Google Dan Facebook Terapkan Solusi Unik Lawan Karyawan Yang Bosan Bekerja

Google Dan Facebook Terapkan Solusi Unik Lawan Karyawan Yang Bosan Bekerja

Berkarir di satu tempat dalam waktu yang lama, pasti akan membuat kita bosan. Hal semacam ini biasanya membuat kita berpikir mungkin ini saatnya berganti karir. Akhirnya, kamu mulai lihat-lihat lowongan pekerjaan baru atau sekedar mencari kesempatan yang lebih baik.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang aneh bahkan perusahaan besar juga menemukan permasalahan sama di dalam organisasi mereka. Berbagai macam solusi dilakukan untuk mengurangi kebosanan para talent perusahaan. Google dan Facebook juga memiliki cara tersendiri membuat talent mereka terus beresemangat.

Facebook

Menurut wawancara Business Insider (18/12/2018) dengan Kate Berardo, Head of Leadership Development Facebook, mereka mengijinkan para talent-nya untuk berpindah pekerjaan lain di dalam organisasi atau biasa disebut dengan internal mobility. Artinya jika kamu bosan, kamu bisa mencari bidang lain, atau di bagian lain tetapi tetap di dalam perusahaan tersebut. Agak aneh memang, bahkan kebijakan ini mengagetkan karyawan yang baru bergabung.

Menurut Kate, internal mobility memang terkadang bisa menyakitkan bagi atasan atau tim dimana orang tersebut bekerja sebelumnya. Namun perputaran semacam ini akan sangat berguna bagi pengembangan diri dan juga perkembangan organisasi. Tapi tentu saja, pindah bidang hanya bisa dilakukan jika kamu memang memiliki kemampuan atau potensi di bidang tersebut.

Google

Google ternyata juga memilki pendekatan tersendiri dalam menjalankan internal mobility. Mereka punya sebuah program yang disebut 'bungee' dimana seorang talent akan ditunjuk untuk menggantikan talent lain yang sedang cuti melahirkan (parental leave). Keuntungannya, orang yang sedang cuti akan lebih tenang karena digantikan perannya dan si pengganti akan mendapatkan skill/ peran baru. 

Selain itu, Google juga menerapkan kebijakan '20% time' dimana semua yang bekerja di Google memiliki waktu kerja yang bisa dialokasikan untuk mengerjakan projek apapun yang mereka inginkan. Gmail, Gmaps, dan juga Adsense merupakan hasil yang muncul dari kebijakan ini. 

Kesuksesan Google dan Facebook ini menginspirasi perusahaan berbasis teknologi lainnya untuk mengadaptasi program serupa. Hootsuite mengharuskan karyawannya untuk menghabiskan waktu satu hari per minggunya di tim yang berbeda selama 90 hari. Spotify juga melakukan rotasi pekerjaan setiap dua tahun. Selain itu, CEO LinkedIn, Reid Hoffman menyampaikan sebuah konsep bahwa pekerjaan hanyalah tour of duty dimana setiap orang akan mengerjakan sebuah pekerjaan untuk waktu tertentu, setelah selesai dia harus memikirkan langkah selanjutnya dan bergerak.

Penerapan internal mobility sebenarnya muncul sejak masuknya talenta milenial ke dalam industri. Generasi yang terkenal sebagai 'kutu loncat' ini sebenarnya hanya ingin kesempatan berkembang yang lebih jauh atau sekedar mendapatkan tanggung jawab yang lebih, dan cara ini cukup berhasil membuat mereka bertahan. Namun perlu diperhatikan bahwa internal mobitlity paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan berbasis teknologi dibandingkan usaha lainnya. Bukan karena rentang umur yang lebih muda, namun perusahaan teknologi bersifat progresif dan diharuskan untuk dapat beradaptasi dengan cepat di dalam persaingan yang ketat.

Dengan menrapkan hal ini, talent perusahaan akan memiliki kemampuan yang lebih luas dan dampak yang ditimbulkan kepada perusahaan untuk jangka panjang juga akan lebih baik.

KATEGORI ARTIKEL