Menguntungkan, Ini Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele! Ketahui Berapa Modalnya!

Menguntungkan, Ini Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele! Ketahui Berapa Modalnya!

Cara budidaya Ikan lele itu mudah lho, modalnya kecil tapi sangat menguntungkan! Usaha ternak lele bisa memberikan banyak keuntungan meski dengan modal yang ringan, tapi perlu diperhatikan berbagai kendala keuangan.

Anda seorang pemula yang ingin memulai bisnis dengan modal pas-pasan? Ternak lele adalah bisnis yang sangat cocok untuk Anda.

Jangan khawatir tentang perencanaan keuangan, Aplikasi Finansialku dapat membantu seluruh perhitungan rencana budidaya ikan lele Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Mengetahui Manfaatnya Sebelum Budidaya Ikan Lele

Ikan tawar yang sangat menguntungkan adalah Lele.  Ikan lele kaya akan nutrisi dan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Dagingnya tidak hanya lembut dan lezat tapi juga mengandung berbagai zat yang penting bagi tubuh. Antara lain tinggi protein, sedikit kalori sejumlah 122 kalori, serta rendah lemak dengan berat 6.1 gram saja.

Protein dalam ikan lele sebanyak 15.6 gram, sangat berkualitas dalam memenuhi kebutuhan asam amino pada tubuh manusia.

Vitamin B-12 yang terkandung dalam ikan lele juga sangat tinggi, satu ekornya mengandung 40 persen vitamin B-12, yang bermanfaat untuk memecah zat makanan menjadi energi.

Kandungan zat di dalam ikan lele juga sangat rendah merkuri. Asam lemak omega juga terkandung dalam ikan lele, jumlahnya sekitar 875 mg asam lemak omega-6 dan lemak omega-3 sekitar 220 mg.

Kedua asam lemak tersebut sangat dibutuhkan manusia dalam sehari untuk menjaga kesehatan fungsi jantung.

Setelah mengetahui banyak manfaat yang terkandung dalam ikan lele bagi konsumsi tubuh manusia. Anda bisa memantapkan tujuan untuk ternak lele dengan cara yang benar agar kandungannya yang kaya nutrisi tidak berkurang.

Budidaya sangat diperlukan agar ikan lele terjaga dari zat-zat kimia berbahaya dari limbah yang dibuang ke sungai sebagai habitatnya.

Dengan dibudidayakan, artinya Anda juga mengurangi kerusakan ekosistem dan membantu memperbaikinya.

 

6 Langkah Sukses Ternak Lele

Bisnis ternak lele cukup mengandalkan keseriusan dan ketekunan, apalagi dengan bau amis ikan, rawatlah ikan lele secara rutin.

Jangan lupa untuk memperhitungkan berbagai rencana dan prediksi keuangan untuk perkembangan bisnis ikan lele yang Anda jalankan.

Tidak perlu keahlian yang membutuhkan banyak pengalaman untuk memulai bisnis ini, semua orang bisa memulainya asalkan memiliki beberapa hal seperti yang telah disebutkan, yakni keseriusan dan ketekunan.

Selain itu Anda perlu mengelola keuangan pribadi dan bisnis Anda dengan baik, agar bisnis Anda tidak mengalami kerugian. Anda dapat membaca ebook Pentingnya mengelola keuangan Pribadi dan Bisnis di bawah ini secara gratis.

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

 

Semua orang memang bisa menjalankan dan mengawali budidaya ikan lele dengan mudah. Tetapi untuk menjalankannya secara konsisten, hanya beberapa orang yang bisa melaluinya.

Butuh beberapa langkah yang harus dilalui oleh semua orang yang mengawali bisnis ternak lele untuk pertama kalinya, baik yang berpengalaman ataupun yang tidak berpengalaman.

Namun, terdapat beberapa langkah yang berbeda untuk para pemula. Berikut inilah tahapan untuk ternak lele pemula dengan hasil maksimal, sebagai langkah sukses yang harus diperhatikan oleh pemula.

 

Langkah 1: Pembuatan Kolam Ternak Lele

Buat kolam lele yang jauh dari lingkungan pabrik agar tidak terkontaminasi oleh limbah dan polusi.

Kolam lele harus berada pada suhu 20 hingga 280C. Suasananya harus tenang dengan air kolam yang keruh dan berwarna hijau berlumut.

Menguntungkan, Ini Tips Jitu Memulai Bisnis Ternak Lele! Ketahui Berapa Modalnya! 02 Bisnis Lele 2 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Tips Sederhana Dalam Memulai Usaha Modal Kecil]

 

Kolam lele diisi air dengan jarak yang cukup dalam dari permukaan, jika dangkal menyebabkan lele kepanasan dan mati. Tambahkan tanaman seperti eceng gondok atau talas agar dapat menyerap racun air kolam dan memberi keteduhan.

 

Langkah 2: Memilih Indukan yang Berkualitas

Pilih bibit yang berkualitas untuk ternak lele, dengan ciri-ciri fisik pejantan lele memiliki perut ramping, tulang kepala pipih, warna lebih gelap, lincah, dan memiliki alat kelamin berbentuk runcing.

Sementara untuk betina dengan ciri-ciri perut lebih besar daripada punggungnya, kepala cembung, gerakan lamban, dan kelamin berbentuk bulat.

 

Langkah 3: Proses Mengawinkan Lele

Perhatikan ciri-ciri lele yang siap kawin dari warna kelaminnya, alat kelamin pejantan akan berwarna merah dan yang betina berwarna kuning. Jika sel telur telah dibuahi dan benih lele sudah menetas, maka pisahkan benih-benih tersebut.

 

Langkah 4: Pengembangbiakan Lele

Siapkan ember yang diisi air kolam untuk menampung benih lele sebelum dipindah ke kolam, karena jika dipindah ke kolam secara langsung, benih lele mengalami stress dan akhirnya mati.

Menguntungkan, Ini Tips Jitu Memulai Bisnis Ternak Lele! Ketahui Berapa Modalnya! 03 Bisnis Lele 3 - Finansialku

[Baca Juga: Tips dan Trik Sukses Memulai Usaha Agribisnis yang Patut Anda Coba]

 

Kolam juga dibersihkan terlebih dahulu Kemudian letakkan ember  ke dalam kolam pada malam atau pagi hari setelah air kolam dikurangi sekitar 10 hingga 20 cm.

Jangan pindahkan ember dari dalam kolam, tunggu hingga 24 jam agar benih-benih lele bisa beradaptasi dengan kolam.

 

Langkah 5: Pemeliharaan Lele

Pemeliharaan ikan lele dengan baik dan benar bisa dilakukan dengan memperhatikan dan menjaga agar lingkungan kolam tetap bersih. Kemudian memberi pakan yang sehat dan berkualitas bagi lele.

Menguntungkan, Ini Tips Jitu Memulai Bisnis Ternak Lele! Ketahui Berapa Modalnya! 04 Bisnis Lele 4 - Finansialku

[Baca Juga: Baru Memulai Bisnis? Kenali Serba Serbi Hubungan Serikat Pekerjanya!]

 

Pemberian pakan dilakukan 3x sehari sekitar pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam.

Jika beberapa lele yang lincah mendongakkan kepala maka bisa diberikan pakan tambahan.

Pakan bisa berupa sentrat 781-1 karena kandungannya sangat dibutuhkan lele. Jangan terlalu sering memberikan pakan karena menimbulkan berbagai penyakit akibat endapan pakan.

 

Langkah 6: Pemisahan Lele Siap Panen

Lele yang siap panen memiliki ciri-ciri fisik yang ukurannya sekitar 5-7 cm atau 9-12cm, karena ukuran tersebut banyak dicari di pasaran. Warna air kolam berubah menjadi merah saat lele siap panen.

Kemudian bersihkan kolam hingga tidak ada lele dewasa yang tersisa untuk dihuni benih-benih lele yang baru.

 

Bisnis Ringan dengan Budidaya Ikan Lele

Lele menjadi makanan lauk-pauk yang bisa dinikmati di berbagai industri kuliner, dari warung-warung kecil hingga restoran mewah, semuanya menyediakan menu makanan ikan lele.

Peminat ikan lele untuk dikonsumsi sebagai makanan bernutrisi terus meningkat di pasaran.

Hal itu ditunjukkan dengan peningkatan jumlah produksi dan ternak lele periode per-tahun 2017 kemarin, yang ditunjukkan oleh data dari Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Produksi lele nasional dari tahun ke tahun terus meningkat, dan pada tahun 2017 mengalami lonjakan yang cukup tinggi, dari jumlah 767.797 ton ke 1.771.797 ton pada tahun 2016 ke 2017.

Harga lele pun ikut meningkat, per kilonya sekitar 14.000 hingga 17.000, jika harga tetap tinggi artinya permintaan pasar pun masih tinggi.

Hingga 2018 harga pasaran untuk ikan lele juga tetap stabil tidak mengalami penurunan dari tahun 2017.

Data peningkatan produksi dan harga lele yang sangat menggiurkan tentu membuat banyak orang tergoda untuk membudidayakan ikan lele.

Peternak lele yang menjalankan bisnis dengan metode efektif tentu sangat diuntungkan dengan bisnis lele.

Murahnya modal untuk beternak lele daripada beternak unggas membuat budidaya lele juga menjadi bisnis populer di kalangan masyarakat Indonesia di seluruh pelosok.

 

Keuntungan Beternak Lele

Selain permintaan pasar yang banyak terhadap ikan lele, serta modal yang cukup murah dalam mengawali bisnis ini. Ternak lele juga memiliki berbagai keuntungan lain untuk dijadikan sebagai usaha unggulan Anda.

Jika masih terdapat keraguan sebelum memulainya maka hasilnya nanti tentu tidak akan maksimal. Berikut beberapa keuntungan menjalankan budidaya ikan lele agar tidak ada lagi keraguan untuk melakukannya.

 

Keuntungan 1: Ikan Lele Mudah Beradaptasi

Lele adalah ikan tawar yang bisa hidup di mana saja kecuali di air asin. Anda hanya perlu menyiapkan kolam yang luas dan kedalaman yang sesuai dengan jumlah ikan lele yang akan diternak.

Ikan lele bisa hidup di kolam yang dilapisi semen, terpal atau bahkan sekedar tanah, atau empang. Ikan-ikan lele tersebut akan berkembang biak dengan cepat dengan pemeliharaan secara rutin dan baik.

 

Keuntungan 2: Kekebalan Tubuh yang Kuat

Selain dapat beradaptasi dengan baik di berbagai jenis kolam, ikan lele juga memiliki daya tahan tubuh kuat yang membuatnya jarang terkena serangan berbagai penyakit.

Lendir yang menempel di tubuh lele berfungsi sebagai pelindung dari berbagai penyakit yang dapat menyerang kekebalan tubuhnya. Daya tahan tubuh yang kuat itu dapat menekan angka kematiannya.

 

Keuntungan 3: Benih Berkualitas Mudah Dicari dengan Murah

Ikan lele banyak ditemukan diperairan air tawar, di sungai-sungai yang mengaliri seluruh wilayah di Indonesia, serta termasuk ikan yang populer jadi sangat mudah untuk memperoleh benihnya.

Benih lele juga tergolong murah, satu bibit lele dapat diperoleh hanya dengan harga sekitar 2.500 saja. Sedangkan harga jualnya bisa dibilang cukup mahal. Dengan begitu tidak perlu modal yang besar untuk memulai beternak lele.

 

Hambatan yang Perlu Diperhatikan Saat Beternak Lele

Ketiga keuntungan beternak lele di atas pasti akan didapatkan apabila disertai usaha yang benar dan serius dalam merawat dan memelihara ikan lele.

Namun, setiap bisnis tentu tidak hanya mendapatkan keuntungan saja, tetapi terdapat beberapa kendala dan hambatan yang harus diperhatikan dan diatasi agar tidak mengurangi keuntungan yang diperoleh.

Peternak lele juga banyak mengalami kegagalan karena tidak memperhatikan hambatan dan pemeliharaan yang baik dan benar. Berikut beberapa kendala yang harus Anda perhatikan saat beternak lele.

 

Hambatan 1: Harga Pakan Naik

Perhitungan yang paling banyak memakan biaya dalam ternak lele ada pada harga pakannya yang memakan 60-70% dari total keseluruhan. Biaya pakan lele juga terbilang mahal dan mengalami kenaikan secara terus-menerus.

Hal ini bisa diatasi dengan memberi pakan alami seperti daun kangkung dan pepaya, jangan terlalu mengandalkan pakan buatan pabrik.

 

Hambatan 2: Hama dan Penyakit

Daya tahan lele memang tergolong tinggi daripada jenis ikan tawar lainnya. Namun, ada yang tergolong hama bagi lele yang dapat menyebabkan kematian lele.

Hama-hama yang mungkin dapat memasuki habitat lele seperti burung, katak, serangga, lintah dan cacing.

Sedangkan virus, bakteri dan jamur juga dapat menjadi parasit yang merugikan bagi ikan lele.

Hindari serangan hama dan parasit pada lele dengan selalu memperhatikan kebersihan air dan lingkungan kolam meskipun lele suka di daerah berlumpur.

Berikan vitamin melalui makanan dan obati sesuai dengan jenis-jenis penyakit yang dialami jika terserang hama.

 

Ternak Lele Menghabiskan Modal Murah

Untuk mengawali budidaya ikan lele harus dilakukan terlebih dahulu perencanaan keuangan secara matang untuk menghindari kerugian. Buatlah asumsi-asumsi awal saat Anda merancang bisnis ternak lele nanti.

Berikut contoh perhitungan menggunakan asumsi sederhana untuk beternak lele:

Investasi modal awal dihitung melalui jumlah anggaran barang-barang yang dibutuhkan untuk mempersiapkan ternak lele.

Anggap saja Anda butuh 3 buah terpal untuk membangun kolam lele seharga Rp700.000, kemudian bamboo seharga Rp300.000, peralatan dan lain-lain sekitar Rp100.000. Jadi total modal awal yang Anda butuhkan sekitar Rp1.100.000.

Kemudian untuk perhitungan biaya operasional bulanan antara lain, dibutuhkan bibit ikan lele sebanyak 3000 ekor dengan harga Rp750.000, pakan lele seharga 600.000, vitamin dan obat sekitar 150.000. Totalnya Rp1.500.000.

Asumsi pendapatan Anda perbulan dapat dihitung dengan total panen lele, misalnya panen sebesar 600 kg dengan tingkat kematian 10%. Harga lele adalah Rp15.000/kg, sehingga total lele yang dijual seharga Rp9.000.000

Pendapatan dari biaya operasional yang diperoleh sebesar Rp9.000.000 – Rp1.500.000 = Rp7.500.000.

Ini sekedar asumsi perhitungan bisnis ternak lele yang akan Anda dapatkan. Secara nyata bisa diperoleh melalui perhitungan ternak lele yang nanti Anda jalani.

Hasil keuntungan yang diperoleh sangat menggiurkan bukan? Jadi jangan tunggu lagi untuk segera membuka bisnis ternak lele.

 

Praktis Menghitung Keuntungan Ternak Lele dengan Aplikasi Finansialku

Perhitungan secara detail dan teliti sangat diperlukan, khususnya bagi seorang pemula yang mengawali sebuah budidaya ikan lele.

Aplikasi Finansialku dirancang bagi pebisnis yang ingin memprediksikan anggaran yang dibutuhkan untuk membuka sebuah usaha dan menghitung secara keseluruhan tentang keuangan dalam usaha tersebut.

Anda tidak perlu susah payah menulis draft-draft tabel untuk membuat rencana dan anggaran keuangan dengan pembukuan jurnal.

Cukup bermodal hp yang dilengkapi android, kemudian dilengkapi dengan  Aplikasi Finansialku untuk menghitung dan merencanakan kebutuhan keuangan Anda di masa mendatang.

Jika Anda belum memasang Aplikasi Finansialku di perangkat android, maka Anda bisa unduh aplikasi tersebut di Google Play Store atau melalui link di bawah ini.

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Kemudian, buatlah akun baru untuk mengakses berbagai fitur keuangan yang dapat membantu Anda.

Setelah terdaftar dan melihat berbagai fitur yang ditawarkan di sisi kiri layar smartphone Anda.

Pilih fitur “Rencana Keuangan,” kemudian terdapat dua pilihan yang mengarahkan pada bisnis Anda, apakah telah terwujud atau masih dalam proses.

Apabila Anda masih dalam proses untuk menjalankan bisnis, maka pilih tambahkan di pojok kanan bawah dalam fitur “Dalam Proses”.

Di dalamnya akan ada berbagai pilihan, jika keperluan yang Anda butuhkan adalah untuk menghitung modal awal ternak lele, maka pilihlah “Dana Membeli Barang”.

Di dalamnya terdapat beberapa kolom yang harus diisi sesuai perintah. Tuliskan total modal awal yang diperlukan untuk membangun bisnis ternak lele.

Misalnya, total modal awal yang dibutuhkan adalah Rp2.600.000 maka tuliskan di dalam kolom yang sesuai, kemudian tuliskan dana yang sedang dimiliki saat ini, setelah diisi secara keseluruhan, klik hitung.

Aplikasi Finansialku akan menunjukkan kebutuhan uang Anda yang harus diinvestikan karena telah dihabiskan untuk modal awal ternak lele.

Perkiraan keuangan Anda bulan depan akan berkurang dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih sehingga Anda harus berinvestasi setiap bulan dengan jumlah sisa anggaran awal yang Anda miliki dikurangi modal awal ternak lele.

 

Dengan membaca artikel di atas, tentunya prospek beternak lele akan semakin jelas bukan?

Siapapun yang ingin beternak lele dengan sukses, maka harus membaca informasi penting di atas. Karena itu, jangan lupa untuk membagikannya pada sesama pebisnis pemula.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Anonymous. 05 January 2017. Inilah 6 Tahapan untuk Ternak Lele Pemula dengan Hasil Maksimal. Infoagribisnis.com – https://goo.gl/Xajt3c
  • Novia Widya Utami. 10 Mei 2018. Tips Memulai Bisnis Budidaya atau Ternak Lele yang Menguntungkan. Jurnal.id – https://goo.gl/ap7fNw
  • Kurniasih Miftakhul Jannah. 08 April 2018. Ingin Coba Budidaya Ikan Lele? Ini Perhitungannya bermodal Rp 2 Jutaan. okezone.com – https://goo.gl/cWejY8

 

Sumber Gambar

  • Usaha Lele – https://goo.gl/jNizjs
  • Bisnis Lele – https://goo.gl/images/hNg5TR
  • Kolam Lele – https://goo.gl/images/xVCU3M
  • Ternak Lele – https://goo.gl/images/jvXQoU

 

KATEGORI ARTIKEL