Aplikasi Pemantau Macet Saat Arus Mudik dan Balik

Aplikasi Pemantau Macet Saat Arus Mudik dan Balik

youngster.id - Bagi Anda yang mudik melalui jalur darat, ada banyak banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau kemacetan saat mudik di era digital ini. Selain memantau titik-titik kemacetan, pengguna aplikasi peta digital tersebut juga bisa mencari lokasi pengisian bahan bakar terdekat, rest area, mesin ATM, dan sebagainya.

Salah satunya adalah aplikasi Google Maps sudah umum digunakan untuk membantu navigasi saat berkendara sehari-hari. Selain membantu navigasi, aplikasi ini menampilkan titik kemacetan dengan tiga indikator warna; merah berarti macet, kuning ramai, dan hijau lancar.

Google Maps dilengkapi fitur estimasi waktu tempuh menuju lokasi yang telah dipilih serta memberi opsi jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga dapat menampilkan sejumlah lokasi penting bagi pemudik seperti lokasi tempat makan, pengisian bahan bakar, ATM, dan sebagainya.

Google Maps juga terintegrasi dengan Google Street View melalui satelit, sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menemukan lokasi yang diinginkan sesuai gambar yang tertera. Aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 5 miliar orang di Play Store dengan rating 4,3, dan dikomentari lebih dari 10 juta orang.

Selain Google Maps, Waze juga termasuk salah satu aplikasi peta dan navigasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur informasi sejumlah lokasi penting, estimasi waktu, pertimbangan jalur, dan dilengkapi suara navigator. Lewat aplikasi ini pengguna juga bisa mendapat informasi tentang kondisi jalanan secara langsung (real time) mulai dari kecelakaan, jalanan rusak atau berlubang, bahkan adanya operasi lalu lintas. Selain itu, informasi tambahan juga bisa diperoleh dari laporan pengguna Waze lainnya. Aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 100 juta orang di Play Store dengan rating 4,6 dan dikomentari lebih dari 7 juta orang.

Kemudian, ada pula NTMC Mudik. Aplikasi ini dikembangkan oleh Korlantas Mabes Polri khusus untuk membantu perjalanan pemudik. Pada fitur Peta sebagai penunjuk lokasi tujuan, layanan ini ternyata telah terintegrasi dengan aplikasi Google Maps dan Waze. Selain itu pada fitur Peta Mudik, pengguna dapat melihat beberapa titik lokasi rawan macet selama mudik. Mulai dari jalur tol, pelabuhan, dan jalur-jalur lainnya. Kemudian pada fitur Info Publik ada pula informasi mengenai lokasi yang rawan mengalami macet, kecelakaan, dan longsor.

Aplikasi ini juga memberikan informasi publik seputar rumah makan, SPBU, terminal bus, bengkel, hotel, tempat ibadah, dan sebagainya. Tak hanya itu, di fitur ini pengguna juga dapat mengakses beberapa nomor penting seperti nomor jalan tol, pelabuhan, bandara, dan polisi. Aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 10 ribu orang di Play Store dengan rating 4,2 dan dikomentari oleh 44 orang.

Yang terbaru ada Alamat.com. Ini adalah situs direktori dan gaya hidup yang menampilkan berbagai informasi lokal dan layanan publik, dalam momen mudik 2019 ini memperkenalkan fitur-fitur dalam platform yang dapat memudahkan pemudik untuk menemukan rest area serta fasilitas-fasilitas pendukung, seperti restoran, masjid, bengkel, dan lain-lain. Alamat.com juga mengajak para penggunanya untuk secara aktif membagikan berbagai pengalaman di suatu tempat dengan mengisi rating dan review yang tersedia di aplikasi.

Daniel Cahyadi, CEO dan Co-Founder Alamat.com mengatakan pihaknya menggandeng Gojek untuk memperkenalkan layanan ini kepada masyarakat. Bahwa Alamat.com dapat membantu masyarakat membuat keputusan terbaik sebelum mengunjungi berbagai fasilitas publik. Alamat.com juga merupakan sebuah layanan gaya hidup dengan informasi yang lebih lengkap seperti fasilitas-fasilitas yang tersedia, alternatif pembayaran, rating & review yang selalu ditinjau, dan berbagai promosi yang sedang berlangsung.

“Terutama selama momen mudik Lebaran ini, Alamat.com akan membantu memudahkan para pemudik dalam memberikan informasi direktori selama perjalanan pulang ke kampung halaman,” kata Daniel.

Kemudian aplikasi Here We Go yang berfungsi serupa dengan Google Maps dan Waze, meski tidak memberikan informasi tambahan lainnya seperti lokasi-lokasi penting bagi penggunanya. Keunggulannya, aplikasi ini dapat digunakan untuk memberikan navigasi tanpa koneksi internet alias secara offline setelah pengguna mengunduh peta lokasi yang dituju.

Here We Go sudah diunduh oleh lebih dari 10 juta orang di Play Store dengan rating 4,4 dan dikomentari oleh 452 orang.

Terakhir, Travoy. Aplikasi yang dikembangkan oleh Jasa Marga ini dapat membantu pemudik untuk merencanakan mudiknya. Dimulai dengan memasukkan waktu keberangkatan, lokasi mudik, detail kendaraan dan penumpang. Kemudian, pengguna pun dapat melihat prediksi kepadatan di jalur mudik melalui rekapitulasi keberangkatan pengguna dan waktu tertentu.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL