Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis

Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis

Yuk, ketahui kelebihan dan kekurangan gaya kepemimpinan demokratis yang popular dan favorit serta termasuk gaya kepemimpinan yang dianut dalam sistem kepemimpinan di Indonesia.

Simak rubrik Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Gaya Kepemimpinan Demokratis

Setiap organisasi memiliki pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan masing-masing sesuai karakter dan juga situasi yang mereka hadapi.

Dalam berorganisasi, rata-rata gaya kepemimpinan demokratis sangat diharapkan bagi para anggotanya.

Ada berbagai alasan yang mendasarinya, terkait kelebihan dan kekurangan dari gaya kepemimpinan demokratis yang nampaknya lebih banyak mengakomodasi aspirasi dari setiap anggota salah satunya.

Dalam gaya kepemimpinan demokratis, pendapat dari setiap anggota akan mendapat perhatian oleh pemimpin, terutama dalam andil mereka untuk menentukan keputusan yang akan didaulat oleh organisasi atau kelompok tersebut.

Walaupun menjadi sebuah gaya kepemimpinan yang paling banyak menjadi pilihan dan favorit bagi banyak orang, ternyata sistem demokrasi belum 100% dianut oleh salah satu negarapun di dunia ini.

Indonesia adalah salah satu negara yang menganut sistem demokrasi, dimana Indonesia memilih kepala negara untuk menjabat sebagai presiden dan setiap perwakilannya melalui pemilihan umum yang biasanya dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.

Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis 02 Karyawan Rapat - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Sudah Tahu Tentang Fungsi Kepemimpinan? Ini Informasinya]

 

Gaya kepemimpinan demokratis mengangkat slogan yang mengedepankan suara rakyat, yaitu “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”. Dimana setiap keputusan dan ide berasal dari usulan rakyat, selanjutnya dilakukan bersama-sama oleh rakyat dan bertujuan untuk kepentingan rakyat itu sendiri.

Melihat slogan tersebut, lantas dimanakah peran dan posisi dari para pemimpin yang telah dipilih melalui pemilihan umum jika semuanya digagas dari rakyat, dilaksanakan oleh rakyat dan bagi kepentingan rakyat?

Dalam hal ini, gaya kepemimpinan demokratis menempatkan para pemimpin sebagai koordinator dan integrator, dimana para pemimpin bertugas mendiskusikan setiap keputusan yang akan diambil sebelum diserahkan kepada organisasi pada tingkat bawahan.

Selain itu, para pemimpin juga berperan sebagai pengawas, pengatur dan pemegang kontrol.

Dengan kata lain, pemimpin memiliki peran penting untuk memastikan setiap keputusan yang diambil bersama tersebut telah dilakukan oleh setiap bawahannya.

Apakah Anda Sudah Tahu Tentang Fungsi Kepemimpinan Ini Informasinya 03 Leader 2 - Finansialku

[Baca Juga: Kunci Sukses Kepemimpinan: 3P (Passion, Persistence, Panache)]

 

Dalam gaya kepemimpinan demokratis, filsafat demokratis mengedepankan akan pengakuan dan penerimaan bahwa setiap individu adalah makhluk yang memiliki harkat dan juga martabat yang mulia dengan hak asasi yang sama.

Menurut Sondang P. Siagian (1989, h.18) pemimpin dengan gaya kepemimpinan demokratis memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Kemampuan pemimpin mengintegrasikan organisasi pada peranan dan porsi yang tepat.
  • Mempunyai persepsi yang holistik.
  • Menggunakan pendekatan yang integralistik.
  • Organisasi secara keseluruhan.
  • Menjunjung tinggi harkat dan martabat bawahan.
  • Bawahan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
  • Terbuka terhadap ide, pandangan dan saran bawahannya.
  • Bersifat rasional dan obyektif.
  • Memelihara kondisi kerja yang kondusif, inovatif, dan kreatif.

 

Sebagai seorang pemimpin dalam sebuah organisasi, dalam gaya kepemimpinan demokratis, pengaruh yang diberikan kepada setiap bawahan adalah kemampuan mutlak yang harus dimilikinya.

Pengaruh ini tidak lain agar tujuan organisasi dapat tercapai, melalui bujukan, arahan dan sebagai jembatan penghubung kerja sama yang terjalin antar organisasi agar mampu bersinergi bersama.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

 

Ciri Gaya Kepemimpinan Demokratis

Ada banyak gaya kepemimpinan di dunia ini yang diterapkan oleh berbagai organisasi atau bahkan setiap negara dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Ciri-ciri dari gaya kepemimpinan demokratis yang membedakannya dengan gaya kepemimpinan yang lain diantaranya sebagai berikut:

728x90 - Entrepreneur300x250 Kotak - entrepreneur

 

#1 Kekuasan Pimpinan Tidak Mutlak

Sebagai pemimpin dalam organisasi yang menganut gaya kepemimpinan demokratis, pemimpin tidak memiliki wewenang yang mutlak dimana setiap keputusan dan kebijakan organisasi atau negara dilakukan melalui musyawarah mufakat.

Dengan demikian setiap pendapat dari bawahan dapat menjadi sebuah landasan dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, bawahan juga memiliki hak untuk membuat keputusan, walaupun tetap ada batasan yang harus ditaati sesuai dengan aturan atau perundangan yang berlaku dan disepakati bersama dalam sebuah aturan tertulis yang berisi tentang wewenang dari atasan dan juga sejauh mana keterlibatan dari para bawahan.

Apakah Anda Sudah Tahu Tentang Fungsi Kepemimpinan Ini Informasinya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Membuktikan Anda Memiliki Kualitas Kepemimpinan?]

 

#2 Adanya Komunikasi yang Baik

Komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan dalam gaya kepemimpinan demokratis berlangsung dengan baik.

Bawahan tidak perlu segan dalam memberikan saran, kritik atau masukan kepada atasan, dengan tata cara atau prosedur yang benar berdasarkan fakta, sehingga pemimpin pun juga mendengar saran atau pendapat dari bawahannya.

 

#3 Pengawas di Kedua Belah Pihak

Pengawasan tidak hanya dilakukan dari atasan kepada bawahan, tetapi juga sebaliknya.

Ada pengawas yang bertugas untuk memastikan bahwa pemimpin melaksanakan tugasnya dengan benar sesuai dengan aturan dan wewenang yang tertuang dalam peraturan atau perundangan tertulis.

 

#4 Pemimpin dan Bawahan Memikul Tanggung Jawab Bersama

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Inilah peribahasa yang menjadi sebuah nilai moral yang dianut oleh gaya kepemimpinan demokratis, dimana pemimpin dan juga bawahan menanggung tanggung jawab secara bersama-sama, tidak berat sebelah.

Dalam hal ini, setiap keberhasilan ataupun kegagalan sama-sama dipikul bersama-sama, baik itu oleh pemimpin dan juga para bawahannya.

 

#5 Adanya Kebebasan Berpendapat Bagi Bawahan

Dalam gaya kepemimpinan demokratis, setiap bawahan memiliki andil yang sama dan keleluasaan untuk mengutarakan pendapat dan aspirasi mereka terhadap organisasi.

Aturan dan tata cara prosedur tercantum secara tertulis untuk membuat alur memberikan masukan tetap tertib dan kondusif.

Bagaimana Kepemimpinan Generasi Milenial 06 Milenial 6 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Pelajaran Kepemimpinan dari Desain Cara Berpikir]

 

Tujuan dari gaya kepemimpinan demokratis adalah untuk mengaspirasi kepentingan bersama, oleh sebab itu setiap individu tanpa kecuali memiliki hak suara yang sama untuk didengar dan diperhatikan.

 

Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis

Hingga saat ini, belum ada satu gaya kepemimpinan yang sempurna yang mampu menjadi sebuah sistem tatanan kepemimpinan yang 100% efektif dan mampu menanggulangi setiap persoalan.

Adapun gaya kepemimpinan demokratis, selain menjadi sebuah gaya kepemimpinan yang paling banyak diminati karena berbagai kelebihannya, ternyata gaya kepemimpinan demokratis juga memiliki kekurangan atau kelemahannya tersendiri.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari gaya kepemimpinan demokratis.

 

Kelebihan Gaya Kepemimpinan Demokratis

  • Hubungan antara pemimpin dan bawahan harmonis dan tidak kaku.
  • Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa dihargai dan dibutuhkan peranannya.
  • Mengembangkan daya kreatif dari bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran.
  • Bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya.
  • Bawahan akan merasa bersemangat karena merasa diperhatikan.
  • Tidak mudah lahir kubu oposisi karena pemimpin dan bawahan sejalan.
728x90 - Waralaba300x250 Kotak - Waralaba

 

Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis

  • Proses pengambilan keputusan akan berlangsung lama karena diambil secara musyawarah.
  • Sulitnya dalam pencapaian kata mufakat karena pendapat setiap orang jelas berbeda.
  • Akan memicu konflik apabila keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego masing-masing anggota tinggi.

 

Bagaimana Dengan Anda Tentang Gaya Kepemimpinan Demokratis?

Menurut Anda, jika Anda adalah seorang pemimpin, apakah gaya kepemimpinan demokratis akan sesuai dengan ciri Anda dalam memimpin?

Apakah gaya kepemimpinan demokratis cukup efisien untuk diterapkan dalam setiap organisasi kepemimpinan, termasuk di negara kita tercinta, Indonesia?

 

Silakan beri pendapat dan tanggapan Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Anda juga dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Borobudur Training & Consulting. Gaya Kepemimpinan Demokratis. Borobudurtraining.com – https://goo.gl/AbPB68
  • Admin. 1 Desember 2017. 7 Gaya Kepemimpinan dan Kapan harus Diterapkan. Glints.com – https://goo.gl/rfaUMs
  • Reynaldi Moarses. Tipe Dan Gaya Kepemimpinan. Academia.edu – https://goo.gl/jhB1vf

 

Sumber Gambar:

  • Gaya Kepemimpinan Demokratis 01 – https://goo.gl/C2tobE
  • Gaya Kepemimpinan Demokratis 02 – https://goo.gl/HtSnan
KATEGORI ARTIKEL