Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan di Kalangan Pelajar

Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan di Kalangan Pelajar

youngster.id - Kredit Pintar mendorong pelajar dalam memainkan perannya melalui industri FinTech yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Ini merupakan upaya mendukung misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai inklusi keuangan sebesar 75% di Indonesia pada tahun 2019.

Untuk itu Kredit Pintar berbagi pengetahuan, pandangan, dan perkembangan dari Peer-to-Peer Lending dalam acara edukasi FinTech di Universitas Mataram.agar pelajar dapat menggunakan FinTech yang legal dan terdaftar di OJK sebagai platform dalam melakukan pemenuhan kebutuhan keuangan.

 “Melalui kegiatan edukasi ini, Kredit Pintar ikut berbagi ilmu mengenai financial technlogy (fintech) kepada mahasiswa disini dan menjadi tempat pemenuhan kebutuhan untuk kalangan pelajar. Selain partisipasi dari pelajar juga dapat mendorong inklusi keuangan di Indonesia, Kredit Pintar juga ingin memberikan semangat kewirausahaan agar dapat lebih banyak orang yang berkontribusi secara positif ke industri ini,” kata Randy Santoso, Senior Business Development Manager dari Kredit Pintar dalam keterangannya, Senin (22/4/2019).

Hingga saat ini, Kredit Pintar terus mendorong pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat dengan melayani lebih dari 1 juta nasabah masyarakat Indonesia dengan meyalurkan pinjaman lebih dari 3 Triliun hingga saat ini.

“Kami bersama teman-teman FinTech yang lain, tentunya yang sudah terdaftar oleh OJK terus berupaya untuk memaksimalkan edukasi mengenai FinTech ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelajar. Dengan adanya acara seperti ini, kami berharap partisipasi dari kalangan pelajar dalam mendukung perkembangan dari industri FinTech agar ekosistem ini dapat tumbuh secara berkelanjutan,” kata Randy.

Pada April 2019 lalu, OJK telah mencantumkan 106 perusahaan FinTech yang sudah terdaftar/legal pada Laman resmi OJK. Menurut OJK, pada 2018 lalu, perusahaan FinTech di Indonesia telah mengumpulkan total transaksi dari industri FinTech mencapai Rp 26 Triliun.

 “Melihat dari total transaksi dari industri FinTech, hal ini tentu merupakan bukti bahwa industri FinTech semakin diminati. Hal tersebut menjadi salah satu faktor untuk kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih memahami dan lebih cermat dalam menggunakan FinTech, khususnya penggunaan platform kredit multiguna,” pungkas Randy.

Kredit Pintar adalah platform Peer-to-peer/P2P lending yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam penilaian kredit sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) No. 77 Tahun 2016.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL