10 Cara Menambah Kepercayaan Diri Saat Menghadapi Wawancara Kerja

Salah satu proses untuk dapat diterima kerja adalah dengan mengikuti tes wawancara kerja. Tes tersebut biasanya untuk menentukan diterima atau tidaknya di perusahaan yang Anda lamar.

Maka dari itu sangatlah baik untuk bisa mempersiapkan wawancara dari sekarang. Karena menjadi langkah yang penting yaitu bertemu langsung dengan HRD atau pimpinan tak jarang banyak orang yang menjadi tidak percaya diri.

Bahkan ada pula yang sudah cemas di awal sehingga mempengaruhi perfom saat wawancara.

Tentunya Anda tidak menginginkan hal itu terjadi pada Anda bukan? Nah, agar hal tersebut tidak terjadi pada Anda berikut akan dipaparkan tentang.

Baca juga : 35 contoh pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya

10 Cara Menambah Kepercayaan Diri Saat Menghadapi Wawancara Kerja. Penasaran seperti apa ulasannya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Jangan Lupa Berdoa

menambah kepercayaan diri saay wawancara kerja

Sebelum Anda pergi ke tempat wawancara jangan lupa untuk berdoa. Minta kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dilancarkan selama prosesnya dan dimudahkan ketika menjawab pertanyaannya dari HRD atau pimpinan setempat.

Untuk Anda yang muslim bisa membaca ‘’Rabbisy syrahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam millisaanii, yafqahu qaulii.”

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” QS Thaahaa : 25-28.

Baca juga : 10 contoh cara cara menjawab soal jebakan wawancara kerja

Doa sebagai “senjata” Utama bahwasanya jika pekerjaan itu sudah menjadi rezeki dan takdir Anda yakinlah Alloh Akan memudahkan. Sebaliknya, jika tidak diterima tetap yakin pula akan ada rezeki lain yang lebih baik dari pekerjaan tersebut.

2. Berpenampilan Baik dan Sesuai

Biasanya salah satu penyebab tidak percaya diri adalah berkenaan dengan masalah penampilan terutama pakaian yang dikenakan.

Tentu hal ini perlu diperhatikan dengan seksama ketika pihak perusahaan memberitahu calon karyawannya untuk mengenakan pakaian yang rapi dan juga sesuai.

Biasanya standar pakaian untuk wawancara adalah menggunakan kemeja yang rapi beserta dasi(kondisional) celana panjang hitam berbahan kain beserta sepatu berwarna gelap.

Untuk wanita menggunakan pakaian kerja yang rapih boleh menggunakan rok kain hitam atau celana kain hitam dengan menggunakan high heels.

Namun, tetap Anda harus memperhatikan instruksi dari pihak pengundang wawancara karena ada pula yang tidak menggunakan standar pakaian kerja biasanya.

3. Membawa CV yang Lengkap

Walaupun biasanya data kita sudah ada di perusahaan tersebut, tetap saja Anda harus mempersiapkan CV yang lengkap.

Karena dengan mempersiapkan CV yang lengkap berarti Anda telah membangun pondasi kepercayaan diri. Beda halnya ketika tidak membawa CV, kemungkinan besar terjadinya rasa tidak percaya diri pun akan timbul.

Namun, jangan asal pula membawa CV dimana Anda menuliskan biodata ala kadarnya dan tidak memuat informasi yang penting berkaitan dengan pribadi atau keahlian Anda.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui tentang dasar-dasar membuat CV yang baik agar biodata yang dibawa nanti terlihat menarik dan Anda layak untuk diterima di perusahaan tersebut.

Jangn segan pula untuk mencari tahu tentang pembuatan CV itu lewat google atau bertanya kepada orang yang ahli dibidangnya.

Menarik disini bukan berarti lebay, penuh dengan ornamen-ornamen yang membuat data Anda tidak bisa terbaca. Karena itu, Anda bisa ‘’memainkan’’ design CV lewat layout yang sesuai dengan kepribadian Anda.

4. Jangan Datang Terlambat

Usahakan datang tepat waktu atau 10 menit sebelum wawancara dimulai. Hal ini untuk mengatasi keadaan agar tidak terjadi ketidakpercayaan dalam diri.

Datang terlambat ini memang pemicu terjadinya rasa tidak percaya diri sehingga bisa mempengaruhi performa Anda ketika wawancara.

