Allianz Indonesia Raih Pertumbuhan 7,9%

Allianz Indonesia Raih Pertumbuhan 7,9%

youngster.id - Allianz Indonesia mencatat Pendapatan Premi Bruto atau Gross Written Premium/GWP Gabungan (total dari lini usaha asuransi jiwa dan umum), sebesar Rp 11,9 triliun di tahun 2018, atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,9% dibandingkan dengan tahun 2017.

Tantangan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian di tahun 2018 berhasil dilalui Allianz Indonesia dengan pencapaian positif dan peningkatan kepercayaan nasabah, yang dibuktikan dengan jumlah nasabah yang terus bertumbuh sepanjang tahun 2018. Inisiatif digital dan berbagai produk yang disediakan sesuai dengan kebutuhan nasabah menjadi strategi utama yang terus dijalankan oleh Allianz Indonesia hingga kini.

“Komitmen kami untuk menyediakan solusi perlindungan terbaik, termasuk di dalamnya akses yang mudah dan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Setiap harinya kami berdedikasi untuk menciptakan layanan terbaik yang memberikan pengalaman berasuransi yang mengesankan bagi nasabah kami,” kata Joos Louwerier, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia dalam keterangannya Jumat (14/6/2019) di Jakarta.

Dia mengungkapkan, total jumlah klaim yang dibayarkan sebagai bentuk komitmen Allianz Indonesia dalam memberikan perlindungan kepada nasabah sepanjang tahun 2018 adalah sebesar Rp 7,4 triliun untuk asuransi jiwa, kesehatan dan umum.

Untuk asuaransi jiwa, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) mencatatkan GWP sebesar Rp 10,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,8% dari tahun sebelumnya. Kanal distribusi keagenan dan bancassurance menjadi kontributor utama untuk perolehan premi ini, dengan komposisi sebesar 44,1% dari keagenan dan 49.6% dari bancassurance. Perusahaan membukukan Laba Bersih (Net Income) sebesar Rp 792,7 miliar, atau meningkat sebesar 152% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari sisi jumlah nasabah, perusahaan mencatat pertumbuhan sebesar 4,7% sebanyak 600.869 nasabah dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 573.990 nasabah. Sedangkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dapat dilihat dari tingkat rasio kecukupan modal atau Risk-Based Capital Ratio (RBC) yang berada pada posisi 328% per Desember 2018.

“Pencapaian kami tahun lalu tetap positif walaupun kondisi pasar cukup menantang. Kami akan tetap fokus pada tujuan utama kami yaitu melindungi lebih banyak orang dan hal tersebut tercermin peningkatan jumlah nasabah kami. Kami juga terus mendukung program literasi keuangan di Indonesia dengan memberikan edukasi pengelolaan keuangan untuk remaja dan dewasa. Selain itu, kami terus melakukan banyak kerjasama dengan mitra bisnis dalam menyediakan solusi perlindungan yang mudah diakses, cepat dan aman, tentunya dengan mengoptimalisasi jalur teknologi digital agar dapat menjangkau banyak lapisan masyarakat di Indonesia,” tambah Joos.

Semua inisiatif dan usaha yang dilakukan perusahaan telah berhasil memberikan hasil yang cukup signifikan. Berdasarkan data laporan AAJI di kuartal 4 2018, Allianz Life Indonesia bertumbuh lebih cepat dibandingkan pemain asuransi jiwa dan asuransi kesehatan lainnya dari sisi angka Total Weighted Premium. Pada tahun 2018, perusahaan berhasil tumbuh 9.8% sementara pertumbuhan pasar berkisar di angka 5%.

Ini menunjukkan bahwa ‘Customer centricity’ tidak hanya memberikan pengalaman nasabah yang positif namun juga memberikan keuntungan kompetitif maupun kontribusi terhadap profit perusahaan.

Untuk asuransi umum, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia berhasil membukukan GWP sebesar Rp 1,2 triliun dimana angka ini menandakan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 19,4% dari Rp 996 miliar di tahun 2017. Lini bisnis asuransi properti, kendaraan bermotor dan liability mendominasi kontribusi pendapatan premi bruto di tahun 2018.

Allianz Utama mengalami pertumbuhan total asset sebesar 10,6% dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,5 triliun. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan jumlah polis sebanyak 47,3% menjadi 504.611 polis dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Dengan pertumbuhan tren digital yang semakin meningkat dan terus bertambahnya permintaan akses produk yang mudah, Allianz Utama melakukan transformasi menjadi perusahaan asuransi mengoptimalkan digitalisasi untuk produk, layanan dan proses bisnis. Kami menyediakan ekosistem digital yang mendukung mitra bisnis Allianz untuk memberikan layanan untuk nasabah. Mulai dari konsultasi kebutuhan perlindungan nasabah, sampai dengan proses klaim agar nasabah dapat merasakan manfaat maksimal dari perlindungan asuransi yang mereka miliki,” kata Peter van Zyl, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia.

Allianz Utama membuktikan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada nasabah dengan membayarkan klaim sebesar Rp 561,1 miliar sepanjang tahun 2018. Terkait bencana alam Lombok yang terjadi di akhir tahun 2018, Allianz Utama telah membayarkan 148 kasus klaim dengan jumlah klaim Rp 122,3 miliar sampai dengan bulan April 2019. Hingga saat ini proses klaim lain terkait bencana alam Lombok masih terus berjalan.

Allianz Utama juga kuat secara finansial dengan rasio kecukupan modal atau Risk-Based Capital Ratio (RBC) 274%, yang masih jauh di atas ke tentuan minimum yang ditentukan regulator sebesar 120%.

“Kami akan terus mengembangkan target pasar di sektor ritel dan terus memperkuat sektor komersial. Kami melihat masih banyak potensi di sektor ritel yang bisa diekplorasi untuk bisnis asuransi umum. Tentu saja kami menginginkan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat perlindungan asuransi. Oleh karena itu, inisiatif digital yang kami miliki akan sangat mempermudah mitra bisnis kami memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah,” tutup Peter.

STEVY WIDIA

KATEGORI ARTIKEL