Pinjaman Dana Darurat: Apakah Bijak Meminjam Uang Untuk Dana Darurat?

Pinjaman Dana Darurat: Apakah Bijak Meminjam Uang Untuk Dana Darurat?

Kira-kira, bijak atau tidak ya kalau harus meminjam uang buat dana darurat? Lalu apakah bijak apabila pinjaman dana darurat digunakan untuk memenuhi kebutuhan?

Simak ulasannya melalui artikel Finansialku berikut ini dan dapatkan pemahaman lebih dalam soal pentingnya dana darurat serta cara mengumpulkannya. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa itu Dana Darurat?

Halo sahabat Finansialku! Apa kabar? Semoga dalam keadaan yang baik ya!

Hari ini kita akan membahas tentang “Meminjam uang untuk keperluan dana darurat, bijak atau tidak ya?”

Sebelum masuk ke dalam pokok pembahasan yang lebih dalam, kira-kira kamu sudah tahu belum apa itu dana darurat dan pentingnya sebuah dana darurat yang kita miliki?

Pinjaman Dana Darurat 02 - Finansialku

 [Baca Juga: Para HRD: 7 Alasan Pentingnya Dana Darurat untuk Karyawan di Perusahaan Anda]

 

Jika belum, maka kamu harus segera memahaminya karena peran dana darurat itu sangatlah penting!

Sebenarnya, penjelasan mengenai dana darurat secara lengkap bisa kamu dapatkan melalui salah satu ebook Finansialku.

Di dalamnya terdapat sejumlah pembahasan serta beberapa contoh dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga kamu bisa langsung mempraktikkannya.

Selain itu, kamu pun bisa mendapatkannya secara GRATIS tanpa dipungut biaya apapun. Menyenangkan bukan?

Maka dari itu, yuk segera download ebook-nya, dan rasakan manfaatnya!

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Eits, tapi belum tepat kalau kita tidak membahasnya melalui artikel ini. Mari kita langsung masuk ke pembahasan pertama!

 

Mengenal Dana Darurat

Sesuai dengan namanya, dana darurat adalah dana atau jenis simpanan yang memang hanya akan digunakan ketika terjadi kondisi darurat atau genting.

Kira-kira, apa saja keadaan yang disebut darurat dan membutuhkan dana simpanan ini?

Salah satunya adalah ketika seseorang tiba-tiba “dirumahkan” alias di PHK oleh tempat kerjanya karena alasan perampingan perusahaan.

Jika kamu mengalami PHK, apakah kebutuhan pribadimu sehari-hari tidak membutuhkan pembiayaan?

Tentu dapur di rumahmu tetap harus berasap bukan, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Memangnya anak dan istri tidak makan dan membutuhkan kebutuhan sehari-hari lainnya?

Contoh lainnya jika seorang kepala keluarga tiba-tiba mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak dapat bekerja lagi alias cacat tetap, apalagi kalau sampai meninggal. Tentu dana darurat ini sangat diperlukan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Contoh lainnya ialah jika kendaraan kamu yang tiba-tiba dicuri orang, bisa jadi sebuah kejadian yang membutuhkan dana darurat. Apalagi jika kendaraan itu adalah alat transportasi yang digunakan untuk bekerja dan melakukan aktivitas yang menunjang produktivitas kita.

Tentu dana darurat untuk membeli motor, setidaknya membayar uang muka harus terseia bukan?

 

 

Itu tadi pengertian dari dana darurat yang perlu kita pahami bersama termasuk contoh konkret yang bisa dibayangkan, jika seandainya kita tidak memiliki dana darurat.

Jadi, apakah dana darurat itu PENTING atau TIDAK PENTING? Kamu bisa jawab sendiri ya!

 

Pentingnya Mengetahui Jumlah Dana Darurat yang Dipersiapkan

Agar batin kita tetap tenang saat masalah genting tiba, ayo persiapkan dana darurat dari sekarang! Kita tidak tahu kan kapan keadaan darurat akan datang?

Lantas, bagaimana caranya mengumpulkan dana darurat dan berapa besarnya dana darurat yang harus dikumpulkan?

Setiap individu memiliki jumlah besaran dana darurat yang berbeda-beda, biasanya tergantung dari besarnya kebutuhan pengeluaran pokok dalam sebulan.

Karyawan Milenial Siapkan Dana Darurat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Lakukan 5+ Cara Mengumpulkan Uang untuk Utang dan Dana Darurat Demi Kesejahteraan]

 

Misalnya, seorang mahasiswa di satu universitas di kota tentu akan memiliki besaran dana darurat yang berbeda dengan seorang suami dengan satu istri yang bekerja di sebuah kota kecil.

Perbedaan status pernikahan juga melandasi perbedaan jumlah besaran uang dana darurat, apalagi jika pasangan yang sudah dikaruniai anak. Tentu dana darurat yang harus dipersiapkan akan jauh lebih besar daripada mereka yang masih melajang.

Jadi berapa besaran dana darurat yang harus dipersiapkan?

Berikut ini adalah jumlah ideal dana darurat yang dibutuhkan di dalam keuangan:

 

#1 Lajang (tidak memiliki tanggungan)

Jika kamu masih berstatus lajang dan tidak memiliki tanggungan, dana darurat yang ideal adalah sebesar 6 kali jumlah pengeluaran bulanan.

 

#2 Menikah (tidak memiliki anak)

Jika kamu sudah menikah tetapi belum memiliki anak, maka besaran ideal dana darurat adalah sebesar 9 kali jumlah pengeluaran bulanan.

 

#3 Menikah (memiliki anak)

Jika kamu sudah menikah dan memiliki anak, maka besaran ideal dana darurat adalah sebesar 12 kali jumlah pengeluaran bulanan.

 

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Kamu bisa pakai Aplikasi Finansialku lho untuk menghitung besarnya dana daruratmu. Caranya pun sangatlah mudah!

  1. Pastikan kamu sudah men-download aplikasinya melalui Google Play Store atau lakukan registrasi melalui pc.
  2. Setelah itu, buka aplikasinya dan pilih menu “Rencana Keuangan”.
  3. Klik simbol “+” pada bagian kanan bawah untuk menambahkan Rencana Keuangan dan pilih opsi “Dana Darurat”.
  4. Masukkan sejumlah data yang diperlukan, yaitu:
  1. Pengeluaran bulanan, misalnya Rp3.500.000.
  2. Status pernikahan, misalnya: Lajang

 

  1. Setelah itu klik “Hitung”, maka kesimpulan berupa dana darurat yang diperlukan pun akan muncul. Jumlah tersebut merupakan hal perhitungan dari data yang telah dimasukkan.

 

 

Dengan cara ini, kamu bisa mengatur keuangan dengan lebih jelas sehingga tidak mustahil untuk mempersiapkan dana darurat sambil meraih tujuan finansial lainnya.

 

Manfaat Dana Darurat

Sudahkah kamu mengumpulkan dana darurat?

Tentu kamu tidak mau kan mengalami kesulitan finansial karena musibah atau keadaan genting yang tiba-tiba datang menghampiri?

Tahukah kamu, setidaknya ada 2 manfaat dari tersedianya dana darurat yang kita kumpulkan sebelum musibah atau keadaan genting memporak-porandakan keadaan finansial kita.

 

 

#1 Tingkat Stres Terkontrol

Selain memberikan kita waktu untuk bernapas lega ketika keadaan genting melanda dan meringankan beban, dana darurat ini bermanfaat untuk menekan tingkat stres.

Bayangkan jika pikiran kita menumpuk permasalahan, ditambah lagi jika dana yang harus tersedia tidak ada. Tentu kita akan tambah stres dan malah jatuh sakit. Bukankah jadinya malahan menambah beban?

Dana Darurat Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Begini 10 Cara Hidup Sederhana Mempersiapkan Dana Darurat]

 

#2 Terhindar dari Utang

Opsi meminjam uang untuk memenuhi dana darurat memang bisa menjadi pilihan, apalagi jika tidak ada jalan lain yang bisa diambil. Tapi, alangkah lebih baiknya jika kita tidak meminjam uang bukan?

