Rita Purnamasari, Atlet Lari dari Ujung Kalimantan yang Hidup di Tengah Kemiskinan

Rita Purnamasari, Atlet Lari dari Ujung Kalimantan yang Hidup di Tengah Kemiskinan

Indonesia tak hanya kaya dengan hasil buminya, namun juga sumber daya manusianya. Buktinya, di kota-kota kecil banyak tersimpan mutiara yang bisa membanggakan bumi pertiwi. Seperti Lalu Muhammad Zohri yang beberapa waktu silam memenangkan perlombaan lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.

Sama halnya dengan Zohri, di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah ada gadis manis yang juga merupakan atlet lari. Sebut saja ia Rita Purnamasari. Di usianya yang masih sangat muda ini, ia sudah meraup banyak medali di beragam perlombaan lari. Namun sayangnya, nasibnya tak seberuntung atlet lainnya. Jadi seperti apa kehidupan dari Rita Purnamasari ini?

Berasal dari keluarga yang kurang mampu

Gadis yang bersekolah di salah satu SMK di Kota Kuala Pembuang tersebut merupakan anak kesembilan dari Bapak Marsidi dan Ibu Muslimah. Bapak Marsidi menghidupi istri dan sebelas anaknya dengan berprofesi sebagai tukang cetak bata merah.

Berasal dari keluarga kurang mampu [Sumber Gambar]
Ya meskipun hasilnya tak seberapa, namun hebatnya ia tetap bisa memberi makan dan juga mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Sedangkan sang ibu masih belum diketahui apa pekerjaannya selama ini. Wah, cukup hebat ya perjuangan Pak Marsidi menghidupi keluarganya..

Tinggal di rumah reot yang hanya berukuran 4×4 meter

Dengan keterbatasan keuangan yang dimiliki, membuat Pak Marsidi sekeluarga harus rela tinggal di tempat yang seadanya. Kini, Rita bersama kedua orangtua dan sebelas saudaranya bertempat tinggal di rumah yang ukurannya hanya 4×4 meter.

Kondisi rumah Rita [Sumber Gambar]
Bahkan tak hanya itu, kondisi rumahnya pun juga cukup memprihatinkan. Dindingnya terbuat dari kayu yang sudah mulai rapuh. Atapnya hanya berasal dari daun rumbia yang ditumpuk-tumpuk dan sudah mengering akibat terkena panas serta hujan setiap harinya. Ditambah dengan keadaannya yang sudah mulai reot karena tak pernah diperbaiki.

Rita tak minder cetak prestasi meskipun berasal dari keluarga yang kurang berada

Kondisi yang dialami oleh Rita dan keluarga ini tidak membuatnya patah semangat sedikitpun. Dilansir dari akun facebook Yuni Rusmini, Rita selalu berusaha untuk terus mencetak prestasi guna mengharumkan nama diri sendiri dan juga keluarga. Ia terus berlatih dan berlatih tanpa kenal lelah demi memenangkan semua pertandingan lari.

Rita terus cetak prestasi [Sumber Gambar]
Berkat usahanya selama ini, gadis berwarna kulit sawo matang ini sudah meraih enam medali emas, dua perak dan perunggu di ajang lari 10 km. Terakhir, ia menjadi pelari pertama yang sampai ke garis finish di acara HUT ke 59 Kabupaten Kobar. Sejak saat itulah sosok Rita mulai mendapat sorotan dari banyak pihak, khususnya Bupati Seruyan.

Sempat luput dari perhatian pemerintah setempat

Sebelum membahas tanggapan dari pemerintah, kita ulas dulu curhatan dari remaja kelas X ini. Bersumber dari borneonews.co.id, Rita mengaku kalau dulu ia tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten soal cabang olahraga yang ia jalani. Ia menyebutkan lagi jika wujud perhatiannya hanya berupa materi dan setelah itu tak ada lagi.

Sempat tidak mendapat perhatian pemerintah [Sumber Gambar]
Sempat menelan kecewa karena respon dari Pemerintah Kabupaten tak seindah yang dibayangkan. Tapi, Rita tidak mau berlarut-larut, ia tidak akan menyerah sampai kapanpun untuk mencetak prestasi. Hanya dengan cara ini ia bisa membanggakan semuanya, khususnya keluarganya.

Respon Bupati Seruyan yang cukup menggembirakan

Setelah mengetahui ada mutiara terpendam di Kabupaten Seruyan, Sang Bupati yaitu Yulhaidir langsung memberikan hadiah tak terduga untuk Rita dan juga keluarga. Dikutip dari borneonews.co.id, Yulhaidir menginstruksikan dinas terkait untuk menangani rumah Rita.

Bupati Seruyan perbaiki rumah Rita [Sumber Gambar]
Ia menginginkan kediaman atlet berprestasi ini segera diperbaiki supaya Rita beserta keluarga bisa tinggal dengan nyaman di rumahnya sendiri. Sehingga Yulhaidir meminta orangtua Rita untuk segera menunjukkan surat tanah sebagai tanda kepemilikan.

BACA JUGA : Perjuangan Keras 5 Atlet Lari Dunia Asal Indonesia Ini Bikin Rakyat Berurai Air Mata

Kisah mutiara dari Kalimantan Tengah ini memang cukup menginspirasi. Di kala ekonomi keluarga sedang kembang kempis, Rita pantang menyerah untuk mewujudkan cita-citanya sebagai atlet lari. Hasilnya, ia bisa memberikan kado terbaik bagi keluarganya yaitu sebuah rumah nyaman yang diidam-idamkan selama ini. Semangat dari Rita ini perlu kita contoh, semua usaha yang dilakukan berdasarkan niat baik, pasti akan berbuah manis. Tetap semangat Rita, teruslah berkarya dan harumkan nama bangsa.

KATEGORI ARTIKEL