Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Gaya kepemimpinanmu kurang berperan sesuai dengan keinginanmu? Kamu perlu mengetahui gaya kepemimpinan otokrasi!

Kenali kelebihan dan kekurangan gaya kepemimpinan otokrasi melalui pembahasan berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Kepemimpinan Otokrasi

Kepemimpinan otokrasi cenderung menciptakan citra kepemimpinan yang negatif bagi kebanyakan orang. Apakah kamu juga berpendapat demikian?

Setelah membaca artikel ini, tentu pemahaman kita akan sedikit memahami kenapa ada jenis kepemimpinan dengan gaya otokrasi dan kamu akan lebih mengenal kelebihan dan kekurangan dari gaya kepemimpinan yang kebanyakan orang tidak terlalu menyukainya.

Namun, sementara gaya kepemimpinan umumnya tidak disukai dalam berbagai diskusi dan analisis, gaya kepemimpinan otokrasi ternyata masih merupakan gaya kepemimpinan yang lazim diimplementasikan dalam budaya perusahaan atau organisasi kepemimpinan modern.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 02 Leader 2 - Finansialku

[Baca Juga: 3 Karakteristik Penting yang Harus Dimiliki Dalam Kepemimpinan Visioner]

 

Dalam artikel pembahasan berikut ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai kepemimpinan otokrasi dan bagaimana sejarah dari munculnya kepemimpinan otokrasi ini.

Mari pelajari konteks dimana gaya otokrasi dilahirkan dan melihat bagaimana ia membentuk pemahaman dan mewarnai  gaya kepemimpinan di dunia modern.

Selain itu, kita juga melihat karakteristik inti dari gaya kepemimpinan otokrasi yang membedakannya dari gaya kepemimpinan yang lainnya.

Jika kamu adalah seorang karyawan atau bawahan, kamu bisa menilai, gaya kepemimpinan apa yang diterapkan oleh pemimpin atau boss-mu di kantor.

Jangan menghakimi dulu di awal tentang karakter dari pemimpin yang otokrasi karena kamu belum mengetahui kelebihan dan kekurangannya melalui informasi yang jelas.

Oleh karena itu, mari kita jelajahi dengan lebih mendalam kelebihan dan kekurangan dari gaya kepemimpinan otokrasi dari beberapa tokoh pemimpin yang mengaplikasikan gaya kepemimpinan ini. 

728x90 hitung sekarang Anggaran Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Anggaran Keuangan

 

Sejarah Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Dalam hal gaya kepemimpinan, kepemimpinan otokrasi adalah salah satu contoh kepemimpinan yang paling sering diterapkan oleh para pemimpin di dunia ini.

Sejarah manusia penuh dengan contoh-contoh kepemimpinan otokrasi, tetapi mereka juga masih relevan dan ada di dunia modern saat ini.

Jika kamu memperhatikan dan menilai dengan seksama terhadap model kepemimpinan otokrasi, kamu dapat menemukannya dari setiap tokoh sepanjang sejarah.

Kepemimpinan otokrasi, atau otoriter, telah digunakan di berbagai suku dan kekaisaran sepanjang waktu dan di berbagai belahan dunia.

Untuk memahaminya, pertama kita perlu mengetahui asal-usul dari kata otokrasi itu sendiri.

Kata otokrasi ini memiliki akar kata dari bahasa Yunani, dimana kata tersebut mencerminkan kekuatan dari sebuah kemandirian. (Auto – Cratic) Kata auto berarti mandiri dan cratic berarti aturan.

Untuk memimpin secara otokrasi, orang Yunani berpikir seseorang harus memimpin dengan rasa percaya diri.

Orang Yunani menggunakan istilah otokrat untuk merujuk pada kaisar, terlepas dari apakah orang tersebut memegang kekuasaan tersebut atau tidak.

Contoh-contoh historis dari para pemimpin otokrasi dapat dijadikan sebagai objek untuk memahami jenis kepemimpinan otokrasi. Di Kekaisaran Romawi, para kaisar dianggap sebagai pemimpin otokrasi; mereka memegang kekuasaan, mengendalikan sistem dan membuat keputusan tanpa perlu berkonsultasi dengan publik atau masyarakat.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat, para pemimpin tidak memerintah tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyatnya.

Di Yunani Kuno, para pemimpin otokrasi berusaha membuat massa atau masyarakat senang. Salah satu contohnya adalah seorang penguasa bernama Pisistratus yang menggunakan taktik mengambil tanah dari orang kaya dan menyediakannya untuk para petani.

Dari contoh tersebut kita dapat melihat perbedaan penting antara kepemimpinan otokrasi dan kediktatoran totaliter. Sementara kepemimpinan otokrasi secara historis berarti kekuatan terkonsentrasi, pemimpin otokrasi masih membutuhkan struktur kekuasaan di sekitarnya untuk beroperasi.

Sebagai contoh, otokrasi dalam sejarah telah jatuh dengan cepat ketika subjek (pemimpin) telah mengumpulkan dukungan yang cukup dalam mengubah sistem. Ini tergantung dari ada atau tidaknya masukan dari bawahan dalam hal membuat keputusan.

728x90 hitung sekarang Catat Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Catat Keuangan

 

Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab atas keputusan terakhir, meskipun ia mungkin telah mendengar pendapat dari luar, dari ahli dan bahkan mempertimbangkan apa yang mungkin diinginkan bawahan. Tetapi kekuatan akan kebijakan dan keputusan terakhir ada di tangan pemimpin.

Jika kamu memeriksa penggunaan gaya ini dalam historis kepemimpinan otokrasi, kamu dapat melihat di mana kontrol adalah salah satu unsur yang sangat penting untuk kelangsungan status quo dan pengambilan keputusan yang harus diambil dengan cepat.

Oleh sebab itu, tidak heran para pemimpin suku menggunakan kepemimpinan otokrasi, karena hal itu membantu memastikan keberhasilan suku terhadap suku-suku lain yang bersaing.

Dalam kondisi peperangan dan konflik, gaya otokrasi juga turut andil di dalamnya, selain dalam kekuatan militer dan juga politik dimana gaya ini begitu kental mewarnai.

 

Gaya Otokrasi di Era Modern

Tidak seperti teori-teori kepemimpinan tertentu lainnya, kepemimpinan otokrasi tidak memiliki buku atau ahli teori di balik model tersebut. Ini lebih dari gaya kepemimpinan organik, sebuah gaya kepemimpinan yang telah berkembang seiring waktu.

Gaya kepemimpinan otokrasi untuk pertama kalinya diidentifikasi sebagai gaya kepemimpinan yang cukup jelas adalah selama tahun 1930-an, ketika sekelompok peneliti menerbitkan studi besar pertama mereka mengenai gaya kepemimpinan.

