3 Fakta tentang Milenial yang Mengubah Gaya Manajemen Perusahaan

3 Fakta tentang Milenial yang Mengubah Gaya Manajemen Perusahaan

Generasi milenial banyak menjadi topik perbincangan yang memengaruhi kondisi perusahaan. Ini terkait adanya perbedaan signifikan pada beberapa aspek termasuk sistem dan pendekatan manajemen.

Menjadi sosok independent dan keras kepala menjadi kesan yang cukup melekat pada kaum milenial. Tak ayal, pemimpin atau manajer perusahaan harus memberikan sedikit penyesuaian pada gaya manajemen perusahaan.

Berikut ini beberapa fakta tentang milenial yang menjadi alasan mengapa gaya manajemen perusahaan bergeser di era saat ini.

Banyak Fakta tentang Millennials yang Akhirnya Membuat Gaya Manajemen Perusahaan Berubah!

Selalu Ada Kata “Why?”

Bertanyalah Jika Tidak Paham & Lakukan Sebaik Mungkin Perintah AtasanBertanyalah Jika Tidak Paham & Lakukan Sebaik Mungkin Perintah Atasan
sumber: Pixabay

Perusahaan yang memiliki lintas generasi akan sangat merasakan perbedaan antara generasi milenial dan generasi sebelumnya atau sering disebut Gen X. Perhatikan saja ketika manajer memberikan proyek kepada karyawan generasi milenial dan karyawan Gen X.

Mereka yang termasuk Gen X akan langsung mengangguk dan berkata “Oke akan saya kerjakan!” tanpa meminta penjelasan lain. Berbeda dengan karyawan yang datang dari kaum milenial yang akan bertanya banyak hal sebelum mengerjakannya.

Kondisi ini sering menjadi konflik di perusahaan. Gen X merasa terhambat ketika karyawan milenial yang berpengalaman minim namun banyak bertanya dan menggali informasi. Mereka memang haus akan rasa penasaran. Ini yang akhirnya menjadi alasan para manajer menerapkan pendekatan yang sudah diimprovisasi.

Memberikan clue tentang proyek yang akan dikerjakan akan membantu mereka untuk melihat gambaran besar dari tujuan perusahaan, dan seberapa jauh kontribusi mereka atas proyek tersebut.

Saat Startup Culture Menjadi Parameter

Sumber: startupmuse

Masuk ke dalam perusahaan dengan budaya tradisional, membuat fakta tentang milenial lainnya terungkap. Mereka menginginkan startup culture melekat pada lingkungan kerja yang mereka miliki.

Bukan hanya soal peraturan yang lebih fleksibel, tapi juga tentang ruang kreatifitas yang kesannya tidak berbatas. Banyak perusahaan startup memberikan kepercayaan kepada kaum muda yang kreatif untuk memegang posisi penting di perusahaan tanpa menjadikan pengalaman sebagai sesuatu yang mutlak.

Daya tarik pekerjaan, fleksibilitas, career path yang tidak terbatas, juga ruang kreatifitas yang lebih luas menjadikan startup culture sebagai parameter kaum milenial membentuk pekerjaan ideal.

Baca Juga: Strategi Mengelola Tim Virtual yang Efektif dan Produktif

Mereka Haus Akan Feedback

Sumber : Info Namina Kiky

Fakta tentang milenial menyebut mereka senang dengan sesuatu yang lebih fleksibel. Tapi mereka lebih senang dengan feedback membangun yang berharga. Mereka tidak suka hanya mendapatkan perintah. Mereka juga tidak begitu saja menerima hal mutlak dalam pekerjaannya.

Ketika manajer memberikan tugas, karyawan milenial lebih senang mendengar kata brainstorming daripada bekerja sendiri dan menyajikan hasil akhir. Proses brainstorming menjadi situasi favorit mereka untuk mendapatkan feedback untuk menghasilkan sesuatu yang melebihi ekspektasi.

KATEGORI ARTIKEL