Mengenali Programmer Palsu pada Proses Rekrutmen Kerja

Mengenali Programmer Palsu pada Proses Rekrutmen Kerja

Kebutuhan perusahaan terhadap tenaga programmer memang meningkat akhir-akhir ini. Karena proses digitalisasi sangat membutuhkan peran programmer untuk membangun sistem yang tepat. Setiap perusahaan membutuhkan keahlian programming yang berbeda untuk mendukung proses bisnis secara maksimal. Sayangnya, hal tersebut dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang mengakui menguasai keahlian programming. Bahkan, para programmer palsu tersebut sering kali lolos proses rekrutmen secara mulus.

Perusahaan harus lebih cermat mengenali programmer palsu sejak proses rekrutmen berlangsung.

Ulasan berikut ini akan membantu Anda untuk meminimalkan risiko perekrutan programmer palsu:

Mencermati Pengalaman Kerja

Sumber: Pulse

Cara paling mudah untuk mengidentifikasi kemampuan programmer adalah melihat pengalaman kerjanya. Seorang programmer yang mengaku berpengalaman pasti sudah pernah bekerja di beberapa perusahaan lain. Tak ada salahnya pula bila Anda meminta kontak referensi sang programmer untuk mencari tahu lebih banyak tentang kemampuan programmer tersebut.

Baca Juga: Selain Gaji, Ini 4 Pertimbangan Penting saat Mengevaluasi Tawaran Kerja

Kualifikasi Berlebihan Tidak Selalu Baik

Sumber: workopolis

Biasanya programmer palsu sering mencantumkan kemampuan menguasai bahasa pemrograman secara berlebihan. Padahal, menguasai banyak bahasa pemrograman justru merupakan hal mustahil. Programmer senior pun biasanya hanya fokus pada beberapa bahasa pemrograman saja. Jadi, jangan langsung terpukau dengan keahlian bahasa pemrograman yang dicantumkan pada Curriculum Vitae (CV).

Melibatkan Staf Ahli Programming

Sumber: E- Financial Careers

Untuk urusan kualifikasi khusus seperti programming, alangkah lebih baik jika proses rekrutmen melibatkan staf ahli programming. Sehingga staf ahli tersebut dapat mengajukan berbagai pertanyaan atau tes sederhana tentang programming. Seorang programmer pasti bisa menilai kemampuan programmer lainnya secara lebih akurat. Berbeda dengan staf HRD yang lebih mudah terpukau dengan kepribadian pelamar kerja yang menarik.

Memberikan Tes Programming Sederhana

Sumber: Hygger

Sudah bukan zamannya lagi berkutat dengan psikotes yang bersifat formalitas. Kalau ingin mengetahui kemampuan calon karyawan bidang programming, sebaiknya perusahaan langsung mengadakan tes sederhana. Pastikan bahwa sang programmer benar-benar mampu menciptakan program sederhana sesuai ketentuan tes yang sudah ditetapkan. Seorang programmer palsu tentu akan kesulitan menyelesaikan tes ini secara tepat.

Mengajukan Pertanyaan tentang Implementasi Coding

Sumber: The Next Web

Selain tes programming, pertanyaan tentang implementasi coding juga tak kalah penting. Anda harus mengajukan pertanyaaan tentang implementasi coding yang cocok bagi perusahaan. Pertanyaan ini akan memberikan kesempatan bagi programmer untuk menunjukkan kemampuan analisisnya. Jawaban yang tepat dan kreatif adalah bahan pertimbangan terbaik sebelum mempekerjakan sang programmer.

Jadi, jangan sampai perusahaan merugi dan buang waktu karena mempekerjakan programmer palsu. Kalau Anda terlibat dalam proses rekrutmennya, lakukan penilaian secara cermat agar bisa mendapatkan programmer berkualitas.

KATEGORI ARTIKEL