Apa itu Intermitten Fasting, dan Apakah itu Sehat?

Apa itu Intermitten Fasting, dan Apakah itu Sehat?

Dalam penjelasan sederhana, intermitten fasting (IF) adalah puasa di waktu tertentu. Ide dasarnya adalah membuat siklus antara periode makan teratur dan puasa, dimana kamu sangat membatasi asupan kalori atau bahkan tidak mengonsumsi makanan sama sekali. Sebagian orang berpuasa selama beberapa jam, sedangkan ada pula yang bahkan berpuasa seharian penuh atau bahkan lebih.

  1. 1 Tidak Harus Sama dengan Orang Lain

    Dalam intermitten fasting, waktu puasa tergantung ketahanan masing-masing individu. Salah sistem puasa yang umum diketahui adalah diet 5:2, yaitu membatasi asupan kalori di 2 hari yang tidak berturut-turut dalam seminggu dan makan seperti biasa di 5 hari lainnya.

    Ada pula beberapa orang yang berpuasa tiap hari, dengan hanya makan selama jangka waktu tertentu. Mattson, seorang neuroscientist di National Institute on Aging di Maryland yang telah melakukan riset mengenai hal ini secara mendalam, berbagi melalui New York Times bahwa hampir setiap hari ia melewatkan sarapan dan makan siang dan baru memulai asupan kalorinya dalam jangka waktu 6 jam di sore hari. Tidak hanya Mattson, aktor ternama, Hugh Jackman juga menyebutkan bahwa dia berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jangka waktu 8 jam demi mendapatkan bentuk badan ideal untuk perannya sebagai Wolverine di tahun 2013.

  2. 2 Lebih dari Sekedar Penurunan Berat Badan

    Menurut penelitian, tidak hanya menurunkan berat badan, berpuasa juga dapat meningkatkan kesehatanmu secara keseluruhan, bahkan juga memperpanjang usiamu, kemungkinan besar karena berpuasa juga mempengaruhi fungsi sel dan hormon. Dalam sebuah penelitian terkini mengenai metabolisme sel, berpuasa dalam suatu periode dikaitkan dengan penurunan resiko serangan jantung, diabetes, kanker, dan penuaan dini.

    Jadi mengapa berpuasa memiliki dampak positif bagi kesehatan? Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa intermitten fasting dapat menurunkan low-density lipoprotein (LDL), atau kolesterol "Jahat." Selain itu, intermitten fasting juga dapat meningkatkan resistensi insulin yang dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.

  1. 3 Lebih Berfokus ke Kapan Harus Makan, Bukan apa yang Dimakan

    Jadwal dan cara berpuasa dapat bervariasi untuk setiap individu. Beberapa orang hanya memperbolehkan dirinya mengonsumsi kopi hitam dan jus sayuran selama periode puasanya, sedangkan ada pula yang memberikan batasan 500 kalori di waktu puasanya.

  2. 4 Mungkin Tidak Untuk Semua Orang

    Program puasa dapat membantu penurunan berat badan, namun metode tersebut mungkin tidak bisa dipraktikkan secara berkelanjutan untuk semua orang, misalnya wanita hamil dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu misalnya penderita diabetes dan eating disorder. Dan meskipun studi mengenai hal tersebut menjanjikan, masih harus dilihat apakah metode ini bisa menjadi gaya hidup yang berkelanjutan. Jika kamu ingin mencoba intermitten fasting, jangan lupa untuk mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter sebelumnya.

KATEGORI ARTIKEL