7 Cara Tokcer Meningkatkan Motivasi Menulis Anda

Ilustrasi meningkatkan motivasi menulis

Menulis bisa diibaratkan sebagai pendakian gunung. Sebuah perjalanan yang akan melalui jalan setapak, naik turun bukit, menyeberangi sungai, hingga akhirnya mencapai puncak.

Dalam menulis pun akan melalui banyak tantangan dan rintangan. Seperti mengalami naik turunnya motivasi. Ketika motivasi menulis tengah menurun, kemampuan menyusun kata demi kata pun secara otomatis ikut drop.

Otak seolah menjadi beku. Karena hati dan pikiran yang tidak menyatu.

Tentu saja hal itu tidak bisa dibiarkan berlarut. Jika tidak, tulisan Anda akan sulit mencapai puncak atau titik akhir.

Karena itulah Anda butuh cara meningkatkan motivasi menulis yang tokcer. Berikut 7 caranya.

1. Temukan Tujuan Anda Menulis

Ketika seseorang merencanakan pendakian, dia pasti tahu bahwa target atau tujuannya adalah mencapai puncak gunung.

Kecuali, dia hanya menargetkan sampai titik tertentu sebelum puncak lalu kembali pulang. Tapi itu menunjukkan bahwa mendaki gunung pun selalu ada tujuannya.

Menulis pun harus punya tujuan. Saat Anda merencanakan sebuah tulisan, Anda harus tahu dan paham tujuan dari tulisan yang akan dibuat. Apakah untuk mengisi kolom di surat kabar atau hanya sekadar menuangkan isi hati yang sedang gundah.

Menulis tanpa tujuan menjadi salah satu faktor yang membuat motivasi menulis Anda menurun. Termasuk menjadi penyebab kemacetan ide di tengah proses penulisan.

Temukan tujuan Anda dalam menulis, maka akan bisa mendapatkan kembali motivasi yang menghilang.

2. Bentuk Wahana yang Mendukung

Sebuah tulisan akan bisa dirasakan manfaatnya ketika dibaca oleh orang lain. Ketika sebuah tulisan yang bagus dan menginspirasi hanya tersimpan di dalam harddisk komputer, maka tulisan itu belum memberi manfaat. Karena itu buatlah sebuah wahana sebagai tempat menampilkan tulisan Anda.

Jika Anda kebetulan bergabung dalam sebuah komunitas, Anda bisa memulainya dengan membuat buletin internal. Isi buletin ini bisa didominasi tulisan Anda atau gabungan dari karya para anggota komunitas.

Ketika Anda memiliki wahana untuk menuliskan apa yang dirasa bisa bermanfaat bagi orang lain, maka semangat untuk terus menulis bakal terus tumbuh.

Wahana seperti buletin ataupun mading di sekolah merupakan alat untuk meningkatkan motivasi menulis. Dan yang penting, tulisan Anda bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

3. Gabung dengan Komunitas Penulis

Di dunia ini tidak hanya Anda yang punya hobi menulis. Di Indonesia saja ada jutaan orang yang hobi dan punya kemampuan menulis. Mereka punya pilihan arah masing-masing dalam menulis.

Umumnya mereka membentuk satu komunitas penulis. Bisa berdasarkan genre tulisan atau pun tidak sama sekali. Bergabung dengan komunitas akan memberi banyak manfaat bagi Anda yang tengah mengalami penurunan motivasi menulis.

Karena dengan bergabung dengan komunitas, Anda akan mendapat banyak ilmu menulis yang mungkin belum diketahui selama ini. Seperti mengetahui cara-cara mengatasi penurunan motivasi. Termasuk trik untuk meningkatkan motivasi menulis.

Di komunitas pasti ada mereka yang bisa membimbing Anda agar tetap konsisten menulis. Ada beragam program pembinaan yang bisa mengarahkan Anda untuk menjadi seorang penulis yang  berkualitas.

4. Cari Suasana Berbeda

Rasa bosan juga bisa menjadi pemicu penurunan motivasi menulis. Karena itu Anda harus melakukan perubahan suasana ketika sedang menulis. Bisa dimulai dengan menata ruangan atau kamar yang biasa dipakai untuk menulis.

Jika Anda biasanya memandangi jendela kamar ketika menulis, atur meja hingga letak jendela menjadi berada di samping Anda. Posisikan benda-benda pendukung seperti buku catatan dan pulpen saat menulis yang membuat Anda bisa merasa nyaman. Sehingga Anda akan merasakan suasana yang berbeda.

Memindahkan tempat menulis ke sebuah cafe juga bisa menjadi pilihan yang lain. Suasana cafe yang berbeda dengan di dalam kamar sendiri pasti akan memberikan nuansa lain yang akan meningkatkan motivasi menulis Anda.

Tapi sebaiknya pilih waktu dan tempat yang tidak terlalu bising. Dengan demikian, Anda bisa tetap fokus dalam menulis.

5. Lengkapi Bahan yang Dibutuhkan

Salah satu penyebab penurunan motivasi yang membuat proses menulis menjadi terhambat adalah bahan tulisan yang belum lengkap.

Di tengah proses penulisan Anda menemui situasi bahwa bahan yang ada tidak atau kurang lengkap, maka rasa malas pun akan langsung muncul. Kemalasan inilah yang membuat motivasi menjadi turun.

Saat mengetahui bahan yang  dimiliki masih harus dilengkapi, segera lakukan proses riset lanjutan. Kumpulkan bahan yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan tulisan.

Jangan lanjutkan dulu tulisan sampai bahan-bahan yang dibutuhkan sudah Anda dapatkan semuanya.

Ketika bahan yang dibutuhkan sudah terkumpul, maka motivasi untuk menulis akan kembali muncul. Karena Anda pasti sudah kembali punya bayangan apa yang akan ditulis selama proses pengumpulan bahan.

Saat itulah Anda bisa langsung ngebut menyelesaikan tulisan hingga selesai.

6. Temukan Kembali Sumber Inspirasi Anda

Bahan-bahan untuk menulis sudah terkumpul, tapi kok motivasi menulis belum juga kembali muncul? Jika itu yang terjadi, biarkan dulu bahan-bahan tersebut.

Kini adalah waktunya untuk mengingat kembali siapa sosok penting yang membuat Anda begitu kuat ingin bisa menjadi penulis. Anda pasti punya sosok penulis yang karyanya begitu Anda kagumi.

Apakah dia penulis serial fenomenal Harry Potter, JK Rowling? Atau penulis legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer? Atau mungkin ada penulis lain yang buku-bukunya selalu Anda baca berulang kali?

Coba baca kembali kisah perjuangan mereka saat mulai menulis. Pasti ada banyak inspirasi yang bisa Anda ambil.

Jadikan inspirasi tersebut sebagai pendongkrak motivasi menulis Anda yang sempat menghilang. Bayangkan Anda bisa melalui semua hambatan seperti halnya para penulis favorit tersebut pernah lakukan sebelumnya.

7. Manajemen Waktu Menulis

Boleh jadi penurunan motivasi menulis yang tengah Anda rasakan adalah akibat dari buruknya manajemen waktu yang Anda terapkan.

Manajemen waktu pun tetap dibutuhkan dalam menulis. Tanpa manajemen waktu yang tepat, proses menulis Anda tidak akan efektif dan maksimal.

Ambil contoh adalah ketika Anda mengambil waktu istirahat terlalu lama. Istirahat yang terlalu lama hanya akan membuat Anda menjadi lazy alias malas. Ketika rasa malas sudah melanda, Anda pasti kesulitan untuk kembali ke aktivitas menulis.

Namun demikian, terlalu memaksakan menulis hingga lupa waktu juga tidak bagus. Otak dan badan yang terlalu diforsir pasti akan “ngehang”. Karena itu gunakan waktu istirahat dan beraktivitas secara bijak.

Memaksa untuk menulis hingga larut malam jelas bukan hal yang efektif. Karena tubuh dan otak pasti sudah menuntut untuk beristirahat.

Akan lebih efektif jika Anda bangun subuh dan mulai menulis. Kondisi otak dan badan yang lebih segar di pagi hari akan sangat membantu untuk menyelesaikan target tulisan pada hari itu.

Untuk bisa meningkatkan motivasi menulis yang tengah drop memang butuh perjuangan yang keras. Ingat, motivasi itu berada dalam pikiran dan hati Anda. Jadi 7 cara di atas adalah upaya dalam membenahi dua hal tersebut.

Jika mampu menjalankannya dengan baik, Anda pasti bisa mendapatkan kembali motivasi dan menjaganya untuk tidak turun lagi.

KATEGORI ARTIKEL