Jadi Orang Malas Ternyata Banyak Manfaatnya Menurut Sains

Jadi Orang Malas Ternyata Banyak Manfaatnya Menurut Sains

Mereka yang suka tidur siang atau menonton serial berjam-jam, sering merasa malu ketika dibandingkan mereka yang bangun jam empat pagi atau yang sempat lari pagi sebelum kerja.

Namun jika kamu tergolong orang malas, nampaknya sains berada di pihakmu. Kurangnya motivasi yang kamu alami justru bisa menguntungkan. Ketika kamu berkhayal atau beristirahat ternyata bisa meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

Nah, apa saja manfaat menjadi orang malas yang sudah terbukti secara penelitian dan ilmu pengetahuan?

Ini 5 Kelebihan Menjadi Orang Malas

Jarang Mengalami Burnout

Sumber : tallypress

Meskipun seseorang melabeli kamu sebagai pemalas, kamu tahu sebenarnya kamu hanya butuh istirahat. Tak ada orang yang bisa selalu siap dan bekerja keras setiap saat, baik di tempat kerja, di percakapan, atau di hubungan-hubungan interpersonal.

Dengan meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmatinya, serta mengizinkan diri sendiri bermalas-malasan, kamu mencegah pemborosan energi dan memforsir fokus diri. Ini hal yang penting. Karena jika kamu memaksakan diri, kamu bisa mengalami burnout atau kelelahan kerja parah yang berdampak serius.

Karena ketika kamu terlalu tegang atau penuh tekanan, kamu bisa mengalami kelelahan kronis, insomnia, dan kurangnya nafsu makan. Berbahaya kan!

Baca Juga: Perlu Diketahui, Memberi Jeda pada Pekerjaan Nyatanya Bukan Tanda-Tanda Orang Malas

Cukup Istirahat

istirahatistirahat

Selain lebih pandai dalam mencegah burnout, orang malas juga terbukti lebih cukup beristirahat dibandingkan dengan mereka yang melabeli diri pekerja keras. Ingat, manfaat istirahat sangat besar. Mereka yang beristirahat cukup memiliki ingatan yang lebih kuat, rentang perhatian yang lebih besar, stres yang menurun, lebih sedikit peradangan, dan bahkan lebih jarang sakit dan awet muda. Ini semua justru lebih baik bagi produktivitas secara jangka panjang.

Sebaliknya, kurang tidur bisa berakibat pada masalah-masalah kesehatan seperti penyakit jantung, sistem kekebalan tubuh yang melemah, depresi, dan kecemasan. Jadi, sebaiknya abaikan saja orang-orang yang menyebut kamu pemalas saat kamu memilih tidur lebih lama dari mereka.

Memiliki Fokus Rencana Jangka Panjang Lebih Kuat

lulus masa percobaanlulus masa percobaan
Sumber : Simpli Learn

Ketika kamu mengizinkan pikiranmu untuk berkeliaran ke mana-mana, kamu memikirkan mengenai masa depan dan rencana-rencana jangka panjang 14 kali lipat lebih sering dibandingkan ketika kamu memaksa diri untuk fokus.

Ini adalah hasil dari penelitian yang diterbitkan di jurnal Consciousness and Cognition. Karenanya, bila kamu memberikan diri waktu istirahat maka bisa berujung pada perencanaan gol yang lebih baik.

Memiliki Efisiensi Lebih Tinggi

Karena gol akhirmu adalah mengerjakan tugas secepat mungkin agar bisa beristirahat, maka sebagai orang malas, kamu biasanya akan bekerja lebih keras untuk bisa memaksimalkan efisiensi.

Dan bagi mereka yang memiliki ketakutan besar harus mengerjakan ulang tugas yang tidak sesuai ekspektasi atau standar, maka mereka memastikan diri tidak terburu-buru dan melakukan kesalahan. Jelas hal ini membutuhkan level efisiensi yang tinggi.

Memiliki Kecerdasan Emosional Lebih Baik

Sumber : lovemoney

Percaya atau tidak, menonton tayangan televisi tertentu selama berjam-jam, atau yang biasa disebut binge watching, ternyata bisa meningkatkan kecerdasan emosionalmu. Menurut studi University of Oklahoma, menonton tayangan drama (semisal Lost, The West Wing, dan Mad Men) mampu meningkatkan kemampuan mendeteksi orang lain. Menonton dan mengamati emosi karakter-karakter televisi ini sepanjang waktu bisa membuatmu lebih mudah berempati.

Jadi, tak perlu malu lagi disebut sebagai orang malas!

KATEGORI ARTIKEL