Rp 9,9 Miliar, Dana Hibah Bekraf untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Rp 9,9 Miliar, Dana Hibah Bekraf untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah mengucurkan dana sebesar Rp 9,9 miliar untuk program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) pada tahun 2017 dan 2018 yang disalurkan sebagai hibah kepada pelaku ekonomi kreatif. Tahun ini, Bekraf kembali membuka pendaftaran program bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo menyatakan BIP mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Tiap penerima program BIP berhak mendapatkan dana hibah sebesar Rp 100 juta. Bekraf telah memberikan program kepada 34 penerima pada tahun 2017 dan 42 penerima untuk tahun lalu.

“Insentif berupa dana bagi pelaku usaha kreatif yang lolos kurasi untuk peningkatan kapasitas usaha,” kata Fadjar dalam keterangannya, Kamis (23/5/2019) di Jakarta.

Fadjar menjelaskan, BIP berbeda dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bantuannya berupa subsidi bunga. Proses seleksi pelaku usaha ekonomi kreatif sangat ketat yaitu administrasi, presentasi substansi, wawancara, verifikasi, dan rencana anggaran belanja. Dia mengungkapkan, setiap penerima program BIP punya kewajiban untuk memberikan laporan keuangan selama enam bulan sekali dalam jangka waktu lima tahun.

“Yang kami tuntut adalah realisasi dan dampak, penggunaan bantuan harus punya efek berkelanjutan pengembangan usaha,” ujar Fadjar.

Menurutnya, profesionalitas dalam pengelolaan usaha bakal membuka kesempatan baru pelaku usaha bagi akses permodalan lewat lembaga finansial. Bekraf juga menegaskan sanksi teguran tertulis serta sanksi hukum jika terjadi penyelewengan.

Tahun ini, Bekraf membuka pendaftaran mulai 23 mei hingga 12 Juni lewat http://bip.bekraf.go.id/. Saat ini, program BIP baru menyasar subsektor pengembangan aplikasi digital, gim, fashion atau kriya, kuliner, serta film. Dalam laman resmi pendaftaran, sebanyak 28.236 pelaku usaha kreatif telah melakukan pendaftaran. Pendaftar terbanyak masih berada di Pulau Jawa yang jumlahnya lebih dari setengahnya. Sementara itu, wilayah yang pendaftarnya di atas seribu orang luar Pulau Jawa adalah Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL