Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

Salah satu usaha budidaya yang menarik karena produknya adalah ikan nila. Lalu bagaimana cara budidaya ikan nila?

Selain mudah dikembangbiakkan, ikan nila juga cepat dipanen lho!

Agar bisa memulai usaha budidaya ikan nila, maka pelajari ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Budidaya Ikan Nila: Inovasi Usaha yang Menguntungkan

Bisnis budidaya ikan atau tanaman adalah bisnis yang layak untuk dicoba.

Kebutuhan pasar yang tidak pernah sepi dari kedua bahan baku makanan tersebut merupakan alasan utama mengapa bisnis budidaya tersebut patut untuk dicoba. Salah satunya, budidaya ikan nila.

Sebagai ikan yang lezat untuk dikonsumsi, ikan nila memiliki pangsa pasar yang cukup luas. Mulai dari rumah makan yang menyediakan menu utama ikan nila, hingga sebagai konsumsi rumahan sehari-hari.  

Maka dari itu, bisnis budidaya ikan nila ini bisa mencapai puluhan juta per bulannya.

 

Ingin Cepat Panen dengan Budidaya Ikan Nila? Inilah Resepnya

Selain berpotensi mendatangkan keuntungan yang besar, budidaya ikan nila juga cukup mudah untuk dilakukan. Anda memerlukan peralatan budidaya ikan pada umumnya, seperti kolam, bibit ikan dan pakan.

Cara budidaya ikan nila yang dilakukan dengan baik dan benar tentu akan meningkatkan hasil panen ikan tersebut. Nah, berikut ini adalah panduan lengkap budidaya ikan nila agar cepat panen dengan hasil yang terbaik.

 

#1 Persiapkan Kolam Ikan untuk Pembibitan Berkualitas

Budidaya ikan nila ini diawali dengan pembuatan kolam untuk tempat budidaya ikan. Dalam mempersiapkan kolam tersebut, Anda harus memperhatikan kondisi kolam yang akan diisi dengan ikan nila tersebut.

Sebagai ikan yang hidup di air tawar, kolam ikan nila lebih baik ditempatkan pada kolam tanah.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen 02 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Sukses Ternak Kambing yang Terbukti Menguntungkan]

 

Jika kondisi kolam kering dan retak-retak sebelum diisi air dan bibit ikan, maka Anda perlu melakukan pembajakan pada kolam tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan kolam dari hama dan sampah yang ada di kolam tersebut.

Selain itu, suhu dan ketinggian tempat budidaya juga mempengaruhi kelayakan kolam ikan. Tempat yang paling baik untuk membudidayakan ikan nila berada di ketinggian 300-600 dpl dengan suhu sekitar 25-30 derajat celcius.

Membuat kolam ikan nila yang layak juga harus melakukan pengaturan pH kolam, yaitu  7 hingga 8. Maka dari itu Anda perlu melakukan pengapuran tanah terlebih dahulu untuk menetralkan pH air.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan persiapan kolam lainnya, seperti pemasangan terpal, sanitasi air dan sebagainya.

 

#2 Pastikan untuk Memilih Benih Terbaik

Setelah menyiapkan kolam untuk tempat budidaya, maka selanjutnya adalah memilih benih. Pemilihan benih ini sangat penting untuk dilakukan guna memilih ikan nila yang akan dijadikan sebagai bibit unggulan.

Ciri-ciri bibit yang berkualitas biasanya memiliki ukuran 12 centimeter dan memiliki warna belang yang cukup jelas.

Selain itu, bibit tersebut juga mempunyai gerakan yang lincah dan tidak cacat pada fisiknya. Bibit-bibit yang dipilih harus memiliki warna yang sama dan memiliki berat 30 gram.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen 03 - Finansialku

[Baca Juga: Peluang Bisnis Menggiurkan Ternak Ayam Kampung, Begini Cara Memulainya!]

 

Apabila Anda sudah memilih bibit yang berkualitas, maka selanjutnya menebar bibit-bibit tersebut ke dalam kolam.

Namun, sebelum menebar benih langsung ke kolam, sebaiknya dilakukan adaptasi terlebih dahulu dengan cara memasukan air kolam ke dalam ember yang berisi ikan nila. Hal ini dilakukan untuk menghindari bibit mengalami stres.

Kapasitas kolam budidaya juga patut untuk mendapatkan perhatian, jangan mengisi kolam dengan jumlah ikan yang terlalu banyak.

Jika kolam budidaya memiliki kedalaman air 60-70 centimeter, maka dapat diisi dengan ikan yang memiliki berat 10-20 gram/ekor berjumlah 15-30 saja.

Pembatasan daya tampung kolam ini dimaksudkan agar ikan nila dapat tumbuh dengan baik sehingga tidak mati karena tertekan.

 

#3 Perawatan Benih Hingga Panen

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, perawatan yang dilakukan untuk budidaya ikan nila ini cukup mudah.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat ikan nila hingga dapat dipanen adalah pemberian pakan, pengelolaan air dan pencegahan hama penyakit.

Pemberian pakan ikan nila dilakukan setiap pagi dan sore hari. Beri ikan nila pakan pelet yang memiliki kadar protein 20-30%. Banyaknya pakan yang diberikan adalah 3% dari berat tubuh ikan nila tersebut.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen 04 - Finansialku

[Baca Juga: Panduan Mudah Memulai Bisnis Ternak Sapi Bagi Pemula]

 

Untuk mengetahui bobot tubuh ikan dan menyesuaikan jumlah pakan, Anda bisa melakukan penimbangan ikan nila yang dipilih secara acak selama dua minggu sekali.

Pemberian pakan ini merupakan pos modal yang paling tinggi dalam membudidayakan ikan nila.

Jika dalam satu kolam ikan budidaya terdapat 1500 ekor dengan berat rata-rata 15 gram/ekor, maka jumlah pakan yang harus disiapkan setiap harinya adalah 6,75 kg.

Apabila bobot ikan dan jumlahnya lebih banyak lagi, maka semakin banyak pula pakan ikan yang harus Anda siapkan.

Selain pemberian pakan, perawatan ikan nila juga harus melakukan pengelolaan air yang baik.

Kualitas air yang baik tentu sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan, sehingga budidaya ikan nila ini dapat menghasilkan panen yang lebih maksimal.

Cek kadar pH dan oksigen pada air kolam untuk memastikan kualitasnya.  Jika kadar oksigen pada air kolam menurun maka Anda dapat memperbesar debit air untuk melakukan sirkulasi.

Selain itu, pastikan air kolam tidak mengalami pembusukan dengan ciri bau busuk yang keluar dari kolam tersebut.

Apabila hal tersebut terjadi, maka lakukan pergantian air dengan cara mengeluarkan 1/3 air kotor dalam kolam tersebut dan menambahkan isinya dengan air yang baru.

Setelah pengelolaan air dan pemberian pakan sudah dilakukan dengan baik, maka hal terakhir yang harus dilakukan untuk perawatan ikan nila adalah pengendalian hama atau penyakit.

 

Eksekusi Masa Panen Ikan Nila Secara Maksimal

Budidaya ikan nila dari mulai pembenihan hingga masa panen dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Jika bobot ikan di pasar domestic adalah 300-500 gram per ekornya, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai bobot tersebut budidaya ikan nila dengan bibit ikan yang berukuran 10-20 centimeter  adalah sekitar 4-6 bulan.

Kebutuhan pasar akan ikan nila sendiri cukup tinggi, sehingga budidaya ikan ini memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Jangan lupa, semuanya harus direncanakan dengan matang, terutama mengenai keuangannya!

Anda bisa memulainya dengan merencanakan keuangan Anda dengan baik, Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, agar tujuan keuangan Anda dapat tercapai sesuai rencana. Selamat membaca..

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Setelah membaca artikel di atas, tentu ada gambaran yang nyata bahwa budidaya ikan nila adalah suatu usaha prospektif bukan?

Nah, agar Anda bisa memberi banyak manfaat bagi sesama pengusaha muda, jangan lupa bagikan artikel penting ini pada teman-teman, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila. Alamtani.com – http://bit.ly/2N8n01J
  • Muhammad Iqbal. 29 Maret 2019. Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan? 99.co – http://bit.ly/31QeCHn
  • Rio Brian. Usaha Budidaya Ikan Nila yang Menguntungkan dan Cepat Panen. Maxmanroe.com – http://bit.ly/2XywN53
  • Admin. 23 November 2018. Cara Budidaya Ikan Nila Yang Dapat Meningkatkan Hasil Panen. Gdmorganic.com – http://bit.ly/2IDQMqE

 

Sumber Gambar:

  • Budidaya Ikan Nila 1 – http://bit.ly/2X0Eq4R
  • Budidaya Ikan Nila 2 – http://bit.ly/2J2G2kF
  • Budidaya Ikan Nila 3 – http://bit.ly/2FtMBfl
  • Budidaya Ikan Nila 4 – http://bit.ly/31JYG9w

 

KATEGORI ARTIKEL