Lima Hal yang Perlu Diperhatikan saat Wawancara Kerja

Lima Hal yang Perlu Diperhatikan saat Wawancara Kerja

Persiapan yang baik adalah kunci sukses dalam banyak hal. Tidak terkecuali dalam wawancara kerja. Banyak pelamar tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi wawancara kerja. Akhirnya, mereka gagal bukan karena tidak layak, melainkan kurang persiapan.

Berikut ini lima hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan sebelum menghadapi wawancara kerja. Dan, ini bukan sekadar berpakaian yang rapi atau memberi senyum kepada pewawancara.

Pertama, cari tahu sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang dituju. Yang perlu Anda ketahui tidak sekadar alamatnya, tetapi juga bisnis yang digeluti. Carilah informasi melalui internet. Apabila mungkin, berbicaralah pada karyawan perusahaan yang dituju. Dengan demikian, Anda juga mendapatkan gambaran tentang budaya perusahaan dan hal-hal yang menjadi kebiasaan. Pengetahuan ini akan sangat membantu saat Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara.

Kedua, gunakanlah produk atau layanan dari perusahaan yang dituju. Hal ini memberikan Anda pengalaman sesungguhnya bersentuhan dengan perusahaan yang dituju. Sangat boleh jadi, Anda akan ditanya tentang produk atau layanan dari perusahaan. Anda tentu tahu kandidat mana yang akan dipilih, jika salah satu dapat menjelaskan pendapatnya tentang produk atau layanan yang dimaksud, sedang kandidat yang lain menyatakan tidak tahu sama sekali.

Ketiga, jangan terjebak oleh pertanyaan “Apakah kelemahan atau kekurangan terbesar Anda?” Menjawab “tidak ada”, selain terkesan amat jemawa, juga tidak akan pernah dipercaya. Namun, menjawab dengan sesuatu yang benar-benar Anda tidak berdaya juga kurang bijaksana. Lebih baik Anda menceritakan tentang kekurangan yang cukup umum ditemui, misalnya kemampuan berbicara di depan publik. Namun, jangan berhenti di situ. Sampaikan hal-hal yang Anda telah dan sedang lakukan untuk mengatasinya. Pastikan pula bahwa kekurangan itu bukan merupakan kompetensi inti pada posisi yang Anda tuju karena jika demikian sudah pasti Anda dianggap tidak layak.

Keempat, sedikit detail akan memberi kesan berbeda. Penguasaan fakta, angka, atau pendapat profesional hingga derajat tertentu akan sangat membantu untuk memberi kesan bahwa Anda kompeten. Pastikan Anda benar-benar menguasainya karena jika ditanya lebih lanjut Anda tidak dapat menjawab, kesan yang muncul justru menjadi negatif. Ketika dua kandidat memiliki kualifikasi yang sama, terkadang hal-hal kecil semacam ini dapat menjadi pembeda yang menentukan.

Kelima, ajukan pertanyaan yang “cerdas”. Meski tidak selalu, terkadang ada pewawancara yang memberi Anda kesempatan untuk bertanya. Jangan menanyakan hal-hal remeh seperti jam kerja. Manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa Anda sangat perhatian. Hal ini juga menunjukkan bahwa Anda melakukan persiapan matang sehingga mengetahui hal-hal terperinci tentang perusahaan yang dituju.

Foto: Shutterstock.com/jesterpop

KATEGORI ARTIKEL