Kurt Lewin, R. Lippit, dan R. K. White menerbitkan esai tentang “Patterns of aggressive behavior in experimentally created social climates” (Pola perilaku agresif dalam eksperimen menciptakan iklim sosial) dalam Journal of Psychology pada tahun 1939 yang menguraikan berbagai gaya kepemimpinan yang berbeda, diantaranya gaya otokrasi atau otoriter.

Menurut Kurt Lewin, R. Lippit, dan R. K. White, seorang pemimpin otokrasi akan membuat keputusan tanpa berkonsultasi dengan orang lain. Selain itu, menurut penelitian mereka, gaya kepemimpinan otoriter akan menciptakan ketidakpuasan dalam kelompok.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 03 Leader 3 - Finansialku

[Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis]

 

Oleh karena itu, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan otokrasi cocok untuk situasi dimana input tidak diperlukan, karena keputusan tidak akan berubah berdasarkan masukan atau input yang diberikan. Singkatnya, jika hasilnya sama, tidak perlu menghabiskan waktu untuk membahas opsi lain.

Tidak diragukan lagi, gerakan demokrasi abad ke-18 dan 19 menyebabkan peningkatan partisipasi orang dalam pengambilan keputusan politik dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini mengakibatkan kepemimpinan otokrasi dipandang lebih negatif dan menerima kritik dalam hal menjauhkan orang atau bawahan dari kekuasaan.

Meskipun demikian, gerakan demokrasi tersebut tidak menghilangkan warna kepemimpinan otokrasi dari dunia politik, militer, olahraga, atau bisnis, bahkan hingga di dunia modern saat ini.

728x90 hitung sekarang Rencanakan Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Rencanakan Keuangan

 

Penggunaan Gaya Otokrasi dalam 3 Situasi Konteks Modern

Kepemimpinan otokrasi sering digunakan dalam tiga situasi konteks modern berikut ini:

  • Gaya kepemimpinan otokrasi cocok dengan situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat alias segera. Dalam konteks modern, memajukan bisnis yang telah terpuruk perlu gaya kepemimpinan ini agar perusahaan dapat tetap bertahan.
  • Gaya kepemimpinan otokrasi cocok dengan situasi ketika ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau menerapkan proses prosedur yang jelas dapat menciptakan lebih banyak masalah dan bahkan membuat orang dalam bahaya. Contoh paling jelas dari hal ini adalah militer, polisi dan dinas pemadam kebakaran, tindakan dalam proses perawatan kesehatan atau manufaktur.
  • Gaya kepemimpinan dapat digunakan dalam situasi di mana kelompok itu penuh dengan orang-orang yang tidak berpengalaman dan atau tingkat motivasi kelompok itu sangat buruk. Misalnya, jika sebuah bisnis mempekerjakan banyak staf yang tidak berpengalaman, model otokrasi dapat membantu memulai proses dengan cepat dan memastikan staf dipandu melalui proses tersebut.

 

Tapi, dari beberapa situasi di atas yang mengedepankan gaya otokrasi yang cenderung mampu memperlihatkan kehebatannya, tapi gaya ini juga mengalami kemunduran dan bahkan sebuah kegagalan dari para pemimpin tertentu dalam catatan sejarah.

Misalnya, Mantan Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon yang sering disebut-sebut sebagai contoh pemimpin otokrasi.

Kegagalan dalam implementasi gaya otokrasi ini diperlihatkan oleh Majalah New York Times dan The Pentagon Papers serta Watergate di The Washington Post melalui pemaparan mereka yang menyebabkan pengunduran diri Richard Nixon.

Secara bersamaan, teori-teori kepemimpinan baru bermunculan dan ini cenderung lebih fokus pada pengembangan pribadi, kesejahteraan dan gaya kepemimpinan yang partisipatif.

Penggunaan otoritas yang memperlihatkan kejelasan gaya kepemimpinan seorang pemimpin dapat kamu bandingkan dari diagram di bawah ini.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 07 - Finansialku

 

Dasar Teori Kepemimpinan Otokrasi

Sebelum kita memeriksa karakteristik inti dari kepemimpinan otokrasi, berikut ini adalah dasar teori gaya kepemimpinan menurut Teori dari Douglas McGregor.

 

Teori Y

Dalam teori Y, pemimpin dan bawahan melakukan hubungan yang kolaboratif berbasis kepercayaan. Gaya ini cenderung bersifat partisipatif yang terdesentralisasi.

Setiap orang atau anggota memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dan pemimpin mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan mereka dan memberikan motivasi untuk melakukan peningkatan.

Karakteristik pekerja dalam Teori Y:

  • Pekerja senang bekerja atas inisiatif sendiri.
  • Bawahan lebih banyak terlibat dalam pengambilan keputusan.
  • Menerima banyak motivasi diri untuk menyelesaikan tugas mereka.
  • Pekerja menikmati pengambilan kepemilikan atas pekerjaan mereka.
  • Mencari dan menerima tanggung jawab serta membutuhkan sedikit arahan.
  • Melihat pekerjaan sebagai sebuah kepuasan dan tantangan.
  • Menyelesaikan masalah secara kreatif dan imajinatif.

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

 

Teori X

Gaya kepemimpinan otokrasi bertumpu pada asumsi yang dibuat dalam Teori X yang dikemukakan oleh Douglas McGregor.

Teori ini menjelaskan mengapa orang berperilaku dengan gaya kepemimpinan seperti itu dan jika mereka bertindak dengan cara tertentu, gaya kepemimpinan seperti apa yang akan bermanfaat bagi mereka.

Psikolog sosial mempelajari motivasi dan manajemen manusia pada tahun 1960-an dan mengembangkan dua teori yang berbeda, yakni Teori X dan Teori Y.

Menurut temuan Douglas McGregor, para pemimpin mendasarkan gaya manajemen mereka dalam asumsi dan keyakinan tentang bagaimana mereka berpikir agar tim atau kelompok dapat mendapatkan motivasi.

Jika pemimpin menganggap tim tidak termotivasi dan tidak menikmati pekerjaan, maka pemimpin akan mengadopsi gaya otoriter atau otokrasi.

Karakteristik pekerja dalam Teori X:

  • Pekerja tidak menyukai pekerjaan mereka.
  • Pekerja menghindari tanggung jawab dan perlu arahan secara konstan.
  • Harus dikontrol, dipaksa, dan diancam untuk menyelesaikan pekerjaan.
  • Perlu diawasi di setiap langkah penyelesaian tugas.
  • Tidak adanya semangat untuk bekerja, oleh karena itu perlu dibujuk dengan penghargaan untuk mencapai tujuan.

Sementara McGregor mengkritik jenis gaya kepemimpinan dalam Teori X, psikolog juga mengakui bahwa jenis pekerja dalam Teori X ini memang eksis dan sebuah gaya kepemimpinan otokrasi nampaknya akan berhasil menanggulanginya.