Suatu kali ada orang yang curhat ketika ia akan menagih utang dari temannya. Sang penerima utang malah lebih galak ketimbang sang pemberi utang. Kamu bisa lihat bagaimana sensitifnya uang dalam sebuah hubungan.

Bahkan dalam hubungan dengan orang terdekat pun, masalah uang bisa menjadi api yang merusak sebuah relasi.

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk bisa menyiapkan dana darurat, tanpa harus meminjam uang dari orang lain agar terbebas dari utang.

 

Pinjam Dana Darurat

Mengingat pentingnya memiliki dana darurat untuk keadaan genting yang tidak bisa kita prediksi sebelumnya, sekarang kita tiba pada pertanyaan, “Apakah bijak meminjam dana darurat?”

Pertanyaan ini muncul ketika kita sedang mengalami salah satu keadaan genting di atas tapi tidak memiliki dana darurat atau dana yang kita miliki tidak cukup.

Sebuah survei dari Federal Reserve di tahun 2018 tentang kesejahteraan ekonomi menunjukkan bahwa pada tahun 2017, 4 dari 10 orang dewasa masih mengatakan mereka tidak dapat menanggung dana darurat sebesar US$400 atau lebih dan mereka terpaksa untuk meminjam uang atau menjual sesuatu untuk membayar tagihan yang disebabkan oleh keadaan darurat.

Bagi mereka yang belum sedia payung ketika hujan tiba, tentu akan kesulitan.

Dana Darurat untuk Milenial 01 - Finansialku

[Baca Juga: Dengan Cara Ini, Dana Darurat dan Investasi Bisa Dipersiapkan Secara Bersamaan]

 

Jika masih ada asset yang bisa dijual, tentu akan sangat menolong, tapi tetap saja kita akan kehilangan asset itu, bukan?

Misalnya, ketika terjadi hal genting, kamu masih ada simpanan berupa deposito, emas, dan juga tanah yang bisa dijual. Deposito dan emas memang dapat dicairkan dengan cepat waktu yang relatif cepat.

Tapi jika itu berupa barang properti seperti tanah atau kepemilikan rumah, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencairkannya. Mengingat ini adalah keadaan darurat, bukankah kamu sedang butuh uang dalam waktu yang cepat?

Kembali ke pertanyaan semula, apakah bijak untuk meminjam uang demi memenuhi atau membiayai dana darurat?

Jika memang tidak ada jalan lain, meminjam dana darurat memang bisa menjadi sebuah pilihan.

Tapi tentu tidak sembarang meminjam kepada orang atau sebuah organisasi peminjaman uang yang malah menambah utang jadi bertumpuk, apalagi kalau meminjam kepada rentenir.

Bukannya meringankan masalah, tapi malah membuat masalah menjadi semakin lebih besar.

Meminjam kepada sanak keluarga atau kerabat sangat disarankan. Selain mereka adalah orang yang masih dalam hubungan keluarga, biasanya anggota keluarga atau kerabat dekat tidak akan meminta uang lebih atau pamrih sebagai ganti balas jasa.

 

Cara Mengumpulkan Dana Darurat

Gunakan cara ini untuk mengumpulkan dan daruratmu dari sekarang.

 

#1 Tetapkan Target Bulanan

Buat sendiri target bulanan yang bisa ditabung dari pendapatan bulananmu.

Biasakan untuk menabungnya di rekening terpisah dari rekening yang biasa kamu gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Jika ingin lebih simple, kamu bisa gunakan fasilitas auto-debet untuk mentransfer uangmu ke rekening tabungan dana darurat.

Jika Dana Darurat Belum Terpenuhi 02 Dana Darurat 2 - Finansialku

[Baca Juga: Begini Lho Fakta Menyimpan Dana Darurat Supaya Keuangan Anda Sehat Selalu]

 

#2 Jangan Sepelekan Uang Receh

Tentu kamu seiring mendapatkan uang receh berupa logam atau kertas yang nominalnya kamu anggap remeh. Tak jarang kita berikan kepada anak kecil atau untuk parkir, atau bahkan dibiarkan tergeletak di meja atau jika terbuang, tidak akan dihiraukan.

