Intip Yuk, Pro dan Kontra 4 Tipe Gaya Kepemimpinan Bos di Kantor

Intip Yuk, Pro dan Kontra 4 Tipe Gaya Kepemimpinan Bos di Kantor

Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dengan cara memimpin tim secara profesional. Tipe gaya kepemimpinan seseorang tidak hanya dikategorikan dalam dua tipe yaitu baik atau buruk saja. Ada beberapa tipe gaya kepemimpinan berdasarkan teori-teori dari para ahli. Hanya saja, setiap gaya kepemimpinan belum tentu cocok dengan semua skenario yang ada di lingkungan kerja.

Mana Tipe Gaya Kepemimpinan Favorit Anda?

Transactional Leadership

 

Konsep gaya kepemimpinan ini seperti pedagang dan pembeli, yaitu take and give. Penganut konsep ini biasanya akan membuat instruksi dan aturan yang benar-benar dipetakan dengan jelas. Bos Anda mungkin akan mengatakan, “Saya akan memberikan ini, lantas apa yang bisa Anda berikan untuk saya?”.

Kalimat ini menunjukkan kejelasan jika apa yang mereka berikan pada Anda harus sebanding dengan kontribusi yang Anda lakukan. Baiknya, gaya ini meminimalisir ketidakjelasan dalam tim karena ekspektasi dan tugas dipetakan dengan baik. Kontranya, lingkungan kerja yang kaku bisa membatasi inovasi dan kreativitas dalam tim.

Transformational Leadership

Para bos yang selalu mendambakan inovasi, ide gila yang cemerlang, dan selalu imporvisasi adalah mereka yang menganut konsep transformational style. Di bawah pemimpin transformator, orang memiliki banyak otonomi, serta banyak ruang bernapas untuk berinovasi dan berpikir di out of the box.

Sisi positif dari tipe gaya kepemimpinan ini mampu membangun rasa kepercayaan paling tinggi kepada karyawan dan lebih mudah dalam membagikan visi dan tujuan. Sedangkan sisi kontranya, keinginan untuk melakukan perubahan bisa merusak bagian lain dalam pekerjaan dan proses sinkronisasi yang lebih lambat dari biasanya.

Democratic Leadership

Gaya kepemimpinan demokrasi dikenal juga dengan sebutan partisipatif, di mana pemimpin secara teknis lebih tinggi dalam struktur organisasi, tapi mereka menekankan untuk bekerja sama secara aktif. Para pemimpin akan melibatkan anggota tim mereka dalam proses pengambilan keputusan dan menghargai juga mempertimbangkan gagasan dari anggota timnya.

Gaya demokrasi ini mendorong kreativitas dan inovasi juga meningkatkan kepuasan kerja di antara karyawan dan anggota tim lainnya. Di sisi lain, jika terus menerus berusaha mencapai konsensus maka ada risiko tidak efisien dan memakan banyak waktu.

Autocratic Leadership

Tipe gaya kepemimpinan yang berlawanan dengan gaya demokratis ini menjadikan atasan sebagai pihak yang memiliki kekuatan absolut. Mereka tidak hanya menentukan apa yang perlu dilakukan, tapi bagaimana tugas-tugas tersebut harus diselesaikan. Pemimpin otokratis ini tidak mempertimbangkan masukan dari anggotanya.

Sisi positifnya, keputusan yang dibuat menjadi lebih cepat dan strategis dengan hasilnya tim tetap berada di jalur yang terarah. Namun, sisi buruknya membuat karyawan merasa diabaikan, dibatasi, dan tidak memiliki nilai penting bagi perusahaan dan tim tersebut.

KATEGORI ARTIKEL