Facebook Siapkan Aplikasi Pesaing Tik Tok

Facebook Siapkan Aplikasi Pesaing Tik Tok

youngster.id - Facebook bakal merilis aplikasi baru untuk menyaingi Tik Tok di pasar remaja. Aplikasi baru ini bernama Lasso. Pengguna Lasso bisa merekam kegiatannya sambil menari dan melakukan sinkronisasi bibir atau lip sync lagu yang tengah diputar.

Aplikasi ini tampaknya memang dirancang untuk menjadi pesaing Tik Tok, sebab Facebook melihat pasarnya cukup besar. Musical.ly misalnya, memiliki 60 juta pengguna aktif bulanan, yang merupakan remaja dan pra-remaja. Sementara Tik Tok kini memiliki lebih dari 300 juta pengguna.

Sumber yang merupakan pegawai Facebook tersebut mengatakan, aplikasi ini dikembangkan oleh anggota tim Video and Watch Facebook. Proyek ini dipimpin oleh Principal Lead Product Designer mereka, Brady Voss.

Voss sebelumnya bekerja di aplikasi TV Facebook dan Hello yang baru-baru ini ditutup. Ia sempat mengembangkan teknologi yang disebut Montage, yang menyajikan foto dalam satu unggahan pada saat pertemuan para penggiat teknologi atau Hackathon, 2016 lalu. Kini, ia kembali membuat proyek kreatif lewat Lasso.

Facebook sebelumnya juga pernah merilis fitur Lip Sync Live untuk menyasar pasar remaja. Namun, belakangan fitur itu dibuat mandiri menjadi bagian dari aplikasi Lasso. Karena sudah mendapat lisensi dari sejumlah label besar, Facebook pun bisa memberi akses lagu lebih panjang daripada Tik Tok yang dibatasi 15 detik.

Langkah ini diambil karena survei Piper Jaffray menunjukkan, hanya 5% dari remaja AS yang menjadikan Facebook sebagai platform sosial favorit mereka. Prosentase penggunaan setiap bulannya turun dari 60% menjadi 36% sejak Musim Semi 2016. Untuk itu, Facebook butuh cara baru untuk menggaet para remaja di luar Instagram dan WhatsApp.

Sekadar informasi, Musical.ly dan Tik Tok dikembangkan oleh perusahaan perangkat lunak Bytedance di Beijing, Tiongkok. Musical.ly diuncurkan pada 2014 dan populer di kalangan remaja AS dan Eropa. Sementara Tik Tok diluncurkan pada 2016, yang populer di Asia termasuk Indonesia. Namun Musical.ly ditutup pada Desember 2017. Bytedance pun memindahkan seluruh pengguna Musical.ly ke Tik Tok.

Adapun Facebook sudah mengkaji Musical.ly sejak 2016. Facebook juga dikabarkan telah membuat kesepakatan dengan beberapa perusahaan rekaman besar di Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan musik mereka dalam aplikasi Lasso.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL