Energi Listrik dari Gulma Air Kiambang

Energi Listrik dari Gulma Air Kiambang

youngster.id - Inovasi untuk menghasilkan energi listrik terbarukan terus dikembangkan. Seperti yang dilakukan oleh tim mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang tergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI). Mereka menjadikan gulma air kiambang (salvinia molesta m) menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Tim EGI terdiri dari Aditya Permana Putra, Aditya Permana Putra tim ini terdiri dari Aditya Aji Novtara, Arvi Wahyu Lestari, Bita Pitaloka, dan Alwan Afif Fadhillah.

Juru bicara tim EGI Aditya Permana Putra mengatakan pengembangan energy listrik ini berbasis konservasi kawasan perairan Danau Ranu Pani Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pengembangan energi listrik tersebut menggunakan teknologi pengembangan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbahan gulma air kiambang.

“Bagian dari kiambang yang dimanfaatkan berupa klorofil karena dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik,” ungkap Aditya yang dilansir laman UB baru-baru ini. Dia menjelaskan, kiambang merupakan tumbuhan air yang tumbuh di permukaan air dengan karakteristik laju biak yang sangat cepat dengan sifat adaptasi yang tinggi di berbagai kondisi lingkungan terutama pada air buangan kegiatan industri, limbah domestik, maupun limbah pertanian.

Populasi kiambang di Danau Ranu Pani saat ini sangat melimpah. Observasi yang dilakukan pada 2018 menyatakan bahwa populasi kiambang di Danau Ranu Pani jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya dan hampir seluruh permukaan danau tertutupi oleh gulma air.

“Hal ini tentunya menimbulkan berbagai macam permasalahan lingkungan berupa pencemaran air,” ujarnya.

Pengembangan DSSC dipilih karena merupakan sel surya dengan pemanfaatan bahan organik yang mudah ditemukan, harga relatif terjangkau, dan memiliki kestabilan kimia yang konstan.

Pemilihan kedua bahan tersebut dikarenakan sangat berlimpah pada daerah tertentu, mudah dikembangkan, berkelanjutan, dan sebagai upaya pemberantasan gulma air di Danau Ranu Pani.

Menurut Aditya, penambahan cyanobacteria hasil eksplorasi di Danau Ranu Pani dalam komponen DSSC berpotensi menambah daya keluaran listrik karena bakteri ini mampu berfotosintesis serta mengandung klorofil a dan pigmen warna lainnya yang berpotensi dijadikan dye, dan toleran terhadap sinar UV. Selain itu, bakteri ini mampu mengkonversikan foton yang lebih tinggi secara efisien.

Tim EGI yang dibimbing oleh dosen Restu Rizkyta Kusuma, berhasil meraih Silver Medal dalam kategori Invention menyisihkan 175 tim dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL