Gawat! Prediksi Dolar AS Meroket Hingga Rp17.000

Gawat! Prediksi Dolar AS Meroket Hingga Rp17.000

Kabar tak sedap terdengar lagi, Pakar fengsui Suhu Yo memprediksikan jika rupiah akan merosot di tahun 2019. Kenapa bisa?

Mari simak penjelasan berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Prediksi Dolar AS Terus Tekan Rupiah

Belum lama masyarakat Indonesia merayakan euforia perayaan malam tahun baru, dan sekarang di cengangkan dengan pemberitaan nilai tukar rupiah yang akan mengalami keterpurukan.

Suhu Yo salah satu pakar fengsui beranggapan jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tahun 2019 akan  terus tertekan, bahkan bisa menyentuh Rp17.000. Di tahun Babi Tanah ini menurut Suhu Yo, akan ada beberapa sentimen yang mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Suhu Yo melihat jika tahun politik kali ini menjadi sentimen utama yang harus diwaspadai terhadap nilai tukar rupiah.

Gawat! Prediksi Dolar AS Meroket Hingga Rp17.000 02 Dolar dan Rupiah 2 - Finansialku

[Baca Juga: Dato Sri Tahir Jual Dolar Sebesar Rp2 Triliun Demi Membangkitkan Rupiah]

 

Seperti dilansir oleh Finance.detik.com, Selasa (1/1/19) Suhu Yo mengatakan:

“Waktu tahun lalu 2018 saya prediksikan dolar (AS) Rp 15.000 orang-orang pada ketawa. Sekarang ternyata benar. Sekarang bisa (tembus) Rp 17.000 dolar (AS).”

 

Suhu Yo pun menambahkan, terlebih di tahun politik ini banyak investor yang enggan untuk berinvestasi di properti dan menyimpan uangnya di bank. Suhu Yo menambahkan:

“Apalagi bulan keempat Pemilu ini, itu semua orang sudah mulai ketakutan. Mereka tidak mau investasi properti, tidak mau simpan uang di bank. Mereka pegang bank note, pegang dolar. Sehingga dolar makin melambung, emas juga makin melambung.”

 

Nilai tukar rupiah akan ambruk hingga Rp17.000 per dolar AS bila tidak ada upaya dan penjagaan secara serius, karena tahun ini orang-orang diprediksi akan menarik dananya besar-besaran dari bank. Suhu Yo menjelaskan:

“Rupiah akan ambruk, mudah-mudahan jangan sampai Rp17.000. Kalau sampai tidak dijaga Rp17.000 masuk ini. Tapi seandainya Rp16.000 juga masih masuk. Karena pelemahan itu banyak orang semua tarik uang. Jadi yang terjadi keuangan Indonesia dolar makin meningkat, rupiah makin melemah.”

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Antisipasi Pelemahan Terhadap Rupiah

Suhu Yo pun memberikan saran agar pelemahan Rupiah hingga Rp17.000 tidak terjadi, setidaknya para pemilik modal atau orang-orang berduit harus diberikan kepastian serta rasa aman untuk bisa menyimpan uangnya di dalam negeri.

Selain itu, para pengusaha atau investor juga harus dirangkul dan diberikan kemudahan yang lebih baik dalam berusaha. Suhu Yo menuturkan:

“Antisipasi yang punya uang cerita cuma dua, kasih kami aman supaya kami tidak usah tarik uang ke luar negeri atau simpan uang di bawah bantal. Kasih kami aman supaya kami bisa usaha. Pengusaha kecil memang di-support. Dari investor rasa amannya harus betul-betul dibikin adem semua supaya ekonomi bagus.”

 

Sejalan dengan Suhu Yo, Ekonom Core Piter Abdullah melihat rupiah masih akan alami tekanan khususnya di semester I-2019.

 

Tak Hanya Sentimen Politik, Sentimen Eksternal Turut Melemahkan Rupiah

Jika menurut Suhu Yo, yang akan sangat berpengaruh terhadap pelemahan nilai tukar rupiah adalah sentimen politik, Piter Abdullah beranggapan lain, pelemahan terjadi masih disebabkan oleh pengaruh suku bunga the Fed serta perang dagang AS dan Tiongkok. Dikutip dari Nasional.kontan.com, Rabu (2/1/19):

“Sumber tekanan masih akan tetap sama yaitu kenaikan suku bunga the fed dan ketidakpastian yg antara lain dipicu oleh perang dagang AS dan Tiongkok,”

 

Meski kenaikan suku bunga The Fed memang tidak akan sekencang 2018, namun cukup kuat untuk mengguncang Rupiah. Apalagi kondisi domestik masih akan diwarnai oleh defisit transaksi berjalan. Piter menjelaskan:

“Defisit transaksi berjalan merupakan indikasi struktur ekonomi kita yg rentan. Ada sedikit saja gejolak global ekonomi dan rupiah kita dengan cepat terdampak.”

 

Piter pun menambahkan jika rupiah sering dipengaruhi oleh isu jangka pendek seperti saat ini dengan data pertumbuhan manufaktur Tiongkok yang melambat. Secara langsung menyebabkan pelemahan diberbagai bursa dan juga nilai tukar.

Jika Anda khawatir dengan kondisi keuangan Anda di tahun 2019 ini, Anda dapat menggunakan Aplikasi Finansialku untuk membantu merencanakan, mengelola dan mengatasi berbagai masalah keuangan dengan mudah.

Anda dapat download Aplikasi Finansialku melalui link dibawah ini atau melalui Google Play Store. Selamat mencoba.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bagaimana tanggapan Anda mengenai prediksi dolar tersebut? Bagikan tanggapan Anda pada kolom komentar.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, Terima kasih!

 

Sumber referensi:

  • Hestianingsih. 1 Januari 2019. Duh! Dolar AS Diprediksi Makin Perkasa Tembus Rp 17.000. finance.detik.com – https://goo.gl/mVUKfV
  • Benedicta Prima. 2 Januari 2019. Ekonom: Rupiah akan terus alami tekanan khususnya semester I-2019. Nasional.kontan.com – https://goo.gl/4YfrWG

 

Sumber Gambar:

  • Dolar dan Rupiah – https://goo.gl/dQYzM6
  • Dolar dan Rupiah 2 – https://goo.gl/GJriHA

 

KATEGORI ARTIKEL