Pertumbuhan E-commerce di Indonesia 500%

Pertumbuhan E-commerce di Indonesia 500%

youngster.id - Perkembangan e-commerce di Tanah Air semakin pesat. Hal itu terlihat tren dalam empat tahun terakhir perusahaan yang memasarkan produknya di e-commerce terus meningkat secara signifikan.

Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia ( idEA), Ignatius Untung S mengatakan, pertumbuhan e-commerce di Tanah Air sangat drastis. “Pertumbuhan e-commerce sangat pesat, dalam empat tahun terakhir tumbuh mencapai 500%,” ucap Ignatius usai peluncuran Pasar idea baru-baru ini.

Menurut Ignatius, adanya pertumbuhan itu akan memberikan dampak dan pengaruh besar pada sisi transaksi penjualan/pembelian dalam e-commerce. Sebab, pengguna internet di Indonesia terbilang besar yakni sekitar 130 juta orang. “Indonesia diprediksi akan punya 12 miliar transaksi e-commerce di tahun 2020,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan saat ini, Indonesia sudah menempati posisi utama untuk pasar e-commerce kawasan Asia Tenggara dan diperkirakan akan menjadi market terbesar. Sisi lain, jika ditinjau atau dicermati lebih detail, transaksi per pengguna pada e-commerce masih sangat kecil. Inilah yang harus ditingkatkan ke depannya. “Data yang kami peroleh, rata-rata pembelanjaan per user selama setahun itu masih sekitar Rp1.000.000-an dan diprediksi sampai tahun 2023 sampai Rp1.500.000,” ungkapnya.

Namun Ketua idea ini juga mengungkapkan pengguna atau pembeli produk di e-commerce masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan transaksi secara offline. Angka transaksi di e-commerce secara online ini belum sebending dengan jumlah pengguna internet sekitar 130 juta orang. Karena hanya sebesar 11,5% yang menggunakan internet untuk bertransaksi dalam perdagangan elektronik.

“Kalau kita ngomong data transaksi online masih kecil sekali, masih single digit, masih dibawah 10% kontribusinya dibandingkan dengan total transaksi offline. Artinya, walaupun penggunannya sudah 11,5%, tapi kalau dari value transaksinya masih ketinggalan. Maka dari itu butuh upaya untuk bagaimana caranya orang bisa digenjot (lebih sering bertransaksi di e-commerce),” kata Ignatius lagi.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL