Begini Potensi dan Pembangunan Ekonomi Maritim di Indonesia

Begini Potensi dan Pembangunan Ekonomi Maritim di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Indonesia, dan di balik fakta ini terdapat potensi ekonomi maritim yang cukup besar.

Artikel Finansialku kali ini akan membahas potensi dan pembangunan ekonomi maritim di Indonesia.

Penasaran? Simak ulasan selengkapnya berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Ekonomi Maritim Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan total 17.504 pulau dan dikelilingi oleh 108 ribu kilometer garis pantai.

Garis pantai ini merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Selain itu, ¾ wilayah Indonesia terdiri dari laut. Oleh karena itu, di Indonesia, ekonomi maritim adalah sebuah prospek yang sangat menjanjikan.

Berdasarkan definisinya, ekonomi maritim adalah seluruh aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah pesisir dan lautan serta aktivitas ekonomi yang terjadi di daratan yang menggunakan bahan baku dari wilayah pesisir dan lautan.

Dari definisi ini, dapat disimpulkan bahwa ekonomi maritim Indonesia meliputi beberapa sektor, yaitu:

  • Perikanan tangkap.
  • Perikanan budi daya.
  • Industri pengolahan perikanan dan hasil laut.
  • Industri bioteknologi kelautan.
  • ESDM (Energi dan Sumber Daya Material).
  • Pariwisata Bahari.
  • Perhubungan Laut.
  • Kehutanan.
  • Sumber daya pulau-pulau kecil.
  • Industri dan jasa maritim.
  • SDA (Sumber Daya Alam) non-konvensional.

 

Dari seluruh sektor ini, potensi total nilai ekonomi yang dapat disumbang adalah sekitar US$1,5 triliun per tahun dengan potensi sekitar 45 juta lapangan kerja.

Ekonomi Maritim 02 - Finansialku

[Baca Juga: 7 Fintech yang Berpotensi Meningkatkan Perekonomian Indonesia]

 

Atur arus kas Anda dengan rapi, teratur dan tidak ribet dengan menggunakan Aplikasi Finansialku.

Aplikasi ini dapat memudahkan Anda dalam pencatatan pendapatan, alokasi pengeluaran, anggaran bulanan, persiapan dana seperti liburan, membeli barang atau pernikahan, dan berbagai fitur lainnya yang membuat pencatatan finansial Anda semakin baik.

Setelah Anda memiliki semua fakta tersebut, Anda dapat memutuskan bagaimana mulai menumbuhkan uang Anda.

Jika uang Anda ingin dialokasikan untuk membangun keuntungan melalui investasi dengan cara yang tepat, bangun dasar pengetahuan Anda dengan mendengarkan tayangan cara berinvestasi yang benar dalam channel Youtube Finansialku.

Anda juga bisa mendaftar seminar atau meminta nasihat dari penasihat keuangan terpercaya, salah satunya Penasihat Keuangan Finansialku.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Sektor Ekonomi Maritim yang Menjanjikan

Terdapat peluang pengembangan ekonomi maritim yang sangat luas di Indonesia.

Di bawah ini adalah beberapa contoh pengembangan beberapa sektor ekonomi yang ternyata dapat sangat membantu perekonomian negara, yaitu:

 

#1 Tambak Udang

Contoh pertama adalah ekonomi maritim untuk budi daya hasil laut seperti udang.

Terdapat 3 juta hektar lahan pesisir yang cocok untuk dijadikan budi daya tambak udang jenis Vaname.

Dengan usaha tambak udang seluas 500 ribu hektar, maka setiap tahunnya, hasil yang dapat dikumpulkan adalah 20 juta ton atau 20 miliar kilogram udang dengan produktivitas rata-rata 40 ton per hektar per tahun.

Harga udang Vaname adalah US$5 per kilogram. Dari hasil tersebut, nilai ekonomi yang diterima adalah US$100 miliar setiap tahun.

Ekonomi Maritim 03 - Finansialku

[Baca Juga: Pemborosan Dana Pertemuan IMF World Bank, Pemerintah Bela Diri]

 

Selain nilai ekonomi, dari 500 ribu hektar tambak udang ini, akan ada lapangan kerja untuk 2 juta orang secara langsung dan secara tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang.

Kasus ini hanyalah untuk 1 jenis budi daya laut, namun masih banyak budi daya laut dan perairan payau lain yang juga menjanjikan nilai ekonomi tinggi.

Jika ekonomi maritim Indonesia dapat dikembangkan, maka bukan hal yang tidak mungkin bahwa ekonomi maritim dapat memberikan sumbangan signifikan ke pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

#2 Biofuel

Biofuel adalah bahan bakar yang dihasilkan dari bahan organik. Biofuel juga disebut sebagai bahan bakar hayati.

Sejak tahun 2012, IPB telah menemukan 4 spesies mikro alga laut dengan kandungan hidrokarbon sekitar 20% dari total berat kering dan spesies ini dapat menghasilkan biofuel.

Jika kita memanfaatkan 0,3% total laut Indonesia (2 juta hektar area laut dangkal), untuk mengembangkan budi daya mikro alga, maka tanaman ini dapat memproduksi sekitar 2 juta barel biofuel per hari.

Kebutuhan minyak mentah nasional adalah sekitar 1,4 juta barel per hari.

Dengan pengembangan industri biofuel tersebut, kebutuhan minyak dapat terpenuhi dan tanpa harus bergantung pada impor minyak yang jumlahnya sekitar Rp500 triliun setiap tahunnya.

Kasus ini juga menunjukkan bagaimana ekonomi maritim memberikan potensi yang sangat besar untuk meningkatkan tenaga kerja.

