Sudah Siap Jadi Single Parents? Cara Mengatur Keuangan Menentukan Masa Depan

Sudah Siap Jadi Single Parents? Cara Mengatur Keuangan Menentukan Masa Depan

Cara mengatur keuangan adalah hal yang tidak mudah dipelajari, terlebih jika Anda baru saja menjadi seorang single parent.

Single parents dituntut untuk menjadi pribadi mandiri yang mampu mengatur segala aspek hidup, termasuk mengatur keuangan.

Mari kita simak bersama bagaimana cara mengatur keuangan yang tepat bagi single parents:

  • Download Ebook Sekarang

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Menjadi Single Parents

Menjadi single parents tentunya tidak mudah, namun hal ini kadang tak bisa dihindari. Perceraian atau kematian pasangan adalah beberapa hal yang di luar kehendak kita, sehingga secara tidak langsung memaksa Anda untuk menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab di berbagai bidang.

Namun, bukan berarti Anda sebagai seorang single parents tidak mampu mengatasinya sendiri.

Saat terjadi hal-hal tidak terduga seperti perceraian, Anda diharapkan untuk menjadi seseorang yang mandiri dan mampu merencanakan keuangan bagi Anda dan buah hati Anda.

Sudah Siap Jadi Single Parents Cara Mengatur Keuangan Menentukan Masa Depan Finansialku 4

[Baca Juga: Punya Asuransi Jiwa Kurang Bermanfaat Kalau Proteksinya Kekecilan, Begini Cara Menghitung Uang Pertanggungan]

Kedua belah pihak di sini dipaksa untuk melakukan penyesuaian pasca perceraian agar kehidupan bisa terus berjalan sebagaimana mestinya, terutama dalam hal finansial.

Melalui artikel ini, Finansialku akan memberikan beberapa cara mengatur keuangan  bagi single parents demi masa depan yang lebih baik:

 

Cara Mengatur Keuangan bagi Single Parents

Umumnya kasus penyebab single parents terjadi tiba-tiba dan sudah tidak bisa dihindari lagi. Terdapat beberapa penyebab Anda menjadi single parent, antara lain saat pasangan meninggal dunia atau terjadi perceraian yang sudah tidak dapat dielakkan lagi.

Namun yang perlu Anda perhatikan saat menghadapinya adalah bukan penyesalan akan masa lalu Anda atau malah menyalahkan pasangan Anda. Yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana cara menghadapi masa depan Anda nantinya.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apabila selama pernikahan, pasangan menjadi tulang punggung keuangan keluarga, bagaimana saat Anda menjadi single parents? Siapa yang bertanggung jawab untuk “menanggung” biaya hidup anak? Jawabannya adalah Anda sendiri.

Mari saya beritahu sebuah rahasia umum saat menjadi seorang single parent: Setelah menjadi single parents, banyak yang mengalami penurunan standar kehidupan hingga lebih dari 50%. 

Hal inilah yang harus Anda hindari. Tapi bagaimana cara menghindarinya?

Nah, melalui artikel ini, Finansialku akan menjabarkan bagaimana cara mengatur keuangan bagi seorang single parent:

 

Langkah 1: Mengecek Kondisi Finansial Saat ini

Pertanyaan pertama yang dapat muncul apabila Anda menjadi seorang single parent adalah bagaimana kejadian tersebut mempengaruhi kondisi finansial Anda.

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, menjadi single parents bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Hal ini tentu mempengaruhi bagaimana Anda mengecek kondisi finansial Anda.

 

#1 Apabila Pasangan Anda Meninggal

Saat terjadi hal demikian yang pertama kali harus Anda cek adalah adalah apakah pasangan memiliki asuransi jiwa atau tidak.

 

  • Jika Pasangan Memiliki Asuransi Jiwa:

Segera pikirkan bagaimana mengklaim dan mengatur uang pertanggungan asuransi jiwa pasangan. Pertanggungan akan dibayarkan dengan mudah jika Anda mengikuti aturan yang berlaku.

Beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur umum perusahaan asuransi jiwa adalah:

  1. Ketahui jenis asuransi jiwa dan pertanggungan yang dimiliki termasuk nomor polis, isi perjanjian asuransinya, berikut siap ahli warisnya.
  2. Ketahui masa tenggang pelaporan klaim agar tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.
  3. Lengkapi dokumen klaim yang dibutuhkan (biasanya mencakup polis asli, bukti pembayaran premi terakhir, surat keterangan meninggal dunia, fotokopi kartu keluarga untuk membuktikan sebagai ahli waris yang sah).
  4. Mengisi dokumen klaim (biasanya mencakup formulir klaim untuk penerima manfaat, formulir klaim untuk pihak dokter atau pejabat berwenang).
  5. Menunggu hasil klarifikasi.

 

*Perlu Anda ketahui bahwa ketentuan dan prosedur setiap perusahaan asuransi akan berbeda, sehingga sebaiknya Anda juga menanyakan apakah ada hal lain yang perlu disiapkan dan dilakukan.

 

  • Jika Pasangan Tidak Memiliki Asuransi Jiwa:

Kasus kedua yang biasanya terjadi adalah pasangan Anda meninggal tanpa adanya uang pertanggungan asuransi.

Di saat seperti ini, barulah manfaat dana darurat menjadi signifikan. Anda dapat menggunakan dana darurat di saat-saat seperti ini, untuk membiayai pemakaman, dan memenuhi kebutuhan hidup Anda dan keluarga hingga Anda memperoleh pekerjaan baru dengan gaji yang memadai.

Bagaimana-Cara-Memprioritaskan-Dana-Darurat-1-Finansialku

[Baca Juga: Ini 7 Keajaiban Asuransi Jiwa yang Perlu Anda Ketahui]

 

Hal ini juga sebaiknya menjadi pelajaran berharga, sehingga sebaiknya Anda sebagai single parent segera mengajukan asuransi jiwa bagi diri Anda guna menjamin masa depan anak Anda kelak.

Jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang sama sehingga anak Andalah yang nantinya akan kesulitan.

 

#2 Apabila Anda Bercerai

Kasus lainnya yang mengharuskan Anda menjadi seorang single parent adalah perceraian.

Kasus perceraian biasanya diikuti dengan pembagian harta bersama atau harta gono gini. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain adalah:

 

  • Jika Ada Perjanjian Pra-nikah

Jika sebelum pernikahan dibuat perjanjian pra-nikah, maka pada kasus perceraian, masing-masing hanya memperoleh harta yang terdaftar atas nama mereka.

Karena sejak awal harta sudah dipisahkan secara hukum, maka tidak ada istilahnya harta bersama.

 

  • Jika Tidak Ada Perjanjian Pra-nikah

Berdasarkan pasal 119 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, jika terjadi pencampuran seluruh harta keduanya setelah terjadi pernikahan dan jika terjadi perceraian maka harta bersama harus dibagi sama rata.

Sementara berdasarkan Pasal 35 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan, harta yang menjadi harta bersama hanyalah harta yang diperoleh setelah terjadi pernikahan, di mana harta yang diperoleh sebelum terjadi pernikahan adalah milik perorangan di bawah penguasaan masing-masing.

Dengan demikian jika terjadi perceraian, harta yang harus dibagi sama rata hanyalah harta yang diperoleh setelah pernikahan saja.

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Setelah mengecek semua hal itu, kini Anda mengetahui bagaimana kondisi keuangan Anda saat ini dan harus dari mana memulai pengaturan keuangan.

Kami juga menyarankan Anda untuk mengecek kesehatan keuangan Anda pasca beberapa hal di atas.

Mengecek kesehatan keuangan tidak sulit kok, Anda bisa memanfaatkan aplikasi Finansialku!

Cek Kesehatan Keuangan Anda dan Keluarga - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Beberapa benefit lainnya yang bisa Anda peroleh dari aplikasi Finansialku antara lain sebagai berikut:

  • Up to date dengan kondisi keuangan Anda.
  • Miliki kontrol atas keuangan Anda.
  • Cari tahu dan perbaiki kebocoran-kebocoran keuangan.
  • Perbaiki kondisi utang konsumtif.
  • Merencanakan dan mewujudkan kepemilikan kebutuhan mulai dari dana darurat, rumah, kendaraan, dana pendidikan anak, dana pensiun, dan masih banyak lagi.

 

Nah, Anda bisa mengecek kesehatan keuangan dengan praktis menggunakan aplikasi Finansialku ini. Jadi tunggu apa lagi? Langsung download aplikasi Finansialku sekarang juga!

Takut bayar mahal? Tenang, aplikasi Finansialku tersedia GRATIS bagi Anda. Yuk download aplikasinya sekarang juga di Google Play Store, atau akses langsung aplikasinya di browser Anda dengan mengklik tautan berikut ini.

 

Langkah 2: Meninjau Daftar Aset

Apabila Anda mengalami perceraian, maka seperti telah dijelaskan di atas biasanya terdapat harta gono-gini.

Namun, menurut Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, terdapat harta yang tidak termasuk dalam harta gono-gini, yaitu:

  1. harta bawaan yang sudah dimiliki masing-masing pasangan sebelum menikah
  2. harta perolehan atau harta milik masing-masing pasangan yang didapatkan setelah menikah dari hibat, wasiat, atau warisan.

Sudah Siap Jadi Single Parents Cara Mengatur Keuangan Menentukan Masa Depan Finansialku 3

[Baca Juga: Konsultasi: Apa Saja Tips Praktis Mempersiapkan Dana Pendidikan dan Asuransi Dana Pendidikan]

 

Artinya, kedua jenis harta ini akan tetap menjadi aset pribadi usai perceraian terjadi. 

Sebaiknya, buatlah daftar aset mana aja yang masuk dalam kategori harta pribadi dan yang bukan. Beberapa daftar aset yang bisa diperiksa seperti, properti, kendaraan bermotor, perhiasan, investasi, dan rekening tabungan.

Dengan demikian, tidak ada lagi daerah abu dalam aset yang bisa menimbulkan pertengkaran.

 

Langkah 3: Melunasi Utang

Saat menjadi single parents, hal yang tidak boleh dilupakan adalah utang. Melupakan utang sama dengan mempersiapkan masa depan yang GAGAL.

Oleh karena itu, apabila terjadi perceraian, Anda sebaiknya segera membereskan dan melunasi utang yang Anda miliki bersama pasangan terlebih dahulu, dan menghindari utang bersama ke depannya.

Jika Anda masih memiliki kartu kredit bersama atau akun telepon bersama, maka jalan yang terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menutup akun tersebut dan membuat akun masing-masing agar keuangan tidak lagi tercampur.

Sudah Siap Jadi Single Parents Cara Mengatur Keuangan Menentukan Masa Depan Finansialku 5

[Baca juga: 24% Penyebab Perceraian di Indonesia adalah Masalah Keuangan Keluarga, Bagaimana Solusinya?]

 

Apabila kasusnya adalah pasangan meninggal, Anda harus menyelesaikan utang-utangnya secepatnya agar tidak menjadi lebih besar akibat bunganya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui utang masing-masing untuk berjaga-jaga akan hal yang tidak diinginkan seperti contohnya kematian.

Selain utang bersama, terdapat kemungkinan Anda juga memiliki utang pribadi.

Agar tidak membebankan anak atau diri Anda sendiri di masa depan, mulailah menyelesaikan utang-utang Anda dan melunasinya

 

Langkah 4: Mencari Penghasilan Sendiri

Selain melunasi utang bersama, kini Anda juga menjadi seorang pribadi mandiri yang harus mencari penghasilan sendiri. Anda tidak dapat lagi mengandalkan pasangan Anda untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda.

Anda dapat memulainya dengan mencari berbagai pekerjaan atau jika Anda memiliki anak, Anda dapat mencari pekerjaan sambilan yang dapat dilakukan di rumah, seperti contohnya membuka jasa katering atau kue kering.

Anda juga bisa memulai bisnis atau belajar berinvestasi demi membiayai kebutuhan Anda dan anak.

 

Langkah 5: Memulai Pengaturan Keuangan yang Baru

Setelah Anda mengetahui kondisi keuangan Anda sekarang dan mulai melunasi utang-utang, Anda dapat memulai kehidupan keuangan yang lebih baik untuk menghindari munculnya utang baru.

Caranya adalah dengan membuat anggaran bulanan yang sesuai dengan penghasilan Anda.

Merencanakan keuangan merupakan tugas yang berat bagi beberapa orang, namun Anda dapat meminta bantuan profesional seperti perencana keuangan Finansialku untuk membantu Anda mengatur keuangan Anda.

Segera hubungi perencana keuangan Finansialku dengan cara menghubungi kami melalui formulir online, telepon (022-20565890) atau email (solusi@finansialku.com).

Kini Anda juga perlu bertanya pada diri Anda sendiri, apakah Anda membutuhkan pekerjaan dengan penghasilan lebih? Apakah Anda perlu mencari pendidikan lebih? Apakah Anda perlu mencari tempat tinggal yang lebih murah biayanya? Apakah Anda memerlukan bantuan untuk mengurus anak?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menunjukkan target finansial Anda. Anda akan mengetahui seberapa besar uang yang Anda butuhkan untuk menjalani hidup dalam jangka panjang, dan Anda perlu mencari solusi untuk mencapai target finansial tersebut.

 

Langkah 6: Mempersiapkan Masa Depan Anak

Meski Anda telah menjadi seorang single parent, bukan berarti tanggung jawab Anda sebagai orangtua telah selesai.

Seperti Anda ketahui, kehidupan anak harus tetap berjalan apapun yang terjadi. Oleh karena itu, Anda perlu tetap menanggung seluruh biaya anak, misalnya biaya hidup, biaya pendidikan, dan sebagainya.

Apabila terjadi perceraian dalam sebuah keluarga, maka seyogyanya kedua belah pihak (mantan istri dan mantan suami) tetap memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan si anak. 

Sudah Siap Jadi Single Parents Cara Mengatur Keuangan Menentukan Masa Depan Finansialku 2

[Baca Juga: 5 Ide Usaha Sampingan Untuk Ibu Rumah Tangga (Salah Satunya Makanan Ringan)]

 

Apabila terjadi demikian, maka Anda dapat mengikuti panduan hukum berikut ini:

  • Pasal 41 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Pihak suami merupakan pihak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan si anak, apabila kemudian si bapak dalam kenyataannya tidak dapat memberi kewajiban tersebut, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut.
  • Pasal 149 huruf d juncto pasal 156 huruf d Kompilasi Hukum Islam (KHI) (berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 1991).
  • Bapak tetap berkewajiban memberi nafkah untuk anak menurut kemampuannya, sekurang kurangnya sampai anak tersebut dewasa dan dapat mengurus diri sendiri (21 tahun).
  • Istri dapat dibenarkan meminta kepada suami untuk tetap memberikan nafkah kepada nya untuk jangka waktu tertentu pasca perceraian, melalui mekanisme pengadilan.

 

Namun apabila pasangan meninggal, maka Andalah yang bertanggung jawab sepenuhnya menanggung biaya anak ini.

Biaya anak yang dibahas di sini meliputi seluruh kebutuhan hidupnya, dengan tujuan agar seluruh hak-hak si anak dapat terjamin dengan baik yaitu hak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

Anda bahkan harus tetap merencanakan masa depannya, misalnya saja mulai mempersiapkan biaya pendidikannya agar anak tetap bisa menyelesaikan pendidikannya hingga minimal jenjang perguruan tinggi.

Penasaran bagaimana caranya? Anda bisa dengan mudah memperoleh ebook tentang dana pendidikan ini. Anda bahkan bisa mengunduhnya secara GRATIS dari Finansialku:

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Download ebook-nya, GRATIS!!!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup.fusion-button.button-10 .fusion-button-text, .fusion-button.button-10 i {color:#ffffff;}.fusion-button.button-10 {border-width:0px;border-color:#ffffff;}.fusion-button.button-10 .fusion-button-icon-divider{border-color:#ffffff;}.fusion-button.button-10:hover .fusion-button-text, .fusion-button.button-10:hover i,.fusion-button.button-10:focus .fusion-button-text, .fusion-button.button-10:focus i,.fusion-button.button-10:active .fusion-button-text, .fusion-button.button-10:active{color:#ffffff;}.fusion-button.button-10:hover, .fusion-button.button-10:focus, .fusion-button.button-10:active{border-width:0px;border-color:#ffffff;}.fusion-button.button-10:hover .fusion-button-icon-divider, .fusion-button.button-10:hover .fusion-button-icon-divider, .fusion-button.button-10:active .fusion-button-icon-divider{border-color:#ffffff;}.fusion-button.button-10{width:auto;}Download Sekarang

 

Bekali Diri Anda dan Jadilah Single Parent yang Cerdas

Menjadi single parent bukan berarti hidup susah dan sengsara. Anda harus menjamin bahwa kehidupan Anda dan buah hati Anda tetap terjamin kini dan kelak.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mempersiapkan diri dengan cara membekali diri Anda dengan berbagai ilmu keuangan.

Dengan demikian, Anda dapat menjadi single parent cerdas yang mampu mempersiapkan anak-anak hingga mereka mandiri.

Di era informasi yang semakin maju, tentunya tidak sulit mencari bahan pembelajaran, Anda dapat mencarinya di internet seperti ebooks, blog, atau bahkan aplikasi perencana keuangan seperti Finansialku.

 

Apakah Anda mengetahui cara mengatur keuangan bagi single parent lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ulfa Sekar. 2 Agustus 2018. Jangan Mau Bangkrut Usai Bercerai, Atur Keuanganmu dengan 5 Cara Ini. Moneysmart.id – https://goo.gl/Xyk41W
  • Jennifer Wolf. 22 Agustus 2016. Money Management 101 for Single Parents Going it Alone. Thespruce.com – https://goo.gl/GxNxRY
  • Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC. 05 Mar 2012. Biaya Anak Pasca Perceraian, Siapa yang Menanggung? Finance.detik.com – https://goo.gl/zGugN6
  • Admin. 16 Juli 2016. Mengurus Klaim Asuransi Jiwa? Ini Caranya! Futuready.com – https://goo.gl/3tBuen
  • Admin. 4 September 2014. Pembagian Harta Bersama Jika Terjadi Perceraian. Hukumonline.com – https://goo.gl/zYbDTh
  • Admin. 23 September 2005. Pembagian Harta Gono Gini. Hukumonline.com – https://goo.gl/gmzKPz

 

Sumber Gambar:

  • Single Parents – https://goo.gl/oqSWFM
  • Single Parents 2 – https://goo.gl/4BVF82
  • Single Parents 3 – https://goo.gl/sMQ6rF
KATEGORI ARTIKEL