Kisah Mantan Kuli Bangunan yang Kini Sukses Bangun Masjid dan Rumah Tahfiz Al-Qur’an

Kisah Mantan Kuli Bangunan yang Kini Sukses Bangun Masjid dan Rumah Tahfiz Al-Qur’an

Banyak dari mereka yang sukses dalam profesinya sebagai pengusaha besar, mengawalinya dari bawah dan benar-benar dar hal yang kecil. Tak jarang, para pebisnis ini sempat merasakan hidup susah di masa lalunya. Alih-alih menyerah, mereka justru bangkit dan menuai sukses di masa depan. Inilah yang kini dialami oleh sosok pengusaha bernama Muhammad Basir Bani.

Dilansir dari laman makassar.sindonews.com, ia merupakan pengusaha properti yang dulu sempat mengalami pahitnya hidup dengan menjadi seorang kuli bangunan. Profesi itu ia lakoni demi menyambung hidupnya. Terlebih, ia juga harus putus sekolah saat menginjak bangku kelas 2 SMP karena kedua orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Tak lagi meneruskan pendidikan, bekerja serabutan pun menjadi pilihannya.

Sempat merasakan putus sekolah dan hidup susah di masa lalu [sumber gambar]
Berbagai profesi pun dilakoninya dengan kesabaran yang luar biasa. Mulai dari kuli bangunan, lalu kernet mobil, penjual roti, hingga pelayan warung makan mie titti. “Saya dulu putus sekolah di SMP kelas 2. Sejak itu saya kerjanya banyak. Mulai dari kuli bangunan,” ungkapnya sepert yang dikutip dari makassar.sindonews.com. Hebatnya, Basir justru bercita-cita mendirikan masjid dan rumah tahfiz yang akan dipersembahkan kepada orang tua. Meski pada saat itu kondisinya tengah sulit-sulitnya. Niat ini dipegangnya dengan teguh karena ia percaya, Membangun Masjid juga bisa menyelamatkan kedua orang tua dan melancarkan rezeki. Setelah malang melintang sebagai kuli bangunan, Basir berhasil naik jabatan menjadi tukang.

Sukses merintis bisnis hingga menjadi pengusaha properti [sumber gambar]
Setelah menikah dengan istrinya yang bernama Rosdiana Gasa Dg Te’ne, keduanya kemudian memutuskan untuk membuka warung yang menjual bahan bangunan campuran dengan modal Rp300.000. yang ternyata berkembang pesat. Dari sinilah, Basir kemudian merambah profesi sebagai pemborong. Untuk menambah penghasilan, ia juga melakoni profesi sampingan menjadi seorang tukang ojek.

Awalnya ga’de-ga’de (warung) kecil. Setelah jadi pemborong dan tukang ojek, pada tahun 2011, saya merintis usaha PT Lurus Jaya Manngallei yang menjual bahan bangunan. Ga’de nya istri juga sudah maju menjadi grosiran. Jadi kami buat dua toko sekaligus,” ujarnya.

Sukses dirikan masjid dan rumah tahfiz yang menjadi cita-citanya dulu [sumber gambar]
Dari hasil menyisihkan pendapatannya selama bertahun-tahun, pasangan suami istri ini berhasil membangun 6 buah rumah yang menjadi cikal bakal berdirinya usaha lain di bidang perumahan. Sukses ini pun akhirnya mengantarkan Basir memasuki bisnis baru di bidang properti, di mana ia juga berhasil mengolah dana hasil penjualan rumah tersebut untuk membangun rumah 100 unit di Desa Jenetalassa Kecamatan Palangga, yang diberi nama Lurus Jaya Land.

Bisnisnya terus berkembang hingga menjadi LJ Land 2 dan telah membeli lahan yang sekarang menjadi Masjid dan rumah tahfiz. Saat inilah, Basir kembali teringat kembali akan mimpinya dulu membangun masjid, yang ia yakini dapat menyelamatkan kedua orang tua dan melancarkan rezeki. Meski pada saat ia sukses, bapak dan ibunya telah berpulang ke rahmatullah.

BACA JUGA: Kisah Mantan Ojek Payung yang Kini Sukses Kaya Raya dan Menjadi Ketua Ferrari Indonesia

Hidup susah di masa lalu, tak lantas membuat Basir berkecil hati. Justru dalam keadaan susah tersebut, ia memompa semangatnya dengan niat ingin membangun sebuah masjid. Kini semua telah terbukti dengan kesuksesannya sebagai pengusaha properti, dan juga cita-citanya mendirikan rumah ibadah bagi umat Islam yang tercapai. “Saya percaya niat membangun Masjid bisa menyelamatkan kedua orang tua dan melancarkan rezeki. Saat saya menjadi pengurus Masjid itu, rezeki kami luar biasa,” ujar Basri.

KATEGORI ARTIKEL