Jika pekerja tidak termotivasi, tidak terampil dan tidak yakin tentang sebuah prosedur, pemimpin harus mengambil kendali atas pengambilan keputusan dan bertanggung jawab untuk mengawasi bawahan untuk mencapai tujuan tertentu. Di sinilah dasar teori kepemimpinan otoriter muncul.

 

4 Karakteristik Utama Gaya Kepemimpinan Otokrasi

“If an actor comes to me and wants to discuss his character, I say, ‘It’s in the script.’ If he says, ‘But what’s my motivation?’ I say, ‘Your salary.’” – Alfred Hitchcock

“Jika seorang aktor mendatangi saya dan ingin membahas karakternya, saya katakan, ‘Itu ada di naskah.’ Jika dia mengatakan, ‘Tapi apa motivasi saya?’ Saya katakan, ‘Gaji Anda.'”

 

Kutipan oleh Alfred Hitchcock di atas adalah contoh yang cukup baik tentang apa inti dari kepemimpinan otokrasi.

Ini menunjukkan bahwa pemimpin bertugas memutuskan prosedur dan aturan, dengan karyawan hanya harus mengikuti perintah dan mendapat kompensasi atau gaji melalui tunjangan yang mereka terima.

728x90 hitung sekarang Rencanakan Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Rencanakan Keuangan

 

Berikut ini 4 karakteristik utama dari gaya kepemimpinan otokrasi:

  • Terbatasnya input atau masukan terbatas, bahkan tidak ada sama sekali dari bawahan.
  • Pemimpin membuat semua keputusan.
  • Pemimpin bertanggung jawab atas aturan, metode, dan proses yang digunakan tim untuk mencapai tujuan.
  • Keterlibatan anggota kelompok dalam tugas dan keputusan memiliki porsi yang tetap kecil atau tidak ada.

 

Mari selami lebih dalam mengenai karakteristik dari gaya kepemimpinan otokrasi di atas.

Pertama, kurangnya input dalam hal pengambilan keputusan berarti pemimpin tidak perlu berkonsultasi dengan bawahannya ketika keputusan dibuat, bahkan jika mereka melibatkan tim dan anggotanya.

Pemimpin akan mempertimbangkan pilihan yang berbeda dan membuat keputusan berdasarkan pemahaman dan penilaiannya sendiri.

Misalnya, dalam lingkungan bisnis, keputusan untuk mengubah jam kerja akan dibuat oleh pemimpin, bukan anggota kelompok yang memutuskan apa yang mereka inginkan.

Hal ini penting untuk dipahami dimana bukan berarti pemimpin tidak akan meminta masukan atau mempertimbangkan kesejahteraan kelompok ketika membuat keputusan tersebut.

Pertimbangan dan masukan dari setiap anggota tim termasuk penting, tetapi pemimpin pada akhirnya akan bertanggung jawab untuk mencapai kesimpulan.

Kedua, gaya kepemimpinan otokrasi memberi pemimpin sejumlah besar kekuatan dalam memutuskan tentang bagaimana tim beroperasi, tetapi di sisi lain, ini juga berarti meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas.

Pemimpin perlu menciptakan sistem melalui semua aturan dan prosedur yang digunakan oleh anggota tim untuk beroperasi dan mencapai tujuan. Jika sesuatu tidak berhasil, kesalahan dapat dengan mudah jatuh ke pundak pemimpin dan oleh karena itu, pemimpin harus hati-hati dalam menerapkan visinya.

Karena pemimpin bertanggung jawab atas aturan dan metode prosedural, kepemimpinan otokrasi cenderung datang dengan tingkat pengawasan yang semakin meningkat.

Bawahan akan diawasi secara ketat oleh pemimpin, yang memberikan tekanan pada mereka dan membuat pemimpin sangat terlibat dalam kegiatan sehari-hari.

Tetapi seperti yang ditunjukkan oleh asumsi dari Teori X yang dikemukakan oleh Douglas MGregor, kepemimpinan otokrasi membutuhkan struktur penghargaan yang kuat yang diterapkan dalam proses operasional.

728x90 hitung sekarang Catat Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Catat Keuangan

 

Dalam model kepemimpinan otokrasi, bawahan tidak diharapkan untuk bekerja tanpa imbalan, yaitu bekerja dengan mentalitas seorang budak.

Meskipun sistemnya agak kaku, sistem ini memang membutuhkan keseimbangan manfaat untuk memastikan pekerja atau bawahan termotivasi.

Dalam kepemimpinan otokrasi, manfaat ini lebih cenderung berupa uang atau keuntungan finansial lainnya daripada kemampuan untuk membuat keputusan atau berpartisipasi dalam kepemimpinan.

 

Tiga Wujud dari Kepemimpinan Otokrasi

Kepemimpinan otokrasi dapat terwujud dalam berbagai cara.

Karena itu tidak sepenuhnya situasi kaku dan berbeda dapat mempengaruhi bagaimana organisasi dan pemimpin menerapkan sebuah gaya kepemimpinan. Tiga wujud atau manifestasi dari gaya kepemimpinan otokrasi adalah:

  • Kepemimpinan Otokrasi yang Mengarahkan (Directing): Bentuk gaya kepemimpinan otokrasi dasar yang paling umum dan paling kaku. Bawahan diawasi secara ketat dan pemimpin tidak mungkin berkonsultasi dengan bawahan dalam hal keputusan.
  • Kepemimpinan Otokrasi Permisif: Kepemimpinan otokrasi yang sedikit lebih terbuka. Sementara pemimpin bertugas membuat keputusan akhir, bawahan menikmati fleksibilitas dalam memutuskan sendiri bagaimana melakukan tugas.
  • Kepemimpinan Otokrasi Paternalistik: Menggunakan karakteristik inti dari kepemimpinan otokrasi, tetapi menyeimbangkannya dengan kepedulian terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan bawahan.

 

Ketiga wujud gaya kepemimpinan di atas tetap menunjukkan karakteristik inti dari gaya otokrasi, namun cenderung menggunakan cara yang sedikit berbeda mengenai cara pendekatan serta fleksibilitas dalam proses pengambilan keputusan.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 04 Leader 4 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Sudah Tahu Tentang Fungsi Kepemimpinan? Ini Informasinya]

 

Contoh riil penggunaan gaya kepemimpinan otokrasi terlihat jelas di lingkungan seperti dunia militer.

Situasi dalam dunia kemiliteran sangat membutuhkan gaya kepemimpinan yang relatif kaku dimana bawahan dimonitor untuk memastikan tidak ada kesalahan yang dilakukan pada setiap langkah dalam menyelesaikan tugas mereka.

Di sisi lain, kepemimpinan otokrasi permisif dapat menguntungkan seperti dalam industri perfilman. Sementara sutradara mungkin adalah orang yang membuat keputusan akhir, aktor seringkali dapat menggunakan intuisi dan kreativitas mereka sendiri dalam hal menciptakan jenis adegan yang diinginkan sutradara.

Selain itu, kepemimpinan otokrasi paternalistik sangat bermanfaat dalam atmosfer dunia kesehatan seperti di dalam ruang operasi.

Dokter bedah harus menyeimbangkan kesejahteraan dan ketenangan bawahan (suster atau dokter pendamping), karena jika mereka tidak merasa stabil dan menghadapi tekanan, mereka dapat mengambil risiko yang fatal dan seluruh operasi menjadi gagal total.

Dalam gaya otokrasi paternalistik ini, keputusan dibuat dengan tujuan operasional, serta mengedepankan kesejahteraan emosional dari setiap orang yang melakukan tugas, sehingga mereka tenang dalam mengerjakan tugas mereka, ahasil, tujuan bisa tercapai.

 

Kualitas dari Seorang Pemimpin Otokrasi

Seperti yang ditekankan oleh bagian di atas, kepemimpinan otokrasi bukanlah gaya yang mudah untuk diimplementasikan. Dibutuhkan sejumlah keterampilan dan kualitas khusus dari pemimpin.

Para pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan otokrasi tidak boleh dianggap sebagai orang yang “berteriak paling keras”, karena perilaku tersebut hanyalah sebuah cara kepemimpinan yang buruk. Sebaliknya, gaya kepemimpinan jenis ini bisa menjadi salah satu yang paling sulit untuk dikuasai.

Seorang pemimpin dengan gaya otokrasi membutuhkan beberapa kualitas untuk bertahan dari kesulitan yang dapat ditimbulkan dari gaya kepemimpinan yang ia implementasikan.

Di bawah ini adalah seperangkat karakteristik dan keterampilan yang harus dimiliki agar gaya kepemimpinan otokrasi lebih mudah untuk dikuasai.

728x90 hitung sekarang Catat Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Catat Keuangan

 

Keahlian

Karena para pemimpin otokrasi bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan keseluruhan proses operasional organisasi atau tim, mereka harus memiliki tingkat keahlian yang tinggi.

Pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang industri dan organisasi untuk memastikan dia mengambil arah yang benar. Keahlian tidak hanya akan menjamin pemimpin otokrasi mencapai hasil yang tepat, tetapi juga membantu mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para bawahan.

Jika bawahan merasa mereka dipimpin oleh individu yang berbakat dan terampil, mereka akan merasa lebih santai dan termotivasi untuk mengikuti.

Keahlian dapat diperoleh dengan beberapa cara, paling tidak, dengan pengalaman. Seorang pemimpin harus memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai tingkat organisasi dan untuk memahami bagaimana berbagai bagian beroperasi.

Oleh karena itu, mengalami berbagai peran dan memahami apa yang dibutuhkannya akan sangat membantu, dibarengi dengan keahlian dan pengetahuan.

Sementara para pemimpin otokrasi bertanggung jawab atas keputusan tersebut, mendengarkan pendapat lain atau membaca lebih banyak tentang topik yang dibahas akan memperluas pemahaman pemimpin dan membuatnya lebih mudah untuk membuat keputusan penting tersebut.

 

Memiliki Ambisi atau Tekad yang Kuat

Para pemimpin otokrasi haus akan kesempurnaan dan hasil yang memuaskan. Seorang pemimpin otokrasi harus digerakkan oleh tekad yang kuat dan kemauan keras untuk menuju pada hasil yang sesuai dengan tujuan.

Karena pertanggungjawaban bergantung di pundak mereka, mereka harus siap menghadapi tantangan dan mengatasinya dengan semangat dan ketelitian.

Mendorong diri sendiri bukanlah sesuatu yang perlu diajarkan. Kebanyakan pemimpin yang sukses akan berpendapat bahwa keinginan untuk berhasil telah membara sejak kecil. Tetapi ada hal-hal tertentu yang dapat meningkatkan tekad.

Pertama, pemimpin tersebut pasti ingin menemukan area di mana keahlian mereka berkembang dan yang mereka sukai.

Jika mereka bersemangat dalam hal itu, ia hampir secara otomatis menjadi lebih fokus untuk mencapai hal-hal yang menjadi impian dan tujuan yang ia inginkan.

Kedua, pemimpin bisa mengembangkan kepercayaan diri.

Jika mereka percaya akan kekuatan dalam diri, ini akan membimbingnya melalui masalah dan ketika mereka terjebak dengan hal-hal sulit, mereka akan lebih terdorong untuk menyelesaikannya dengan segera.

Mereka yang takut mengambil tanggung jawab, tidak akan mungkin merasa terdorong oleh sebuah tantangan.

 

Bertanggung jawab

Pemimpin otokrasi bertanggung jawab atas segalanya dan beban akuntabilitas, ini berarti pemimpin harus siap untuk mengambil tanggung jawab tersebut dan memikulnya. Beban dari sebuah pengambilan keputusan tidaklah mudah bagi pemimpin.

Pemimpin yang bertanggung jawab adalah pemimpin yang dapat dipercaya karena mereka bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka.

Ini adalah cara lain seorang pemimpin otokrasi dapat memperoleh kepercayaan dan rasa hormat dari bawahan dan dapat membantu memberikan contoh motivasi bagi anggota tim lainnya.

Seorang pemimpin dapat menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab hanya dengan berpegang teguh pada janjinya. Jika kamu telah berjanji untuk melakukan sesuatu, maka kamu harus melakukannya.

Perilaku yang bertanggung jawab juga membutuhkan konsistensi, seperti halnya kepemimpinan otokrasi.

Kepemimpinan otokrasi tidak mungkin melakukan perubahan seenaknya tanpa berpikir, tetapi tindakan yang dipertimbangkan dengan cermat dan dianalisis dengan baik. Akhirnya, sebagai seorang pemimpin, mereka harus bertanggung jawab dan menghindari menyalahkan orang lain.

Seorang pemimpin tidak dapat terus menyerahkan tanggung jawab pada orang lain, karena mereka pada akhirnya bertanggung jawab atas keputusan itu sendiri.

728x90 hitung sekarang Anggaran Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Anggaran Keuangan

 

Konsisten

Seperti disebutkan di atas, kualitas lain dari pemimpin otokrasi adalah konsistensi. Karena gaya kepemimpinan ini agak sulit dalam hal memotivasi bawahan, pendekatan yang tidak konsisten terhadap kepemimpinan dapat menyebabkan lebih banyak kebingungan dan menimbulkan konflik dalam tim.

Dengan memastikan garis, aturan, dan prosedur yang tidak berubah-ubah, pemimpin dapat menjamin lingkungan kerja yang lebih aman dan tenang.

Pemimpin yang akan menegakkan sebuah peraturan, entah itu sebuah hukuman atau penghargaan, mereka perlu melakukannya dengan konsisten.

Setiap karyawan tidak dapat diperlakukan secara berbeda karena ini akan menyebabkan kebencian dan ketidaksetaraan di antara anggota tim.

James Clear mengatakan:

“Planning to fail doesn’t mean that you expect to fail, but rather than you know what you will do and how you will get back on track when things don’t work out.” 

“Berencana untuk gagal bukan berarti Anda berharap untuk gagal, tetapi Anda tidak tahu apa yang akan Anda lakukan dan bagaimana Anda akan kembali ke jalurnya ketika segalanya tidak berhasil.”

 

Kejelasan

Akhirnya, karakter penting dari seorang pemimpin otokrasi adalah sebuah kejelasan, yang terkait erat dengan gagasan konsistensi di atas.

Meskipun pemimpin otokrasi membuat keputusan, itu tidak berarti segala sesuatu harus dilakukan secara rahasia. Kemampuan untuk menjelaskan aturan, tugas dan proses dengan jelas akan memastikan bawahan mampu melakukan apa yang diminta dari mereka dengan standar tertinggi.  

Kejelasan memastikan konsistensi dalam pendekatan pemimpin dan melalui kejelasan, maka ini akan dapat membantu meningkatkan motivasi tenaga kerja di tempat kerja.

Menurut Brian Tracy, dalam pelatihan penjualan dan pelatihan kesuksesan pribadi, kejelasan menyumbang 80% dari kesuksesan.

Entah bawahan memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan serta memahami visi atau tidak, pendekatan akan membuat mereka lebih mudah untuk berhasil.

Jika mereka dijelaskan tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya, dan jika mereka mengetahui aturan dan apa yang terjadi jika mereka melanggar, mereka dapat melanjutkan pekerjaan tanpa ragu-ragu dan kebingungan.

Jika kamu seorang pemimpin yang ingin mengimplementasikan gaya ini, kamu perlu menjabarkan berbagai aspek persyaratan pekerjaan (kualifikasi) yang memengaruhi kemampuan orang tersebut untuk melakukan pekerjaan yang tersedia.

Izinkan bawahan untuk mengajukan pertanyaan dan mengkomunikasikan jawaban dengan jelas ketika mereka melakukannya.

728x90 - Entrepreneur300x250 Kotak - entrepreneur

 

Cara Meningkatkan Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Selain karakteristik kepemimpinan di atas, seorang pemimpin otokrasi dapat meningkatkan gaya kepemimpinan otokrasi melalui tiga langkah berikut:

 

Langkah Pertama: Tunjukkan Rasa Hormat terhadap Tim

Kepemimpinan otokrasi adalah bentuk kepemimpinan yang kaku dalam hal aturan dan prosedur; tidak ada fleksibilitas sebanyak yang tersedia dalam model kepemimpinan lainnya. Tetapi ini seharusnya tidak membuat pemimpin menjadi tidak fleksibel.

Meskipun kamu mungkin tidak mengizinkan bawahan untuk membuat keputusan atau memilih bagaimana mereka melakukan tugas, kamu ingin memastikan aturan itu adil untuk semua orang.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 05 Leader 5 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui 5 Fungsi dan Pengertian Manajemen Kepemimpinan]

 

Akui setiap masukan semua orang, meskipun mereka tidak bertanggung jawab. Ini penting untuk dilakukan dalam hal menciptakan lingkungan kerja yang lebih memotivasi.

Tim terbaik dibangun berdasarkan rasa hormat. Rasa hormat itu tidak selalu berarti setiap orang dapat membuat keputusan. Dengan menunjukkan kepada bawahanmu bahwa kamu menghargai pekerjaan dan upaya mereka, kamu telah menunjukkan rasa hormat kepada mereka.

 

Langkah Kedua: Ciptakan Lingkungan Komunikasi dan Berikan Penjelasan

Kejelasan adalah salah satu karakteristik dalam kepemimpinan yang membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik.

Kamu perlu berkomunikasi dengan karyawan secara terbuka dan bersedia menjelaskan kepada mereka situasi atau prosedur yang mungkin membuat mereka tidak yakin untuk dilakukan.

Ketika bawahan memasuki lingkungan kepemimpinan otokrasi, mereka memahami bahwa input atau masukan dari mereka sendiri untuk keputusan sangatlah terbatas dan bahwa mereka tidak memiliki fleksibilitas yang sama dalam memutuskan bagaimana mereka melakukan sesuatu.

Tetapi dengan menjelaskan dan mengkomunikasikan aturan yang ada, kamu membuat lingkungan lebih jelas dengan tatanan prosedur dan mendukung mereka akan mendukung sesuai bagian mereka.

Seperti dijelaskan di atas, ketika aturannya jelas, ketika karyawan merasa dihargai, dan jalur komunikasi terbuka, akan sangat kecil kemungkinan bagi karyawan untuk memberontak dan merasa kehilangan semangat.

Salah satu aspek penting dari komunikasi adalah mengenai perubahan dalam organisasi atau prosedur operasional. Sebagai pemimpin otokrasi, kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk berkomunikasi tentang perubahan yang akan dilakukan.

Dengan penjelasan yang jelas, ini memastikan bawahan punya waktu untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang dan akan berlangsung, meskipun mereka tidak ada andil dalam pengambilan keputusan untuk perubahan tersebut.

Tapi dengan penjelasan, ini akan memberi mereka lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri dan perubahan itu tidak akan terasa menakutkan atau dirasa mendadak.

728x90 hitung sekarang Rencanakan Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Rencanakan Keuangan

 

Langka Ketiga: Izinkan Pendapat Yang Berbeda

Langkah berikutnya, kamu harus membiarkan berbagai pendapat berkembang di dalam organisasi. Kepemimpinan otokrasi tetap membutuhkan lingkungan dimana orang bisa mengekspresikan diri, menyuarakan keprihatinan, atau mengajukan pertanyaan.

Sementara pemimpin tidak harus mendengarkan pendapat dan saran atau menerapkan perubahan yang diminta bawahan. Hal ini dilakukan bertujuan agar memungkinkan karyawan untuk menyuarakannya dan menambah rasa kebebasan ke tempat kerja.

Buatlah lingkungan yang teratur di mana bawahan dapat berbicara dan jangan langsung menolak permintaan umpan balik.

Setiap kali kamu menerapkan proses baru atau memperkenalkan tugas baru, adakan pertemuan dimana bawahan dapat berbicara tentang topik tersebut. Cobalah menjawab kekhawatiran mereka, tetapi jelaskan bahwa keputusan untuk menerapkannya ada di tangan kamu.