Selain itu, ekonomi maritim juga dapat mencegah defisit neraca perdagangan.

 

#3 Bioteknologi

Industri bioteknologi kelautan meliputi 3 cabang industri:

  1. Genetic Engineering untuk menghasilkan bibit dan benih fauna serta flora yang unggul.
  2. Ekstraksi senyawa bioaktif dari organisme laut yang menghasilkan raw material (bahan baku) untuk beragam industri seperti kosmetik, farmasi, pewarna, film, dan lainnya.
  3. Bioremediasi lingkungan perairan yang tercemar.

 

Ekonomi Maritim 04 - Finansialku

[Baca Juga: Tawarkan Proyek Rp200 Triliun Di Pertemuan IMF World Bank]

 

Indonesia memiliki marine biodiversity (keanekaragaman hayati laut) yang terbesar di dunia.

Dengan teknologi yang tepat, keanekaragaman laut tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pendukung ekonomi Indonesia.

 

Perkembangan Ekonomi Maritim di Indonesia

Ilustrasi di atas menunjukkan bagaimana pentingnya bidang maritim untuk ekonomi Indonesia.

Tidak heran Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi dan Jusuf Kalla menjadikan maritim Indonesia sebagai prioritas pembangunan.

Tagline, Indonesia sebagai PMD (Poros Maritim Dunia) bukanlah hanya sebuah impian belaka tetapi sebuah ekspektasi yang sedang direalisasikan.

Selama 4 tahun terakhir ini, terjadi banyak kemajuan di bidang maritim.

Pertama, pemberantasan illegal fishing oleh nelayan asing. Kedua, program konservasi lingkungan melalui peraturan penangkapan ikan yang mengutamakan hal tersebut.

Selain itu, sejak tahun 2016, dwelling time mampu dipangkas menjadi 4 hari dari 9 hari berkat pembenahan manajemen pelabuhan.

Perkembangan ekonomi maritim Indonesia juga terlihat dari berkurangnya ekspor Indonesia yang harus dilakukan melalui pelabuhan Singapura (dari 70% di tahun 2014 menjadi 40% di tahun 2016).

Ekonomi Maritim 05 - Finansialku

[Baca Juga: ADB Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,2% Tahun Ini]

 

Pariwisata bahari pun ditingkatkan untuk menambah jumlah wisatawan lokal dan wisatawan asing.

Jumlah wisatawan asing yang dahulunya 3 juta orang di tahun 2014 menjadi 6 juta di tahun 2017.

 

Agenda Pembangunan Ekonomi Maritim

Walaupun usaha-usaha telah dilakukan, tetapi masih terdapat banyak sekali hal yang dapat dikembangkan untuk ekonomi maritim di Indonesia.

Berikut adalah beberapa agenda yang masih harus dilakukan:

 

#1 Optimalisasi Sektor Perikanan Tangkap

Cara ini dilakukan dengan mengembangkan 10.000 armada kapal ikan modern dengan ukuran 50 GT hingga 500 GT untuk dapat memanfaatkan lahan yang masih underfishing yang telah dimanfaatkan nelayan asing untuk area illegal fishing.

Wilayah tersebut, misalnya:

  • Laut Natuna.
  • Laut Sulawesi.
  • Laut Banda.
  • Laut Arafura.
  • Perairan Barat Sumatera.
  • ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia.

 

#2 Peningkatan Kualitas dan Sertifikasi Seluruh UPI (Unit Pengolahan Ikan)

Sekarang telah tersebar 61.603 unit pengolahan ikan di seluruh Indonesia.

Dari seluruh total UPI tersebut, hanya 718 unit yang skalanya besar dan modern dan sisanya berskala menengah, kecil dan mikro.

Ekonomi Maritim 06 - Finansialku

[Baca Juga: Menelusuri Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro di Indonesia]

 

#3 Pengembangan Industri Bioteknologi dan Wisata Bahari

Pengembangan industri bioteknologi kelautan dapat difokuskan pada industri makanan dan minuman sehat, farmasi, kosmetik, dan biofuel.

Selain industri bioteknologi, penguatan dan pengembangan wisata bahari juga sangat penting.

Pengembangan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas bahari yang ada saat ini melalui berbagai cara seperti:

  • Mengembangkan destinasi baru dengan kelas dunia.
  • Meningkatkan aksesibilitas dan amenities.
  • Meningkatkan promosi dan pemasaran.

 

 

#4 Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

Perbaikan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara membuka jurusan ekonomi maritim di perguruan tinggi.

SDM yang berkualitas ini akan mampu mengelola dan mengembangkan ekonomi maritim menjadi lebih baik.

 

Maksimalkan Potensi yang Ada

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi yang sangatlah besar.

Melihat hal ini seharusnya pemerintah juga masyarakat bisa memaksimalkannya agar Indonesia dapat semakin maju dan mampu bersaing dengan negara lainnya.

Ingat, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

 

Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda dapat lebih mengerti dan mengetahui andil ekonomi maritim dan kontribusinya untuk perekonomian negara Indonesia. Bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat! Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rokhmin Dahuri. 8 Januari 2019. Pembangunan Ekonomi Maritim. Kompasiana.com – https://bit.ly/2KgSfEC

 

Sumber Gambar:

  • Ekonomi Maritim 1 – http://bit.ly/2R3Wvst
  • Ekonomi Maritim 2 – http://bit.ly/2IbkFi9
  • Ekonomi Maritim 3 – http://bit.ly/2wMi1c8
  • Ekonomi Maritim 4 – http://bit.ly/2Wz7QGZ
  • Ekonomi Maritim 5 – http://bit.ly/2XBs8wb
  • Ekonomi Maritim 6 – http://bit.ly/2XCgDo1
KATEGORI ARTIKEL