12 Saham Baru IPO Ada yang Mencapai 939% Pada 2019

12 Saham Baru IPO Ada yang Mencapai 939% Pada 2019

Sepanjang tahun ini, ada 12 perusahaan yang telah melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offer (IPO). Tercatat terdapat 12 saham baru IPO mengalami kenaikan. CLAY menduduki posisi pertama

Agar lebih jelas mari simak ulasannya berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kenaikan Saham IPO

Selama lima bulan ini, Bursa Efek Indonesia kini mendapatkan 12 saham baru yang secara umum 8 dari 12 saham baru IPO mengalami kenaikan harga sejak pertama kali ditransaksikan.

Tercatat saham terakhir yang terdaftar di BEI adalah PT Jasnita Telekominta Tbk (JAST). Perusahaan ini bergerak dalam bidang informasi dan teknologi, sahamnya menguat hingga 54% pada (16/5) lalu, dan melepas 25% untuk dijual.

Namun jika dilihat dari performanya, PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) memiliki kenaikan tertinggi yang mencapai 939% sejak sahamnya tercatat pada (18/01). CLAY melepas sahamnya sekitar 22,2% ke publik.

PT Nusantara Properti International Tbk (NATO) yang merupakan perusahaan pengembang properti ada di posisi kedua dengan kenaikan 320% yang mencatatkan sahamnya pada (18/01) dengan melepas 25%.

Puluhan-Perusahaan-IPO-2-Finansialku

[Baca Juga: Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah]

 

Namun dibalik kenaikan dari beberapa saham baru, terdapat penurunan yang tengah dialami oleh PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA).

Emiten yang bergerak di bidang jasa transportasi ini mengalami penurunan 70% sejak listing tanggal (21/02) pada harga Rp288/unit saham.

Tak hanya itu, ada juga emiten yang mencatatkan penurunan harga saham dibanding harga IPO-nya. Salah satunya PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang bergerak di bidang peternakan.

Per perdagangan Selasa (28/5), harga per saham emiten ini turun 47% menjadi Rp181. Padahal, saat IPO pada 10 Januari 2019, harganya adalah Rp340 per saham.

 

Kinerja Emiten Pendatang Baru di IHSG

NoEmiten Pendatang BaruKinerja Emiten (%)1CLAY939,22NATO3203COCO175,34MTPS107,35CPRI63,46HRME58,47JAST548POSA18,99FOOD-27,610BEEF-52,611POLI-57,412JAYA-70,1

 

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, dari 12 emiten yang IPO sepanjang tahun ini, ia melihat ada kemiripan dalam pola transaksinya.

Harga saham emiten-emiten baru ini mayoritas naik tinggi dalam beberapa waktu setelah IPO, tetapi kemudian turun jauh.

Hal ini disebabkan oleh investor yang membeli saham-saham ini dominan berinvestasi hanya untuk jangka pendek hingga menengah.

Alfatih melihat, dalam lima bulan terakhir, salah satu penjual terbanyak saham-saham ini adalah penjamin emisinya sendiri.

“Bisa jadi karena nasabah yang membeli di saat IPO banyak berasal dari nasabah penjamin emisi, lalu sudah melakukan penjualan dalam waktu beberapa bulan setelah IPO.”

 

Apa pendapat Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini. Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Yazid Muamar. 8 Juni 2019. 12 Saham IPO pada 2019, Ada Naik 939% Sejak Listing di BEI. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/2I64aUe
  • Nur Qolbi. 28 Mei 2019. Ini Penyebab Harga Saham Baru IPO Naik Tinggi. Kontan.co.id – https://bit.ly/2XGvSMW

 

Sumber Gambar:

  • 12 Saham Baru IPO – https://bit.ly/2K8LK7B
KATEGORI ARTIKEL