuliskan, ia tak hanya berbagi tips sukses menjadi pebalap MotoGP, tapi juga mampu mendidik Romano Fenati, Andrea Migno, dan Nicolo Bulega, untuk menjadi penerusnya. Saat itu, para anak asuh yang dimentori oleh Rossi berada di tim Sky Racing Team VR46 yang merupakan milik pebalap berjuluk The Doctor tersebut.

Semangat mengikuti pertandingan meski sempat dibekap cedera

Semangat mengikuti pertandingan meski dibekap cedera [sumber gambar]
Davide Brivio yang merupakan mantan manajer tim Yamaha yang kini menangani Suzuki, mempunyai pandangan tersendiri terhadap Rossi. Sumber sport.tempo.co menuliskan, pemilik nomor 46 itu dinilai bisa dijadikan teladan karena kemauan dan semangat dirinya untuk tetap membalap meski dibekap cedera. “Valentino selalu mengejutkan saya, tapi pada kesempatan itu yang paling mengejutkan saya adalah motivasinya untuk bisa kembali lebih awal,” kata dia. yang dikutip dari sport.tempo.co. “Saya juga berharap banyak pembalap lain melihatnya dan menirunya!”

BACA JUGA: Mengenal YZR-M1, Motor Andalan Valentino Rossi yang Membuatnya Bertaji di Lintasan Balap

Meski nama Valentino Rossi dikenal lekat dengan imej kejuaraan MotoGP secara global, toh perjuangan dirinya menuju ke sana tidaklah udah. Ada banyak perjuangan dan pengorbanan besat yang diraihnya, demi menunjang kesuksesannya di dunia balap motor. Setidaknya, beberapa teladan dari Rossi di atas bisa menjadi cerminan bagi diri. Bahwa untuk menggapai sukses, dibutuhkan kerja keras dan semangat yang kuat.

KATEGORI ARTIKEL