Booking.com : Tren Akomodasi Unik

Booking.com : Tren Akomodasi Unik

youngster.id - Booking.com sebagai pemimpin perjalanan global mengungkap berbagai faktor yang menjadi alasan tamu untuk menginap di akomodasi unik, serta pentingnya tuan rumah, manajer, atau pemilik akomodasi tentu dengan adanya pemberian pelayanan personal yang tepat. 

Faktanya, traveler saat ini memiliki lebih banyak pilihan akomodasi ketika merencanakan perjalanan mereka. Karena itu,  menjadi ‘tuan rumah’ yang baik dapat menjadi pembeda satu properti dengan properti lainnya. 

“Karena perjalanan memiliki banyak elemen, tidak ada satu pendekatan yang tepat untuk menyediakan semua kebutuhan traveler yang berbeda-beda. Penelitian kami mengungkapkan betapa pentingnya bagi pemilik dan manajer akomodasi untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat, demi memastikan pengalaman menginap yang paling berkesan baik di rumah, apartemen, guesthouse, atau jenis properti lainnya,” kata Olivier Grémillon, Vice President di Booking.com melalui keterangan persnya baru-baru ini.

Menurut Olivier, traveler ingin merasa seperti di rumah sendiri, merangkul budaya lokal, menikmati kedamaian dan ketenangan, atau sekadar melarikan diri sejenak, kekuatan tuan rumah sangat penting untuk membuat pengalaman menginap menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Di Booking.com, kami percaya pada individualitas dan fakta bahwa masa inap yang sempurna mungkin terlihat berbeda untuk semua orang. Namun ada satu hal yang sangat jelas. Tidak masalah apakah traveler ingin merasa seperti di rumah sendiri, merangkul budaya lokal, menikmati kedamaian dan ketenangan, atau sekadar melarikan diri sejenak, kekuatan tuan rumah sangat penting untuk membuat pengalaman menginap menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” ungkapnya.

Rupanya, penelitian Booking.com yang dilakukan terhadap lebih dari 21.500 traveler global menemukan hampir dua pertiga (63%) responden percaya bahwa masa inap mereka menjadi jauh lebih baik karena orang-orang yang mengelola akomodasi.

Akomodasi yang unik seringkali tercermin dalam kepribadian tuan rumah mereka saat tatap muka, atau dalam kesigapan mereka terhadap kebutuhan tamu-tamunya. 

Misalnya, manajer B&B yang berpengetahuan tentang tips lokal, pemilik apartemen yang memperhatikan setiap detail dari pengalaman tamu, hingga pengelola villa yang berbagi makanan buatan rumah dengan tamu mereka. 

Tidak mengherankan bila lebih dari setengah (51%) traveler bahkan memilih untuk menginap di akomodasi yang sama lagi terutama karena senang dengan kehangatan tuan rumahnya. Peran tuan rumah akan terus menjadi faktor penting bagi traveler yang mencari akomodasi alternatif tahun ini. Sebab, lebih dari dua pertiga (69%) responden berencana untuk menginap di akomodasi yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan pemilik atau manajer properti pada tahun 2019. Interaksi ini terjadi ketika tuan rumah berada di properti setiap hari, atau ketika mereka memberikan sambutan hangat pada saat kedatangan tamu.

Penelitian ini juga menemukan bahwa beberapa orang cukup senang hanya dengan disambut hangat dan sederhana. Namun, ada juga tipe traveler yang memiliki ekspektasi tinggi tentang pelayanan dari tuan rumah. Bagi sebagian besar (66%) responden, perasaan seperti di rumah sendiri sangatlah penting. Sedangkan untuk 62% responden manfaat utama akomodasi dengan tuan rumah adalah mendapatkan informasi ‘orang dalam’ dari penduduk asli daerah itu. Hampir setengah (45%) responden mengandalkan informasi ini untuk berhemat dan menghindari berbagai jebakan turis. 

Selain itu, pemilik atau manajer akomodasi juga diharapkan untuk membawa elemen sosial ke dalam perjalanan tamu. Sebab, sebanyak 44% responden mengaku ingin menambah lingkaran sosial mereka dan berharap diundang ke pesta lokal oleh orang yang mengelola akomodasi. Namun, semua ini bukan sekadar soal memberi sambutan atau menggelar pesta. Perlu ada keseimbangan untuk memastikan tamu mendapatkan pengalaman terbaik, karena tidak semua orang tertarik untuk terlalu beramah tamah. Lebih dari setengah responden (52%) merasa bahwa mereka hanya perlu melihat tuan rumah mereka sekali saja, dan lebih dari sepertiganya (36%) berharap hanya dihubungi sekali saat check-in dan sekali saat check-out. 

Menyeimbangkan antara harapan tamu tentang tuan rumah yang tahu kebutuhan mereka dan batasan dari pelayanan personal ini bisa jadi cukup rumit. Apa lagi, sebanyak 69% responden percaya bahwa tuan rumah harus tahu secara intuitif jumlah waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama tamu. Hampir empat dari lima (79%) responden merasa ini adalah cara untuk menghargai kebutuhan tamu akan ruang pribadi dan privasi.

Manajer akomodasi dapat mencari hal yang paling disenangi semua traveler secara universal. Senyum hangat bisa menjadi kunci untuk ulasan positif, dengan tiga perempat (75%) responden berharap dapat bertemu seseorang yang ramah pada saat kedatangan. 

Lebih dari itu, menawarkan sentuhan pribadi, seperti menghidangkan makanan lezat setempat, juga dapat membuat perbedaan besar. Tambahan seperti teh, kopi, dan makanan dapat membantu hampir setengah (45%) responden merasa nyaman dengan lingkungan baru mereka.

FAHRUL ANWAR

KATEGORI ARTIKEL