Beda halnya dengan datang lebih cepat karena Anda bisa mempersiapkan materi atau jawaban yang kemungkinan akan ditanyakan ketika wawancara, selain itu juga bisa mempersiapkan diri agar bisa merapihkan pakaian atau melakukan aktivitas lainnya.

Namun, boleh jadi dengan datangnya Anda di awal waktu bisa menjadi nilai plus di matas HRD atau pimpinan perusahaan tersebut. Dan setidaknya, Anda telah menunjukkan semangat yang tinggi untuk bekerja di tempat tersebut.

Maka dari itu, agar tidak datang terlambat bisa meminta bantuan orang-orang di rumah untuk membangunkan Anda lebih pagi. Atau bisa pula menggunakan alarm di handphone dan juga jam walker yang Anda punya.

5. Berlatih Terlebih Dahulu

Ketika ada pemberitahuan tentang Anda lolos dalam wawancara di sebuah perusahaan, ada baiknya untuk berlatih terlebih dahulu tentang apa-apa saja yang biasanya selalu ditanyakan saat wawancara.

Jika perlu, Anda pun bisa mencari tahu jawabannya dengan cara melihat di mesin pencarian atau menanyakan langsung kepada seseorang Anda kenal diperusahaan tersebut atau kepada teman Anda yang berprofesi sebagai HRD.

Selain mempelajari tentang pertanyaan umum yang biasa ditanyakan ketika wawancara, Anda pun perlu mengetahui tentang visi misi perusahaan tersebut, sejarah, keunggulan, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, bisa melihat profil perusahaan biasanya lewat website atau media sosial lainnya. Nah, dengan mempersiapkan materi yang berkaitan dengan perusahaan, pihak perusahaan pun akan menilai tentang kesiapan serta kesanggupan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Dengan Berlatih terlebih dahulu, berarti telah menyiapkan dan meminimalisir diri dari rasa ketidakpercayaan diri.

Jika perlu ajaklah teman atau saudara Anda untuk melakukan role model. Dimana teman Anda menjadi pewawancara dan Anda menjadi pihak yang diwawancara.

6. Berpikir Positif tentang Sebuah Proses Wawancara

Boleh jadi Anda dan sebagian orang lainnya, menganggap bahwa wawancara adalah sesuatu yang menegangkan dan juga menakutkan.

Bila Anda setuju dengan penyataan di atas, maka sudah saatnya berpikir positif tentang wawancara itu sendiri.

Pikirkan bahwa wawancara itu sesuatu yang menyenangkan seperti mengobrol dengan ‘’teman’’ baru. Jangan pernah menganggap wawancara itu hal yang menakutkan apalagi jika berpikir bahwa wawancara itu seperti interograsi, lebih baik buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Wawancara pada dasarnya komunikasi antar dua arah. Dimana Anda dengan orang yang mewancarai terlibat pembicaraan yang menuntut keduanaya untuk aktif.

Karena itu, nikmati setiap apa yang ditanyakannya seperti Anda mengobrol dengan seorang teman atau keluarga.

Dengan berusaha untuk berpikir seperti itu, berart Anda sedang memupuk rasa percaya diri dalam diri serta menghilangkan rasa gugup yang hinggap dalam diri.

Percayalah, aktivitas wawancara pun akan terasa menyenangkan dan boleh jadi pertanyaan-peratanyaan baku yang biasanya ditanyakan saaat wawancara menjadi pertanyaan yang ringan dan juga tidak memberatkan diri Anda.

7. Perhatikan Body Language Anda ketika Wawancara

Agar nyaman saat diwawancara dan terlihat penuh percaya diri, maka Anda harus memperhatikan postur tubuh Anda.

Baca juga : 11 cara mempromosikan diri saat wawancara kerja apapun bidangnya

Posisi duduk yang baik ketika di wawancara adalah dengan menegakkan bahu dan duduk tegak karena dengan begitu suara Anda akan keluar dengan alami dibandingakn dengan membungkuk.

Selain bisa memperlancar Anda menjawab pertanyaan, duduk dengan tegap pun bisa memperlihatkan kepercayaan diri yang tinggi.

Jangan lupa untuk tersenyum dan bersemangat karena itu akan menjadi nilai positif dimata para pewawancara.