Eits, jangan sepelekan uang receh. Sebuah peribahasa mengatakan, “Sedikit-sedikit, lama kelamaan menjadi bukit.”

Peribahasa ini sangat bisa diimplementasikan dalam kehidupan menabung. Kumpulkan uang recehmu dan jangan anggap enteng uang kecil tersebut. Uang satu juta tanpa ada seratus Rupiah, tidak akan menjadi satu juta, bukan?

Setelah uang recehmu terkumpul sekian besar, kamu bisa tabung ke bank dan memasukkannya ke rekening tabungan dana darurat.

 

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

 

#3 Cek Uang Sisa Setiap Bulan

Bagaimana kamu mengatur uang bulananmu akan menentukan seberapa besar dana darurat yang bisa kamu kumpulkan.

Tak jarang yang bisa menahan nafsu untuk menggunakan uang sisa atau uang lebih di rekening saat akhir bulan.

Bersyukur ya…kalau masih ada sisa. Tapi, tetap saja menahan nafsu untuk membeli barang-barang keinginan adalah hal yang sulit untuk dilakukan.

Di mana ada niat, di situ ada jalan. Jika ada uang sisa di rekening saat akhir bulan, kamu bisa masukkan ke rekening dana darurat.

Fakta Menyimpan Dana Darurat Supaya Keuangan Anda Sehat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jika Dana Darurat Belum Terpenuhi 100%, Apakah Boleh Investasi Saham?]

 

#4 Potong Pengeluaran yang Tidak Perlu

Kamu akan mengetahui dengan sendirinya, mana pengeluaran yang memang harus dikeluarkan berdasarkan kebutuhan dan mana yang bisa dikurangi atau dipotong, bahkan dihilangkan karena bukan masuk kategori kebutuhan.

Jika kamu bisa menemukan setiap peluang itu, kamu bisa mengumpulkan lebih banyak dana daruratmu.

 

Satu Lagi Tentang Dana Darurat

Mengingat pentingnya dana darurat di saat genting, kamu sangat disarankan untuk menyimpan dana darurat pada tempat penyimpanan yang aman dan mudah untuk dicairkan.

Misalnya di rekening bank yang memiliki potongan biaya rendah atau tidak ada potongan sama sekali, menyimpan dalam bentuk deposito atau emas.

Selain itu ada juga yang menyarankan untuk menyimpannya dalam bentuk reksa dana pasar uang.

Segera kumpulkan dana darurat dari sekarang, jangan sampai kamu kelimpungan saat kondisi darurat menimpamu.

 

Sudahkah kamu mengumpulkan dana daruratmu? Berapa besarnya dana darurat yang kamu kumpulkan? Apakah menurutmu dana darurat bisa dipakai untuk investasi seperti saham? Berikan komentar dan pendapatmu pada kolom yang tersedia di bawah ini! Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 22 Maret 2012. Three Benefits of Emergency Savings. Godmoneyme.com – https://goo.gl/z59r3G
  • Admin. Emergency Fund: Why You Need One. Investor.vanguard.com – https://goo.gl/6pRmjB
  • Christy Rakoczy Bieber. 4 Desember 2018. Why Everyone Should Have An Emergency Fund. Creditkarma.com – https://goo.gl/JPqj4w
  • Rachel Cruze. A Quick Guide to Your Emergency Fund. Daveramsay.com – https://goo.gl/xXobTL
  • Spencer Tierney. 30 November 2017. Emergency Fund: What It Is and Where to Keep It. Nerdwallet.com – https://goo.gl/TckJfg
  • Siti Hadijah. 20 Desember 2017. Berapa Banyak Jumlah Dana Darurat yang Harus Dipersiapkan? – https://goo.gl/xMm6aS

 

Sumber Gambar:

  • Pinjaman Dana Darurat 1 – https://goo.gl/aiKvsK
  • Pinjaman Dana Darurat 2 – https://goo.gl/RAxb4e
KATEGORI ARTIKEL