Asuransi Rumah Syariah VS Asuransi Rumah Konvensional, Ini Dia Bedanya!

Bingung memilih antara asuransi rumah syariah dan asuransi rumah konvensional?

Sebelum mengambil keputusan, simak dulu perbedaan keduanya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Pentingnya Asuransi

Tentunya produk asuransi merupakan sebuah produk yang sudah umum di tengah masyarakat.

Asuransi akan melindungi aset berharga Anda, misalnya kesehatan, kendaraan bermotor, jiwa, atau bahkan rumah Anda.

Berbeda dengan dana darurat, asuransi merupakan sebuah perjanjian dengan perusahaan asuransi di mana Anda akan membayar polis pada periode tertentu dan akan menerima benefit-nya saat dibutuhkan.

Tujuannya dari asuransi adalah untuk mengalihkan atau memindahkan risiko keuangan (risk transfer).

Maksudnya, jika dalam periode atau waktu pertanggungan, terjadi risiko pada orang yang membeli asuransi (tertanggung), maka perusahaan asuransilah yang akan membayarkan uang pertanggungan tersebut.

 

 

Asuransi di sini berfungsi sebagai pengaman saat terjadi sesuatu. Asuransi juga perlu disiapkan sebelum Anda lanjut melangkah ke investasi.

Asuransi dibutuhkan apabila ternyata dana darurat Anda tidak mencukupi.

Pada intinya ada tiga hal yang perlu Anda siapkan. Pertama-tama adalah dana darurat dahulu, kemudian baru dilanjutkan dengan asuransi, dan barulah melangkah ke investasi.

Jika dana darurat tidak cukup, Anda bisa mengandalkan asuransi sebagai rencana cadangan.

Namun seiring perkembangannya, produk asuransi semakin beragam.

Pada kesempatan kali ini, Finansialku akan membahas mengenai produk asuransi rumah syariah vs asuransi rumah konvensional.

Apa perbedaannya? Yuk segera simak ulasannya berikut ini!

Asuransi Rumah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional yang Harus Diketahui Para Investor]

 

Sebelum membahasnya lebih jauh, hal yang perlu Anda ingat ialah bahwa setiap asuransi tentu akan selalu ada yang namanya premi.

Premi ini wajib dibayarkan oleh pemilik polis saat Anda memutuskan untuk membeli asuransi.

Premi tersebut akan ditetapkan jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang disetujui.

Besar premi ini disesuaikan dengan jenis, waktu, dan besar perjanjian uang pertanggungan yang akan diberikan nantinya.

 

 

Ingat ya, jangan sampai Anda lupa untuk membayar preminya karena jika terjadi, maka premi yang sudah dibayarkan sebelumnya akan hangus dan secara otomatis Anda sudah tidak terdaftar lagi pada asuransi tersebut. 

Selalu buat perencanaan keuangan dalam bentuk anggaran yang dibuat sebulan sebelumnya.

Jika Anda tidak ingin repot dalam membuat anggaran, gunakan saja aplikasi Finansialku.

Fiturnya yang lengkap akan senantiasa membantu Anda dalam mengelola keuangan, salah satunya dengan cara membuat anggaran.

Jika belum memiliki aplikasinya, segera download melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Jika Anda ingin lebih memahami mengenai apa itu perencanaan keuangan serta bagaimana cara membuat perencanaan keuangan yang baik, jangan lupa untuk mempelajarinya dari ebook Finansialku.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Di dalamnya terdapat sejumlah pembahasan serta contoh dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga Anda dapat segera mempraktikkannya.

Selain itu, Anda bisa memperolehnya secara GRATIS tanpa dipungut biaya apapun.

Tunggu apalagi? Yuk segera miliki dan rasakan manfaatnya!

 

Asuransi Rumah Syariah vs Asuransi Rumah Konvensional

Jika produk asuransi konvensional sudah sangat familiar, mungkin asuransi syariah masih terdengar asing di telinga Anda.

Tapi tahukah Anda pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”?

Dengan demikian, Anda juga harus mengenal asuransi syariah terlebih dahulu sebelum bisa membandingkannya dengan asuransi konvensional.

Asuransi syariah pada dasarnya merupakan produk perbankan syariah yang sistem pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah).

Sebagai implementasi dari kaidah dasar muamalah, terdapat prinsip dasar yang menjadi pedoman agar seluruh aktivitas dalam ranah keuangan tersebut sesuai dengan prinsip syariah.

 

 

Asuransi syariah pertama kali muncul saat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Departemen Keuangan Republik Indonesia, serta para pengusaha muslim Indonesia mendirikan perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia, yaitu PT Syarikat Takaful Indonesia dengan bantuan teknis dari Syarikat Takaful Malaysia Bhd. (STMB).

Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) no: 21/DSN-MUI/X/2001, mengenai Pedoman Umum Asuransi Syariah:

“Asuransi Syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.”

