5 Faktor yang Membuat Resolusi Tahunan Tidak Pernah Terwujud

Setiap tahun baru tiba, biasanya tidak hanya perayaan pesta tahun baru yang dirayakan. Namun juga resolusi yang kembali dibuat. Banyak orang yang di awal tahun baru membuat targetan-targetan dalam hidup yang akan ia capai pada tahun baru tersebut.

Membuat resolusi tahunan juga baik untuk memotivasi diri (tirto.id)

Namun, dari banyaknya targetan yang dibuat di awal tahun, ternyata pada akhirnya gagal terealisasi. Mungkin kamu juga merasakan hal demikian? Kira-kira apa faktor yang membuat resolusi selalu gagal? Berikut ini 5 faktornya.

1. Resolusi tidak realistis

Alasan pertama kenapa resolusimu selalu gagal ialah, biasanya, pada awal tahun kamu sedang semangat-semangatnya membuat targetan hidup. Namun sayangnya hal tersebut tidak dibarengi dengan situasi dan kondisi dalam hidupmu.

Resolusi di tahun baru (liputan6.com)

Semisal, kamu memiliki resoluasi 2019 kamu nabung untuk mendirikan SPBU. Padahal di saat bersamaan kamu masih berstatus seorang pelajar yang masih bergantung pada orantua. Meskipun tidak ada yang tidak mungkin, namun resolusi yang terlalu tinggi akan banyak berakhir kegagalan.

2. Kurangnya niat dan konsistensi dalam mewujudkan resolusi

Faktor lainnya yang membuat resolusi sering mengalami kegagalan ialah rapuhnya niat dan kurangnya konsistensi dalam mewujudkannya. Niat dan tekad yang kokoh sangat penting kamu miliki untuk mencapai sesuatu. Hal ini berguna agar kamu lebih kuat saat menghadapi cobaan dan ujian saat mengapai keinginanmu di tahun baru itu.

Tidak konsistem mewujudkan resolusi (pemuda.stemi.id)

Niat saja tidak cukup. Kamu juga harus dibareng dengan konsistensi tindakan untuk menggapainya. Konsistensi disini dalam artian kamu harus memiliki semangat yang terus membara seperti di awal tahun dimana resolusimu dibuat.

Biasanya, seseorang akan menggebi-gebu di tiga bulan pertama. Untuk bulan-bulan selanjutnya hingga akhir tahun mereka akan loyo sehingga tak terasa tahun baru tiba lagi sedangkan resolusi belum terealisasi.

3. Menunda-nunda dan terlalu santai

Penyakit anak muda saat ini saat diberi tugas pekerjaan ialah suka menunda-nunda hingga waktu mepet tiba. Ibarat kata anak sekolah sih lebih semangat kalau pakai sistem SKS (Sistem kebut semalam).

Menunda-nunda action to resolusi (techinasia.com)

Padahal, untuk mencapai resolusi, kebiasaan menunda-nunda merupakan kendala yang harus kamu singkirkan. Kenapa? Karena resolusi itu seharusnya terwujud secepat mungkin sebelum kamu menemui tahun baru lagi. Sebab, kalau sampai kamu kembali bertemu dengan tahun baru dan resolusimu belum tercapai, itu artinya kamu GAGAL dalam tahun itu.

4. Nggak sabaran dan mudah putus asa

Untuk mewujudkan resolusi besar, kamu juga perlu perubahan besar, pengorbanan besar, dan perjuangan besar. Kamu tidak akan mendapatkan resolusi yang kamu buat jika kamu mudah putus asa, dan menginginkannya dengan instan.

5. Kamu tidak siap untuk berubah

Nah, melanjutkan poin keempat, untuk merealisasikan resolusi dalam hidup, kamu harus siap terjadi perubahan dalam hidupmu. Semisal, resolusi tahun ini kamu akan berhenti merokok atau menurunkan berat badan sampai beratmu tinggal 45 kilo.

Siap melakukan perubahan (okeren.com)

Nah, jika kamu sudah membuat resolusi seperti itu, artinya kamu siap melakukan perbuahan dalam hidupmu. Perubahan meninggalkan rokok, perubahan pola makan agar berat badan turun, dan perubahan-perubahan lainnya yang bisa menunjang terwujudnya resolusimu.

Jangan sampai resolusimu tahun depan adalah menyelesaikan resolusimu tahun kemarin yang belum terwujud.

KATEGORI ARTIKEL