WASPADAI!!! 5 Penyebab Seorang Karyawan Kehilangan Penghasilan Bulanan

WASPADAI!!! 5 Penyebab Seorang Karyawan Kehilangan Penghasilan Bulanan

Pernahkah Anda terpikir jika kehilangan sumber penghasilan utama? Apakah Anda sudah memiliki sumber penghasilan cadangan atau solusi alternatif jika sampai terjadi kehilangan penghasilan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Penghasilan (Income) Ibarat Akar Pohon

Beberapa waktu lalu saya melihat sebuah video Dr. Sanjay Tolani yang membahas mengenai: “Apa yang terjadi jika kita kehilangan penghasilan bulanan?”

Sebagai seorang perencana keuangan, saya tertarik untuk membahas kasus tersebut.

Coba bayangkan cerita Pak Roy berikut ini:

Pak Roy adalah seorang karyawan swasta berusia 30 tahun di Jakarta. Beliau saat ini memiliki penghasilan Rp18 juta per bulan. Pak Roy memiliki seorang istri yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan seorang bayi baru lahir (new born baby).

Suatu saat ada berita besar, perusahaan tempat Pak Roy bekerja dibeli oleh kompetitor. Manajemen mengeluarkan peringatan, bahwa 60% karyawan akan di PHK.

Singkat cerita Pak Roy termasuk karyawan yang terkena PHK dan mendapatkan pesangon yang layak (baca: sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan).

Sekarang ini, Pak Roy tidak memiliki pemasukan tetap lagi, karena sudah di PHK.

 

Cara Hadapi Stres 05 Berpikir - Finansialku

[Baca Juga: Para Karyawan: Jangan Hanya Andalkan Uang Pesangon PHK, Tetapi Juga Dana Darurat!]

 

Lalu bagaimana solusinya untuk Pak Roy?

Silakan tinggalkan komentar Anda pada kolom komentar ya:

Menurut Anda apa yang sebaiknya dilakukan Pak Roy?

 

5 Penyebab Seorang Karyawan Kehilangan Penghasilan Bulanan

Selain PHK apakah ada hal-hal lain yang dapat menyebabkan seorang karyawan kehilangan penghasilan bulanan?

Tentu saja ada donk (banyak).

Kali ini saya akan ceritakan lima diantaranya dan juga solusi apa yang dapat Anda lakukan. Keren kan?

 

#1 Resign Kerja

Seorang karyawan akan kehilangan penghasilan jika mengajukan pengunduran diri (resign). Satu masalah utama yang menyebabkan seseorang karyawan resign adalah ketidakcocokan dengan atasan.

Banyak karyawan resign bukan karena meninggalkan perusahaan.

Banyak karyawan resign karena meninggalkan atasannya langsung.

 

Biasanya proses pengunduran diri terjadi, setelah sekian lama memendam rasa kecewa. Dan kekecewaan yang terpendam tersebut meledak, karena satu pemicu sederhana.

Pada saat itu, banyak orang kehilangan kendali atas dirinya dan mulai tidak obyektif dalam mengambil keputusan. Jadi resign kerja, padahal belum ada back up pekerjaan baru.

Urutan kejadiannya:

  1. Mengatakan resign, padahal belum ada back up.
  2. Baru sadar, kalau barusan keputusan yang emosional. Namanya resign tidak ada pesangon kan?
  3. Hidup dari tabungan yang ada (jika memang ada), sambal melamar pekerjaan.
  4. Berharap segera diundang interview dan mendapat pekerjaan baru.
  5. Jika kekurangan, biasanya mulai mencairkan Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan. Jika masih kurang berusaha hidup dari pinjaman (kartu kredit atau pinjaman online). Keuangan menjadi lebih kacau.

 

Solusi dari Melvin:

Dalam dunia pekerjaan, semua itu bisa terjadi. Permasalahannya kapan, kita tidak tahu.

