Ancaman Sick Building Syndrome yang Menurunkan Produktivitas

Ancaman Sick Building Syndrome yang Menurunkan Produktivitas

Mayoritas pekerjaan modern kini diselesaikan melalui aktivitas di dalam ruangan. Hal tersebut memang terasa nyaman. Anda tak perlu khawatir akan kepanasan dan terkena polusi udara. Namun, berada dalam ruangan terlalu lama setiap hari akan memperbesar risiko sick building syndrome.

Tak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya sudah mengalami sick building syndrome.

Padahal, gejalanya dirasakan secara jelas dan mulai menyebabkan penurunan produktivitas.

Apa yang Dimaksud dengan Sick Building Syndrome?

Sumber : Halo Doc

Sick building syndrome adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat berada di ruangan tertutup terlalu lama. Udara yang menumpuk dan tidak mengalami sirkulasi bisa menyebabkan perkembangan racun dan mikroorganisme. Hal tersebut akan semakin parah bila ruangan Anda memiliki ventilasi udara yang kotor, debu-debu pada barang yang menumpuk, dan boros energi listrik.

Gejala yang Kerap Tidak Disadari Banyak Orang

Sumber : Share Care

Orang-orang yang mengalami sick building syndrome biasanya mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mudah tertular penyakit (batuk, flu, dan penyakit menular lainnya)
  • Mengalami alergi kulit atau pernapasan
  • Sering pusing dan sakit kepala
  • Mata, hidung, dan kulit mengalami iritasi
  • Mudah emosi dan kurang konsentrasi
  • Bad mood dan produktivitas menurun

Gangguan Kesehatan Ini Tak Boleh Dianggap Remeh

Sumber : Small Business

Mungkin hingga saat ini masih banyak orang beranggapan bahwa sindrom yang berkaitan dengan ruangan tersebut adalah hal remeh. Kenyataannya, justru banyak kerugian yang akan terjadi jika sick building syndrome tidak ditangani secara serius. Menurut laporan kesehatan World Health Organization (WHO), sindrom tersebut tak kalah berbahaya dengan polusi udara di lua ruangan. Sudah waktunya Anda dan rekan-rekan kerja mulai berbenah demi kualitas ruang kerja yang lebih baik.

Kompak Menciptakan Suasana Ruangan Kerja yang Nyaman

Sumber : APC Concept

Beberapa hal sederhana ini bisa dilakukan untuk meminimalka risiko sick building syndrome:

  • Membersihkan seluruh bagian ruangan kerja secara cermat. Termasuk bagian yang sulit dijangkau.
  • Menyimpan barang-barang di tempat tertutup agar tak mudah berdebu.
  • Menyalakan AC dengan temperatur sedang, yaitu 23 hingga 25 derajat Celcius.
  • Meletakkan beberapa tanaman indoor di sudut ruangan.
  • Memasang jendela dengan dua panel. Agar sinar matahari yang masuk melalui jendela dapat diminimalkan.
  • Mengatur pencahayaan ruangan dan cahaya layar komputer secara tepat. Karena pencahayaan yang terlalu terang atau terlalu redup dapat mengganggu konsentrasi kerja.

Mungkin saja sekarang Anda baru menyadari kalau selama ini Anda mengalami sick building syndrome. Belum terlambat untuk mengatasinya. Mari menciptakan ruangan kerja yang nyaman dan mampu mendukung kesehatan serta produktivitas Anda.

KATEGORI ARTIKEL