 

Setelah mengenal mengenai asuransi syariah, kini mari melihat perbandingan asuransi rumah syariah dan asuransi rumah konvensional sebagai berikut:

 

#1 Persamaan Asuransi Rumah Syariah VS Asuransi Rumah Konvensional

Meski merupakan dua produk yang berbeda prinsip, namun ada beberapa persamaan antara asuransi rumah syariah dan asuransi rumah konvensional.

Adapun beberapa persamaan tersebut adalah sebagai berikut:

Pahami Cara Klaim Asuransi Rumah 03 Asuransi Rumah 3 - Finansialku

[Baca Juga: Gadai Emas di Pegadaian dan Bank Syariah, Bagaimana Caranya? Apakah Untung?]

 

  • Fungsi

Secara umum, asuransi syariah pada dasarnya merupakan produk untuk mengalihkan risiko. Jadi bisa dibilang fungsinya serupa dengan asuransi konvensional.

Begitu pula halnya dengan asuransi rumah syariah yang berfungsi layaknya asuransi rumah konvensional.

 

  • Memiliki Akad yang Bersifat Mustamir (Terus Menerus)

Asuransi rumah syariah dan asuransi rumah konvensional sama-sama memiliki kontrak jangka panjang yang sudah dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak.

Apabila Anda melanggarnya, maka Anda akan diberikan pinalti.

Maka dari itu, kedua jenis asuransi syariah dan konvensional ini memiliki akad yang sama, yaitu mustamir yang artinya terus menerus.

 

 

  • Berdasarkan Kesepakatan

Meski keduanya memiliki prinsip berbeda dalam penerapannya, namun baik asuransi rumah syariah dan asuransi rumah konvensional menerapkan prinsip kesepakatan antara pihak asuransi dan pihak tertanggung.

Artinya, disini perusahaan asuransi tidak pernah memaksa Anda untuk menjadi kliennya. Semuanya dibebaskan kepada keputusan Anda.

Saat Anda memilih untuk membeli produk asuransi (baik syariah maupun konvensional), maka Anda menyepakati untuk menggunakan jasa mereka.

Demikian halnya mereka sepakat untuk mengelola dana Anda dalam pengelolaan risikonya.

 

#2 Perbedaan Asuransi Rumah Syariah VS Asuransi Rumah Konvensional

Setelah menyimak persamaannya, tentu Anda penasaran akan perbedaan keduanya.

Tidak akan tercipta asuransi rumah syariah jika tidak ada bedanya dengan asuransi rumah konvensional bukan?

Nah, bagi Anda yang penasaran, mari langsung menyimak perbedaan keduanya:

Pahami Cara Klaim Asuransi Rumah 01 - Finansialku

[Baca Juga: 3 + 1 Prinsip Investasi Syariah yang Harus Diketahui oleh Calon Investor. Sudah Tahukah Anda Apa yang Dimaksud Riba?]

 

  • Pengelolaan Risiko

Asuransi rumah syariah mengutamakan prinsip syariah dalam penerapannya, salah satunya adalah prinsip saling membantu dan tolong menolong, saling menjamin dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana hibah (Tabarru).

Melihat penerapannya, bisa dikatakan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan di dalam asuransi syariah adalah menggunakan prinsip sharing of risk, alias berbagi risiko.

Artinya, pada asuransi rumah syariah risiko akan dibebankan atau dibagi kepada perusahaan dan peserta asuransi itu sendiri.

Sedangkan dalam asuransi rumah konvensional berlaku sistem transfer of risk, di mana risiko bukan dibagi melainkan dipindahkan atau dibebankan oleh tertanggung (peserta asuransi) kepada pihak perusahaan asuransi yang bertindak sebagai penanggung di dalam perjanjian asuransi.

 

  • Keterbukaan

Takut asuransi Anda tidak jelas dan main belakang?

Tenang saja, pengelolaan asuransi rumah syariah sudah tertata dengan rapi dan jelas layaknya asuransi konvensional.

Seluruh transaksi akan tercatat dan transparansi juga diterapkan dengan sangat disiplin.

Anda tidak perlu cemas biaya asuransi atau premi Anda dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak jelas.

Semuanya akan dipergunakan sebesar-besarnya untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang polis asuransi itu sendiri.

Sedangkan dalam asuransi rumah konvensional, meski ada prinsip transparansi juga, perusahaan asuransi akan menentukan jumlah besaran premi dan berbagai biaya lainnya yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan itu sendiri.

 

 

  • Pengelolaan Dana Jika Gagal Bayar

Pernahkah Anda memiliki polis asuransi konvensional dan mengalami gagal bayar?

Jika pernah, tentunya Anda mengetahui bahwa akan terjadi penghangusan dana apabila Anda tidak sanggup melunasi polisnya.

Dengan kata lain, Anda gagal memperoleh benefit-nya jika Anda tidak bisa membayar polisnya sampai selesai.

Hal ini tidak akan terjadi pada asuransi syariah, karena pada asuransi syariah tidak dikenal istilah dana hangus.