Oleh sebab itu, saya sarankan milikilah dana darurat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Dana darurat atau boleh di bilang dana talangan, adalah dana yang disiapkan terpisah untuk memenuhi kebutuhan mendadak. Salah satunya adalah resign kerja.

Anda dapat menghitung kebutuhan dana darurat dengan menggunakan Aplikasi Finansialku. Berikut ini panduan untuk menghitung dana darurat:

 

Apakah Anda sudah memiliki dana darurat?

Jika belum, ayo donk mulai hitung kebutuhan dana darurat Anda dan mulai disiapkan.

 

#2 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Kasus kedua adalah Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. Saya tidak membahas lebih banyak, karena kasusnya mirip seperti cerita Pak Roy di atas.

Kira-kira apa solusinya?

 

Solusi dari Melvin:

Sama seperti kasus sebelumnya, harus memiliki dana darurat dalam jumlah yang cukup (tidak lebih dan tidak kurang). Makanya perlu dihitung!

 

#3 Hidup, tetapi Sakit Keras Berkepanjangan

Selain dua kasus di atas, ada juga kondisi karyawan yang HIDUP, tetapi mengalami SAKIT KRONIS BERKEPANJANGAN (atau mengalami disfungsi organ tubuh).

Cara Hadapi Stres 04 Jantung Berdegup - Finansialku

[Baca Juga: 7 Tips Memilih Asuransi Jiwa Untuk Karyawan, Agar Anda Sekeluarga Tetap Terlindungi (Meski Sudah Resign)]

 

Coba deh pikirkan hal ini:

  1. Jika ada seseorang di kantor Anda mengalami sakit cancer dan harus menjalani perawatan kemoterapi selama 5 bulan, kira-kira apakah tempat kerja Anda masih mau menerima kerja?
  2. Jika tidak, maka artinya karyawan akan dirumahkan (baca: pensiun dini). Ketika seseorang pensiun dini, apakah orang tersebut masih menikmati jaminan kesehatan dari kantor?

 

Sakit kronis berkepanjangan adalah RISIKO.

Kita tidak tahu kapan risiko itu terjadi.

Kita tidak tahu seberapa besar dampak risiko itu terhadap keuangan kita.

 

Apa yang dapat kita lakukan sekarang ini?

 

Solusi dari Melvin:

Miliki asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis. Dalam kasus di atas, ada dua biaya yang besar yaitu:

  • Biaya berobat penyakit kronis berkepanjangan, di-cover dengan asuransi kesehatan.
  • Biaya pengganti penghasilan yang hilang dengan asuransi penyakit kritis.

 

Asuransi Kesehatan

Sekarang ini ada banyak produk asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan yang lengkap.

Contoh: kita sebagai nasabah, mendapatkan perlindungan kesehatan mencapai Rp2 miliar setahun, biaya kamar sesuai tagihan dan lain sebagainya.

Asuransi ini cocok untuk biaya pengobatan penyakit kronis berkepanjangan, karena perlindungannya cukup besar dan lengkap.

Hati-hati! Jangan Tertipu Asuransi, Gini Lho Triknya! 02 Asuransi Kesehatan - Finansialku

[Baca Juga: Antara Asuransi Kesehatan Reimburse dan Asuransi Kesehatan Cashless]

 

Asuransi Penyakit Kritis

Selama si pasien sakit, lalu darimana keluarganya hidup?  Darimana pemasukan bulanannya?

Belum lagi jika ada anggota keluarga yang sakit kronis, maka keluarga lainnya harus lebih sering ke rumah sakit (baca: tidak produktif).

Asuransi penyakit kritis memberikan uang tunai, jika nasabah terindikasi penyakit kritis. Uang tunai tersebut dapat dijadikan untuk pengganti pemasukan (income replacement).

Paling gampang, uang pertanggungan penyakit kritis dapat didepositokan. Keluarga dapat menghemat pengeluaran yang tidak diperlukan dan hidup dari bunga deposito (untuk sementara).