Perlihatkan diri bahwa Anda sangat layak untuk menduduk posisi di perusahaan tersebut dari getsur tubuh Anda yang penuh semangat dan penuh percaya diri.

7. Fokus Kepada Kelebihan yang Dimiliki

Untuk menambah rasa percaya diri saaat wawancara kerja yaitu dengan fokus pada kelebihan yang dimiliki. Jadikan hal tersebut sebagai ‘’modal’’ utama yang dimiliki agar Anda layak berada di perusahaan tersebut.

Pastinya, pihak wawancara yang menghubungi telah melihat adanya potensi yang luar biasa di dalam diri Anda.

Pada dasarnya wawancara itu sendiri sebagai ‘’ajang’’ pembuktian bahwa memang mereka tidak salah memilih Anda dan layak untuk menjadi karyawan di tempat tersebut.

Jika sudah begitu, tugas Anda sebenarnya hanya fokus kepada kelebihan yang dimiliki kemudian menceritakan serta mempresentasikan kepada pihak wawancara tersebut.

Jika saat menunggu Anda bertemu pula dengan ‘’rival’’ yang ‘’memperebutkan’’ posisi di perusahaan tersebut, maka jangan panik dan berpikiran macam-macam.

Jangan sampai Anda dicap ‘’kalah’’ sebelum ‘’berperang’’. Maka dari itu, fokuslah terlebih dahulu pada kekuatan yang dimiliki.

Jika hasil akhir, takdir Anda tidak ditempatkan di perusahaan tersebut, maka yakinlah masih ada kesempatan di tempat lain untuk bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri Anda.

Boleh jadi, dengan tidak diterimanya Anda di perusahaan tersebut, maka Anda perlu meningkatkan dan mengasah potensi tersebut.

9. Istirahat yang Cukup

Jika Anda terbiasa bergadang, sebaiknya pada satu hari sebelum wawancara Anda tidak tidur terlalu larut.

Jika tidur terlalu larut, maka akan mempengaruhi kesehatan serta penampilan Anda keesokan harinya.

Maka, sudah dipastikan bukan? Wajah yang tidak fresh serta terlihat lesu dan mengantuk bisa mempengaruhi kepercayaan diri Anda saat wawancara.

Tidur terlalu larut serta istirahat yan tidak cukup juga bisa mempengaruhi konsentrasi Anda saat wawancara.

Bisa dipastikan, apa yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari menjadi lupa dan tidak tersampaikan dengan baik.

Maka dari itu, usahakan untuk istirahat dengan cukup dengan cara tidur lebih awal dan jangan bergadang.

10. Bersyukur

Langkah berikutnya untuk menambah rasa percaya diri adalah dengan bersyukur. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan salah satu cara untuk terhindari dari stress dan juga terbebas dari pikiran negatif.

Anda bisa memulia bersyukur dari hal-hal kecil yang Anda rasakan ketika bangun pagi karena bisa bangun dengan nikmat sehat serta tubuh yang sehat.

Kemudian dilanjutkan dengan rasa syukur, pada hari itu Anda bisa sarapan terlebih dahulu serta datang ke tempat wawancara 15 menit sebelum wawancara dimulai.

Barulah dilanjutkan dengan bersyukur karena pada hari itu Anda mendapatkan kesempatan untuk wawancara kerja, dimana peluang mendapatkan posisi tersebut sangat besar.

Nah, dari bersyukur inilah maka Anda bisa menghilangkan perasaan negatif dan juga menghilangkan rasa tidak percaya diri yang dialami.

Dengan sikap syukur yang dimiliki, maka apapun hasilnya yang diterima nanti bisa dengan berlapang dada untuk menerimanya.

Penutup

Demikianlah informasi mengenai 10 cara menambah kepercayaan diri saat menghadapi wawancara kerja.

Jangan luap sebelum Anda datang ke tempat wawancara perhatikan dan praktekkan cara di atas dengan seksama dan juga teliti.

Semoga, apa yang tertulis di atas bisa menambah pengetahuan dan pembelajaran yang berarti saat Anda diwawancara.

Jika Tuhan berkehendak lain terhadap takdir Anda, terimalah dengan lapang dada dan jangan pantang menyerah. Teruslah mengasah diri untuk bisa lebih baik dari sebelumnya. Semoga sukses.

KATEGORI ARTIKEL