Akhirnya! Black Hole Tertangkap Kamera

Akhirnya! Black Hole Tertangkap Kamera

Sumber Gambar:  nytimes.com

Para astronom mengumumkan pada hari Rabu kemarin bahwa akhirnya mereka telah menangkap gambar Black Hole, sebuah pusaran yang sangat dalam dan padat sehingga apapun benda yang berada didekatnya akan terhisap.

Potret kosmik yang sangat ditunggu-tunggu adalah black hole di pusat Messier 87, galaksi terbesar yang kita ketahui berjarak 55 juta tahun cahaya.

Gambar yang baru saja beredar berasal dari Event Horizon Telescope (EHT) dimana proyek ini membuat array teleskop besar yang terdiri dari jaringan global teleskop radio dengan menggabungkan data dari beberapa stasiun interferometri baseline yang sangat panjang disekitar bumi. Tujuannya adalah untuk mengamati langsung lingkungan dari black hole supermasif Sagitarius A di pusat Bima Sakti sekaligus lubang hitam yang besar di pusat galaksi elips Messier 87, dengan resolusi sudut yang sebanding dengan Event Horizon Telescope.

Pada gambar yang tertangkap terlihat batas antara terang dan gelap disekitar black hole. Menurut EHT, titik ini tidak bisa kembali karena gravitasi black hole menjadi sangat ekstrim sehingga jika sudah terhisap kedalamnya tidak bisa kembali atau melarikan diri lagi. Di pusat black hole, waktu menjadi sangat lambat sehingga teori-teori pada fisika tidak berlaku disana.

View this post on Instagram

In a historic feat by the Event Horizon Telescope and National Science Foundation (@NSFgov), an image of a black hole and its shadow has been captured for the first time. Several of our missions were part of a large effort to observe the same black hole using different wavelengths of light and collect data to understand the black hole's environment. Here's a look at @NASAChandraXRay Observatory's close-up of the core of the M87 galaxy and the black hole at the center of it. Credits: NASA/CXC/Villanova University/J. Neilsen #blackhole #EHTblackhole #galaxy #first

A post shared by NASA (@nasa) on Apr 10, 2019 at 9:39am PDT

Selama seminggu di bulan April 2017, para astronom EHT di empat benua mengkoordinasikan upaya mereka untuk melakukan pengamatan Supermassive Black Hole. Dua black hole yang berada di pusat Bima Sakti dan di M87 kira-kira memiliki ukuran yang sama ketika dilihat dari bumi, meskipun black hole M87 jauh lebih besar tetapi ia juga lebih jauh.

Untuk melakukan pengamatan, para astronom harus berjuang melawan cuaca buruk dan jaringan listrik yang rusak. Mereka mengenakan tangki oksigen dan memanjat gunung setinggi 3 mil untuk menghindari gangguan atmosfer bumi. Kemudian mereka menghabiskan dua tahun menganalisis data secara literal. Beberapa diantaranya harus dikirim melalui hard drive dari Kutub Selatan dan dicairkan di luar fasilitas super komputer di MIT. Akhirnya, mereka menguji temuan mereka terhadap hasil jutaan simulasi seperti apa black hole itu, sampai akhirnya mereka menemukan kecocokan.

Dilansir dari ndtv.com seorang astrofisikawan bernama Feryal Ozel di Universitas  Arziona dan anggota dewan sains untuk EHT menyebutkan, "Kami dapat membayangkan satu objek lagi di alam semesta yang pada satu titik orang pikir tidak mungkin," katanya. "Itu seperti menyentuh roh penjelajah manusia. Kami melihat lagi ke yang tidak diketahui."

KATEGORI ARTIKEL