Jenis – Jenis Fintech Yang Harus Kamu Ketahui!

Jenis – Jenis Fintech Yang Harus Kamu Ketahui!

Fintech atau Finance Technology sudah banyak bermunculan di Indonesia. Menurut Bank Indonesia, fintech adalah bisnis yang memadukan antara jasa keuangan dengan teknologi. Startup di bidang jasa keuangan berbasis teknologi ini akan terus tumbuh di Indonesia karena belum optimalnya peran perbankan di bidang jasa keuangan dan masih banyak masyarakat yang masih belum bisa mengakses perbankan.

Dengan teknologi yang semakin cepat, bisnis keuangan ini yang dulunya mengharuskan bertatap muka kini nasabah bisa melakukan transaksi keuangan jarak jauh yang bisa di akses pada smartphonemu. Semua transaksi akan lebih mudah hanya dalam genggamanmu.

Menurut Bank Indonesia, Financial Technology memiliki beberapa jenis kategori. Apa saja? Yuk simak!

1. Peer to Peer Lending dan Crowdfunding

Peer to Peer Lending dan Crowdfunding merupakan fintech yang cukup populer. Platform berikut ini mirip dengan marketplace yaitu mempertemukan pemberi pinjaman dan yang akan meminjam.

Peer to peer lending atau yang sering disebut P2P Lending adalah sebuah layanan peminjaman dana pada masyarakat. Dana tersbeut bisa dari masyarakat itu sendiri ataupun dari perusahaan yang membangun platform tersebut. Contoh startup fintech dibidang P2P Lending adalah Kredivo, UangTeman, Modalku, Investree, Amartha dan KoinWorks. 

Crowdfunding sendiri merupakan penggalangan dan yang menggunakan teknologi untuk membiayai suatu kegiatan atau memberikan sumbangan pada korban bencana. Dari istilahnya, layanan ini adalah pembiayaan massal. Contoh startup dibidang crowdfunding adalah KitaBisa.com

2. Market Aggregator

Kategori yang satu ini adalah platform dimana kamu bisa melihat beragam informasi layanan keuangan. Dengan adanya jenis platform Market Agregator pengguna bisa membandingkan beragam layanan keuangan yang akan dipilih. Contohnya kamu bisa melihat informasi mengenai produk kartu kredit, kredit tanpa agunan, asuransi, sampai dengan KPR dan kredit kendaraan bermotor.

Bahkan kamu juga bisa mengajukan berbagai produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Salah satu contoh Market Aggregator di Indonesia adalah DuitPintar.com, Cekaja, Cermati, KreditGogo dan Tunaiku. 

3. Manajemen Resiko dan Invesitasi

Kategori fintech ini merupakan perencanaan keuangan berbentuk digital. Pengguna akan dibantu membuat model investasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Bebebrapa contoh fintech  dalam kategori ini  adalah Bareksa, Investree, Cekpremi, Rajapremi, hingga Online-Pajak yang membantu buat mengatur pajak.

4. Payment, Clearing, dan Settlement

Kategori ini paling banyak dipakai di masa sekarang, pasti sudah tak asing lagi dengan e-wallet ataupun payment gateway. Contohnya adalah, GO-PAY, OVO, Sakuku BCA, Kartuku, Doku, iPaymu, Finnet dan Xendit. 

Kamu pasti gak asing lagi sama e-wallet ataupun payment gateway, kan? Contoh kayak GO-PAY, OVO, Kartuku, Doku,iPaymu, Finnet, Xendit. atau Sakuku BCA dan banyak lagi.

Semua pembayaran berbentuk online masuk ke dalam kategori fintech. Setiap transaksi yang terjadi di e-wallet maka akan terjadi perputaran uang. 

Semua layanan keuangan berbasis digital (fintech) yang sudah disebutkan di atas haruslah berada dalam pengawasan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka dari itu perusahaan yang bergerak di bidang fintech tersebut haruslah mendaftarkan diri ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

KATEGORI ARTIKEL