Lalu apa yang terjadi jika Anda gagal bayar polis hingga selesai?

Hal yang terjadi adalah dana yang sudah dibayarkan kecuali dana Tabarru’ akan kembali sepenuhnya kepada Anda.

Dana Tabarru’ tidak bisa kembali karena sudah dipisahkan untuk menolong sesama nasabah asuransi yang membutuhkan dan sudah menjadi upah atau ujrah bagi perusahaan asuransi syariah.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk memilih asuransi syariah ketimbang asuransi konvensional jika keuangan Anda sedang mepet dan Anda tidak yakin bisa melunasi polis asuransi hingga selesai.

 

  • Pembagian Keuntungan

Jika Anda bingung dengan prinsip keuangan syariah yang tidak mengenal kata untung atau bunga, jangan khawatir!

Asuransi rumah syariah menerapkan sistem bagi hasil dalam pembagian keuntungannya.

Jadi keuntungan yang didapat dari pengelolaan dana asuransi akan dibagi untuk semua peserta dan perusahaan asuransi secara merata.

Sementara itu, asuransi rumah konvensional mengutamakan perusahaannya. Artinya seluruh keuntungan yang didapatkan akan menjadi hak milik perusahaan asuransi tersebut.

Mengenal Jenis Asuransi Rumah Terbaik yang Berlaku di Indonesia 01 Finansialku

[Baca Juga: Mau Investasi Syariah dan Menguntungkan, Coba Cek SUKRI SR-009 yang Memberikan Kupon 6,9 Persen]

 

  • Zakat

Perbedaan selanjutnya yang tampak jelas antara asuransi rumah syariah dan konvensional yakni dari segi zakat.

Pada asuransi rumah syariah, diberlakukan sistem zakat. Artinya perusahaan asuransi syariah mewajibkan pesertanya untuk membayar zakat yang jumlahnya akan disesuaikan dengan besarnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.

Hal ini tidak berlaku di dalam asuransi konvensional. Dalam asuransi konvensional, tidak ada kewajiban menunaikan zakat apalagi sedekah.

 

  • Pengawasan Dana

Perbankan syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai pengawas dalam kegiatan perbankan Syariah.

Maka, untuk mengawasi aktivitas asuransi syariah, dibentuklah Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dewan Syariah Nasional (DSN) memiliki tugas untuk mengawasi segala bentuk pelaksanaan ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya.

DSN juga memiliki tugas untuk menimbang segala sesuatu bentuk harta yang diasuransikan oleh peserta asuransi, di mana harta tersebut harus halal dan lepas dari unsur haram.

Sementara itu, seluruh dana dalam asuransi rumah konvensional akan diawasi dan dilakukan secara internal oleh manajemen dalam perusahaan tersebut, tanpa campur tangan pihak luar.

 

 

  • 100% Dana Menjadi Milik Pemegang Polis

Berbeda dengan produk asuransi rumah konvensional, pihak perusahaan asuransi syariah di sini hanya berperan sebagai pengelola dana pemegang polis.

Dengan demikian, seluruh dana yang dibayarkan oleh nasabah atau pemegang polis akan menjadi miliknya.

Sementara pada asuransi rumah konvensional, dana yang dibayarkan oleh nasabah atau pemegang polis akan menjadi milik perusahaan asuransi terkait.

 

Win-win Solution

Munculnya asuransi rumah syariah tentunya bukan tanpa sebab, hal ini disebabkan adanya kebutuhan masyarakat yang menganggap asuransi rumah konvensional haram karena tidak menganut prinsip-prinsip syariah.

Jadi, keputusan asuransi mana yang akan Anda pilih sebenarnya berada di tangan Anda.

Apakah Anda tertarik dengan asuransi rumah syariah atau malah asuransi rumah konvensional yang sudah umum?

Keputusan apapun yang Anda ambil bisa dikatakan win-win solution.

Bank syariah akan semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik, dan anda bisa menikmati benefit bank syariah, begitu pula halnya bank konvensional pada umumnya.

Tetapi apabila Anda kebingungan dan membutuhkan konsultasi, Finansialku siap membantu Anda.

Anda bisa meminta saran dan pengelolaan keuangan dari perencana keuangan Finansialku. Semoga berhasil!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai asuransi rumah syariah vs asuransi rumah konvensional lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, sila ajukan pertanyaan Anda pada kolom bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 26 Maret 2017. 6 Keuntungan yang Hanya Dimiliki oleh Asuransi Syariah. Ekonomi.kompas.com – http://bit.ly/2Ph4PEc
  • Hardian. 31 Oktober 2016. Penjelasan Simpel Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional. Moneysmart.id – http://bit.ly/2PdJGLc

 

Sumber Gambar:

  • Asuransi Rumah 1 – http://bit.ly/2DlJ7Ky
  • Asuransi Rumah 2 – http://bit.ly/2GkSnPP
KATEGORI ARTIKEL