 

#4 Meninggal Dunia

Seorang karyawan akan kehilangan pemasukan jika karyawan tersebut meninggal dunia. Pertanyaannya bagaimana jika almarhum meninggalkan istri dan anak yang bergantung dengan penghasilan bulanan?

Darimana istri dan anak hidup setelah almarhum meninggal?

Darimana uang sekolah anak?

Apalagi kalau almarhum masih memiliki utang, uang darimana untuk melunasi pinjaman?

 

Solusi dari Melvin:

Jika Anda memiliki anggota keluarga atau orang yang bergantung dengan penghasilan Anda, maka miliki uang pertanggungan asuransi jiwa.

Anda dapat menggunakan uang pertanggungan asuransi jiwa untuk, beberapa kebutuhan seperti: membayar utang, pengganti pemasukan (income replacement), biaya penguburan, dana untuk menyekolahkan anak atau warisan.

Untuk melakukan perhitungan uang pertanggungan asuransi jiwa, Anda dapat menggunakan Aplikasi Finansialku. Berikut panduannya:

 

Gimana sudah memiliki uang pertanggungan asuransi jiwa?

 

#5 Pensiun

Terakhir, seseorang karyawan akan kehilangan pemasukan ketika karyawan tersebut pensiun. Seperti yang Anda ketahui, rata-rata orang Indonesia pensiun di usia 55 – 60 tahun.

Pertanyaannya, darimana sumber penghasilan setelah pensiun?

Apakah Saya Bisa Mandiri Secara Finansial Saat Pensiun 02 - Finansialku

[Baca Juga: Pentingnya Persiapan Mental Sebelum Pensiun, Praktikkan Cara Ini!]

 

Solusi dari Melvin:

Lakukan yang namanya retirement planning atau perencanaan dana hari tua. Perencanaan hari tua dapat dilakukan dengan:

  1. Melakukan estimasi biaya hidup, setelah pensiun.
  2. Mendaftar kira-kira sumber penghasilan yang didapat saat pensiun (misal Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Dana Pensiun Lembaga Keuangan dan lain sebagainya).
  3. Menghitung kekurangan jumlah pemasukan.
  4. Mencari sumber pemasukan tambahan, misal dari investasi dan/atau penghasilan pasif.
  5. Me-review ulang rencana pensiun secara berkala.

 

Jika Anda ingin tahu perhitungan dana hari tua, maka Anda dapat menggunakan Aplikasi Finansialku. Berikut ini panduannya:

 

Jika Anda masih memiliki pertanyaan, maka Anda dapat menghubungi saya atau perencana keuangan kami melalui Aplikasi Finansialku. Silakan download Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau akses di www.Aplikasi.Finansialku.com.

 

Kesimpulan 5 Penyebab Seorang Karyawan Kehilangan Pemasukan

Seperti bahasan di atas, dapat kita simpulkan 5 hal penyebab seorang karyawan kehilangan pemasukan:

  1. Mengundurkan diri atau resign kerja, solusinya punya dana darurat.
  2. Pemutusan hubungan kerja, solusinya punya dana darurat.
  3. Hidup, tetapi sakit kronis berkepanjangan, solusinya memiliki asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.
  4. Meninggal dunia, solusinya uang pertanggungan asuransi jiwa.
  5. Pensiun, solusinya perencanaan dana hari tua dan mengganti sumber pemasukan menjadi investasi dan penghasilan pasif.

 

Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat untuk Anda.

Jangan lupa sebarkan informasi di atas kepada teman-teman di grup WhatsApp supaya mereka juga mempersiapkan keuangan dengan baik.

 

Dari kelima penyebab di atas, mana yang paling mungkin terjadi dengan Anda? Dan apa solusi yang akan Anda ambil?

 

Sumber Gambar:

  • Terrible headache portrait By NarongchaiHlaw. Shutterstock – https://goo.gl/u1xDYM
KATEGORI ARTIKEL