 

Kelebihan Dan Kekurangan Kepemimpinan Otokrasi

Seperti yang telah ditunjukkan di atas, kepemimpinan otokrasi dapat memiliki sedikit variasi dalam hal bagaimana ia berwujud dalam sebuah organisasi dan bahkan sejarah telah menunjukkan ada berbagai cara untuk menerapkan gaya tersebut.

Kepemimpinan otokrasi karenanya dapat menjadi gaya kepemimpinan yang rumit dan ia datang dengan pro dan kontra sendiri.

 

Kelebihan Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Salah satu kekuatan kepemimpinan otokrasi berasal dari struktur proses pengambilan keputusan yang menjamin keputusan diambil dengan cepat. Karena pemimpin sendiri yang bertanggung jawab atas keputusan, pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cepat.

Dalam organisasi, ini dapat berarti peningkatan efisiensi dan kecepatan.

Kamu tidak perlu menunggu semua orang membentuk opini dan kemudian melakukan negosiasi tentang apa langkah selanjutnya. Sebaliknya, pemimpin otokrasi akan menggunakan keahlian dan penilaiannya untuk membuat keputusan.

728x90 hitung sekarang Catat Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Catat Keuangan

 

Melihat kelebihan dalam sisi kecepatan dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan otokrasi sangat menguntungkan untuk diimplementasikan di bidang perindustrian dan organisasi yang membutuhkan pemikiran cepat, seperti perawatan kesehatan.

Selain itu, gaya kepemimpinan ini dapat menguntungkan dalam memimpin kelompok-kelompok kecil yang belum terorganisir dengan baik seperti memulai bisnis.

Tindakan seringkali harus diambil dengan cepat dan menciptakan visi untuk bisnis dapat lebih mudah ketika seseorang yang bertanggung jawab atas keputusan, daripada menghabiskan berhari-hari atau berbulan-bulan untuk mencapai konsensus.

Kepemimpinan otokrasi dapat memungkinkan organisasi untuk merampingkan operasinya dan membuat kelangsungan hidup jangka panjang menjadi pilihan yang lebih layak, terutama di masa yang penuh gejolak.

Proses berpikir cepat dan pengambilan keputusan ini juga dapat menguntungkan saat menghadapi situasi yang menimbulkan stres atau sangat berdampak.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika militer, polisi dan lembaga tanggap respon pertama lainnya cenderung lebih memilih model kepemimpinan gaya otokrasi.

Selain itu, gaya kepemimpinan dapat memberikan kelegaan dan ketenangan terhadap karyawan di bidang industri dan organisasi lain juga ketika perusahaan mengalami masalah yang besar.

Misalnya, bisnis mungkin berada di tengah situasi merger skala besar dan bawahan dapat terus fokus pada tugas sehari-hari mereka dengan mudah di bawah model kepemimpinan dimana mereka tidak perlu khawatir tentang keputusan atau perubahan.

Keuntungan operasional lain dari kepemimpinan otokrasi adalah kejelasan yang diberikannya pada perilaku kelompok. Sistem otokrasi yang solid menciptakan pedoman dan aturan yang jelas, dengan keputusan berada di tangan pemimpin.

Hal ini memastikan bawahan hanya bisa fokus pada tugas yang diberikan padanya.

Individu yang sangat terampil dapat menggunakan energi mereka untuk melakukan tugas yang paling sesuai bagi mereka tanpa harus menghabiskan waktu dalam tugas dan keputusan yang kurang bermakna lainnya. Bawahan ‘tahu tempat mereka’ dan tidak perlu terlalu khawatir.

Dalam situasi dimana pemimpin adalah yang paling memiliki pengetahuan dan memiliki pengalaman jauh lebih banyak daripada bawahan, berkonsultasi dengan mereka untuk setiap keputusan akan sia-sia.

Ini bukan hanya tentang waktu yang dihabiskan untuk sampai pada suatu kesimpulan, tetapi pemimpin harus menghabiskan waktu untuk mendidik tim tentang berbagai aspek keputusan.

Lebih jauh, dalam industri dimana keamanan dan kerahasiaan adalah yang terpenting, informasi tertentu bahkan mungkin tidak tersedia bagi bawahan dan ini tidak akan mengarah pada pengambilan keputusan yang benar dan efisien.

Pengawasan dari pemimpin adalah salah satu keunggulan dari gaya kepemimpinan otokrasi.

Seperti ketika tenaga kerja berketerampilan rendah, misalnya ini dapat membuat pekerja baru merasa lebih aman ketika melakukan kesalahan, karena mereka tahu bimbingan dan pengawasan dari pemimpin akan memastikan mereka melakukan pekerjaan dengan baik.

728x90 - Entrepreneur300x250 Kotak - entrepreneur

 

Kelemahan Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Di samping setiap kelebihan yang telah dijabarkan – tak ada gading yang tak retak, namun ada kelemahan dari implementasi gaya kepemimpinan otokrasi.

Selama eksperimennya, Kurt Lewin, R. Lippit, dan R. K. White juga mencatat bahwa gaya otokrasi kadang-kadang bisa menjadi demoralisasi.

Dalam penelitiannya yang meminta tim untuk melakukan tugas-tugas di bawah model kepemimpinan tertentu, kelompok di bawah kepemimpinan otokrasi ini menunjukkan peningkatan produktivitas, namun tidak memiliki kegembiraan dan menunjukkan tingkat ketergantungan dan frustrasi yang tinggi.

Karena bawahan tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan, itu dapat menyebabkan kebencian dalam kelompok. Jika orang tersebut merasa terlepas dari proses, kesediaan untuk melakukan yang baik dapat memburuk.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 06 Leader 6 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Kepemimpinan Generasi Milenial yang Membawa Keberhasilan?]

 

Sekalipun karyawan itu bisa menyuarakan pendapat, tetapi pendapat ini tidak pernah didengarkan, semangat kerja dari karyawan bisa berkurang.

Seperti disebutkan dalam studi Kurt Lewin, kepemimpinan otokrasi juga dapat memiliki dampak negatif dimana menciptakan budaya ketergantungan dalam suatu organisasi.

Anggota tim akan terbiasa untuk tidak harus membuat keputusan tentang apa yang harus mereka lakukan dan mulai menghindari pengambilan keputusan, bahkan ketika pendapat mereka mungkin diperlukan, mereka akan menghindarinya.

Lingkungan yang kaku dapat mengarah pada budaya dimana bawahan melakukan apa yang diperintahkan – tidak lebih, tidak kurang. Dalam organisasi tertentu, ini dapat menyebabkan hilangnya inovasi dan pada akhirnya menciptakan masalah dalam hal suksesi kepemimpinan.

Jika kemampuan seseorang dalam memimpin tidak diuji, mereka mungkin menghindar atau gagal dalam posisi sebagai pemimpin di kemudian hari. Budaya ketergantungan akan menghilangkan akuntabilitas dan motivasi para anggota tim.

Ini berarti tidak ada keinginan untuk meningkatkan keterampilan seseorang dan memberikan pelatihan bagi mereka yang sebetulnya dapat memberikan manfaat bagi organisasi.

Di sisi lain, karyawan yang ingin hasrat, pendapat dan keinginannya untuk didengar serta menginginkan pemimpin yang mendukung bakat mereka, pada umumnya akan menjauh dari organisasi yang bersifat otokrasi.

Seperti yang dijelaskan oleh Douglas McGregor dalam Theory Y, karyawan dapat termotivasi dengan berbagai cara.  Bahkan, teori ini mengasumsikan karyawan secara aktif mencari lebih banyak tanggung jawab dan melakukan kontrol diri dalam mencapai tujuan.

Dalam hal kepemimpinan otokrasi, pemikiran semacam ini tidak cocok dengan gaya yang diimplementasikan.

Karena itu, kepemimpinan otokrasi dapat mengarah pada lingkungan yang kurang kreatif dan inovatif. Dalam lingkungan otokrasi, tidak ada ruang untuk ide dan keputusan yang bersaing.

Sementara pendapat mungkin didengarkan, pemimpin mungkin tidak menggunakannya. Karena pengambilan keputusan bergantung pada pundaknya, mudah untuk jatuh pada bias informasi dan cukup mengikuti garis yang sudah diputuskan oleh pemimpin.

Ini dapat berarti informasi yang menarik atau bahkan pakar diabaikan, yang dapat berarti organisasi tidak berkinerja dengan standar tertinggi.

728x90 hitung sekarang Catat Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Catat Keuangan

 

Selain itu, kepemimpinan otokrasi sangat bergantung pada kompetensi pemimpin. Jika pemimpin berpengetahuan luas dan efektif, maka organisasi akan mendapat manfaat.

Tetapi jika pemimpinnya tidak kompeten, organisasi mungkin akan menderita. Dalam kata-kata pepatah lama, “Anda tidak harus meletakkan semua telur Anda dalam satu keranjang”. Mengandalkan pemimpin sendirian untuk keputusan yang benar bisa menjadi jalan yang berbahaya.

Bagi pemimpin dengan gaya otokrasi, atribut kekuasaan yang ia emban akan dapat menghadirkan dilema keseimbangan yang sulit.

Pepatah, “mabuk dengan kekuatan” memiliki dasar yang dapat dijelaskan melalui pengalaman para tokoh pemimpin otokrasi. Jika kamu yang memegang kendali, mungkin saja kamu tergelincir ke arah kontrol dan perilaku suka memerintah.

Oleh karena itu, seorang pemimpin otokrasi harus dapat secara kritis mengevaluasi gayanya sendiri. Akhirnya, semua hal di atas dapat berarti berkurangnya keragaman di tempat kerja

Beberapa penelitian telah menunjukkan, keanekaragaman adalah bagian penting dari menciptakan lingkungan kerja yang sukses dan kurangnya keragaman dapat menyebabkan tingkat inovasi yang lebih rendah.

Lantas, siapa saja anggota yang akan tetap mematuhi sang pemimpin dengan gaya otokrasi? Mereka yang konformis dan sesuai dengan aturan serta gaya kepemimpinan pemimpin otokrasi adalah orang-orang yang tertarik pada organisasi dan bersedia tinggal.

 

Pemimpin Otokrasi Terkenal

Memahami kelebihan dan kekurangan gaya kepemimpinan otokrasi akan lebih mudah ketika kamu memeriksa contoh-contoh pemimpin dan perusahaan yang menggunakan gaya kepemimpinan otokrasi.

Contoh dalam kehidupan nyata dapat membantu menggarisbawahi banyak aspek yang berguna dalam mengarahkan kontrol atas keputusan di tangan seorang pemimpin tunggal, termasuk jebakan kekuasaan dari gaya tersebut.

Meskipun mudah untuk menunjukkan contoh-contoh bersejarah dari para pemimpin otokrasi, seperti Julius Caesar atau Joseph Stalin, contoh-contoh ini tidak selalu menggambarkan pandangan yang adil dan seimbang tentang bagaimana gaya kepemimpinan dapat terlihat, terutama di dunia modern.

Bahkan, banyak pemimpin otokrasi telah mendorong perubahan dan inovasi di industri masing-masing, dan bukan hanya penguasa yang haus kekuasaan dan mengerikan. Henry Ford adalah contoh populer dari pemimpin otokrasi, yang mengubah masyarakat melalui pengembangan mobilnya.

728x90 hitung sekarang Anggaran Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Anggaran Keuangan

 

Di bawah ini adalah beberapa contoh terkini dari para pemimpin dan organisasi otokrasi:

 

Vince Lombardi

Seperti yang disebutkan di bagian pertama, kepemimpinan otokrasi adalah gaya yang sering dikaitkan dengan dunia olahraga. Tidak heran jika kemudian menemukan sejumlah contoh dari pelatih olahraga yang menggunakan gaya otokrasi untuk mencapai puncak kejayaan.

Pelatih sepak bola Amerika Serikat, Vince Lombardi adalah contoh bagus dari pelatih yang menggunakan gaya kepemimpinan otokrasi.

Vince Lombardi bertujuan untuk kesempurnaan dan mengejar keunggulan serta dan meningkatkan nilai-nilai kepemimpinan otokrasi disiplin, rasa hormat dan kemajuan organisasi di sepanjang kariernya.

Vince Lombardi adalah seorang pelatih yang tahu, kapan waktu dibutuhkannya disiplin untuk memenangkan Liga Sepak Bola Nasional (NFL).

Dia ingin menerapkan aturan ketat dalam tim untuk mengikuti apa yang dia katakan kepada mereka sehingga kemenangan akan ada dalam genggaman. Bahkan, dedikasinya terhadap keahlian dan disiplin membuatnya memenangkan enam Kejuaraan NFL dan dua Super Bowl.

 

Martha Stewart

Contoh yang lebih fresh dan khususnya dalam hal dunia bisnis adalah Martha Stewart. Dia adalah seorang pengusaha wanita yang benar-benar membangun kesuksesan dan kerajaan bisnisnya.

Ia pernah gagal pada satu titik, namun penuh perhatian pada hal-hal yang detail.

Martha Stewart disuruh memeriksa karyawannya dengan kaca pembesar dan memastikan semuanya dilakukan sesuai aturannya. Dia menuntut kesempurnaan dari bawahannya, tetapi tuntutan yang kuat telah membantu menciptakan perusahaan yang sukses di lingkungan yang kompetitif.

Martha Stewart mengatakan:

“Saya bisa adil dan tegas, dan mendorong serta menuntut.”

 

Pernyataan itu sangat mendukung keseimbangan yang harus dicapai oleh kepemimpinan otokrasi agar berhasil.  Seperti yang telah ditunjukkan di atas, kepemimpinan otokrasi seharusnya tidak sama dengan tirani di tempat kerja.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Blue Cross of California, Leonard D. Schaeffer

Ada juga contoh organisasi dimana pemimpinnya menerapkan gaya otokrasi. Dalam beberapa kasus, penerapan gaya telah didorong oleh kebutuhan organisasi. Ini adalah kasus dalam Perusahaan Blue Cross of California.

Perusahaan itu berada dalam masalah besar pada tahun 1986, dan menjadi perusahaan dengan kualitas terburuk di Amerika Serikat. Leonard D. Schaeffer datang dengan tujuan sederhana, yaitu membalikkan keadaan.

Schaeffer menganggap dirinya seorang pemimpin otokrasi dan menggunakan metode ini pada hari-hari pertamanya di Perusahaan Blue Cross of California. Dalam artikel Harvard Business Review, The Leadership Journey, ia menulis tentang pendekatannya:

“Ketika sebuah bisnis perlu berubah relatif cepat, jauh lebih penting untuk membuat keputusan dan membuat orang bergerak daripada meluangkan waktu untuk melakukan analisis menyeluruh dan upaya untuk memengaruhi orang lain untuk mengikuti cara berpikir Anda. Oleh karena itu, saya akan mendefinisikan pemimpin otokrasi bukan sebagai seseorang yang menindas orang lain secara tidak perlu tetapi sebagai manajerial yang setara dengan ahli bedah ruang gawat darurat, dipaksa untuk melakukan apa pun untuk menyelamatkan hidup pasien.”

 

The New York Times, Howell Raines

Contoh organisasi lainnya adalah The New York Times di bawah Editor Eksekutif, Howell Raines. Howell Raines bekerja dalam posisinya sebagai Editor Eksekutif sejak 2001 dan 2003, dengan gaya kepemimpinannya digambarkan sebagai otokrasi.

Dalam cara yang agak terkenal, kepemimpinan Howell Raines paling baik ditampilkan melalui kebijakan “flooding the zone“, yang berarti sumber daya kertas digunakan hanya pada cerita yang dianggap penting untuk diliput.

Meskipun demikian, kepemimpinannya sangat efektif dalam industri yang sangat menuntut persaingan yang ketat, dimana keahlian dapat memainkan peran besar dalam kesuksesan.

Selama kepemimpinan Howell Raines, The New York Times memenangkan tujuh Pulitzer Prices yang memecahkan rekor dalam satu tahun. Di sisi lain, moral staf diturunkan. Hal ini terlihat ketika tulisan atau cerita jurnalis dihilangkan melalui keputusan sepihak Howell Raines.

Howell Raines mencontohkan praktik yang digariskan Douglas McGregor dalam Theory X bahwa karyawan menjadi “malas” dan “lesu”. Akhirnya, gaya kepemimpinan otokrasi Howell Raines hanya bertahan selama 21 bulan, setelah itu ia dipecat.

728x90 hitung sekarang Rencanakan Keuangan300x250 - Hitung Sekarang Rencanakan Keuangan

 

Implementasi Gaya Kepemimpinan Otokrasi

Kepemimpinan otokrasi adalah gaya kepemimpinan yang tidak memiliki reputasi baik di lingkungan kerja yang demokratis dan partisipatif di era modern saat ini.

Ide awal tentang gaya kepemimpinan otokrasi dimana satu orang akan bertanggung jawab atas keputusan dan prosedur bisa tampak tidak nyaman bagi banyak orang.

Tetapi kepemimpinan otokrasi tidak harus disamakan dengan tirani.

Pemimpin otokrasi saat ini adalah individu yang bersemangat dan termotivasi, yang menginginkan organisasinya untuk berhasil. Oleh karena itu, ini memerlukan pemahaman tentang apa yang mungkin diinginkan bawahan dan budaya otokrasi tidak berarti komunikasi hanya satu arah.

Seperti yang telah kita lihat di atas, kepemimpinan otokrasi masih memiliki manfaatnya dan masih diperlukan di berbagai lini usaha, bisnis dan organisasi.

Gaya kepemimpinan otokrasi dapat meningkatkan pengambilan keputusan dan membuat aspek operasional bisnis berjalan lebih lancar.

Pemimpin otokrasi yang berpengetahuan luas dapat memberikan ide-ide inovatif kepada organisasi dan tim, menciptakan serangkaian cara baru untuk sukses dan sejarah telah membuktikan hal ini. Meskipun demikian, gaya kepemimpinan otokrasi juga membutuhkan banyak kualifikasi.

Membawa beban organisasi di pundak pemimpin tidaklah mudah dan keahlian yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat, berarti pemimpin harus selalu bersedia dan siap untuk belajar.

Selain itu, menjadi penanggung jawab keputusan dan meneliti bawahan dengan cermat dapat menciptakan lingkungan yang melemahkan semangat. Jadi, tidak ada satu gaya kepemimpinan yang sempurna, ini tergantung situasi dimana kamu memimpin untuk membawa organisasi pada keberhasilan.

Apakah kamu memiliki kesulitan dalam mengatur dan mengelola keuangan? Kamu bisa menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku dalam mengatur, mengelola dan mengatasi berbagai masalah keuangan.

Kamu bisa download Aplikasi Finansialku dengan mudah melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store. Selamat mencoba.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Gaya kepemimpinan apa yang kamu gunakan dalam memimpin? Berikan tanggapanmu melalui kolom komentar yang ada di bawah ini!

Kamu juga bisa membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalanmu.

Jika kamu membutuhkan konsultasi mengenai perencanaan keuangan pribadi atau bisnis, Konsultan Perencana Keuangan Finansialku siap menolongmu!

 

Sumber Referensi:

  • Suzanne Lucas. 24 Agustus 2018. Pros and Cons of Autocratic Leadership. Cleverism.com – https://goo.gl/HHctqE
  • Anastasia. 26 Juli 2016. Autocratic Leadership Guide: Definition, Qualities, Pros & Cons, Examples. cleverism.com – https://goo.gl/1gY3f8
  • Admin. What Is Leadership?. mindtools.com – https://goo.gl/fasfB7
  • Admin. Theory X and Theory Y – Understanding People’s Motivations. mindtools.com/ – https://goo.gl/VjDmmj

 

Sumber Gambar:

  • Leader – https://goo.gl/k2jT5q
  • Leader 2 – https://goo.gl/FVH3ce
  • Leader 3 – https://goo.gl/xZiQ2U
  • Leader 4 – https://goo.gl/fYLx6Z
  • Leader 5 – https://goo.gl/Mk25n1
  • Leader 6 – https://goo.gl/5dkcWS
KATEGORI ARTIKEL